Showing posts with label Guru SD. Show all posts
Showing posts with label Guru SD. Show all posts

Metode Pembelajaran Puzzle Jigsaw

1:36:00 AM
Melalui metode puzzle jigsaw siswa mendapat pengalaman secara eksklusif Metode Pembelajaran Puzzle Jigsaw
Melalui metode puzzle jigsaw siswa mendapat pengalaman secara langsung.
Metode mengajar merupakan salah satu faktor yang menghipnotis prestasi mencar ilmu anak. Penggunaan metode mengajar yang menarik dan menyenangkan akan sangat besar lengan berkuasa pada iklim mencar ilmu di kelas. Salah satu metode yang sanggup dipakai untuk pembelajaran di Sekolah Dasar ialah puzzle jigsaw. Dengan penggunaaan metode ini sanggup meningkatkan minat mencar ilmu siswa sehingga akan berdampak positif pada prestasi mencar ilmu siswa.

Puzzle jigsaw merupakan metode pembelajaran kolaborasi antara permainan puzzel dengan metode kooperatif model jigsaw. Menurut Adenan (1989: 9) dinyatakan bahwa puzzle dan games ialah bahan untuk memotivasi diri secara nyata dan merupakan daya penarik yang kuat. Puzzle dan games untuk memotivasi diri alasannya hal itu mengatakan sebuah tantangan yang sanggup secara umum dilaksanakan dengan berhasil. Sedangkan berdasarkan Hadfield (1990: v), puzzle ialah pertanyaan-pertanyaan atau duduk kasus yang sulit untuk dimengerti atau dijawab.

Tarigan (1986: 234) menyatakan bahwa pada umumnya para siswa menyukai permaianan dan mereka sanggup memahami dan melatih cara penggunaan kata-kata, puzzle, crosswords puzzle, anagram dan palindron. Sedangkan Jigsaw ialah salah satu metode kooperatif yang lebih mengetengahkan kerja sama tim dalam memecahkan masalah.

Jigsaw meruapakan salah satu metode kooperatif dalam PAKEM. Pembelajaran kooperatif tipe jigsaw ialah suatu tipe pembelajaran yang terdiri dari beberapa anggota dalam satu kelompok yang bertanggung jawab atas penguasaan bab bahan mencar ilmu dan bisa mengajarkan bahan tersebut kepada anggota lain dalam kelompoknya (Arends, 2001).

Metode puzzle jigsaw ini mengajak siswa untuk menyusun potongan-potongan gambar dan diubahsuaikan dengan mal yang telah disediakan sehingga membentuk sebuah gambar yang benar. Selain menyusun potongan gambar, siswa juga dituntut untuk menjawab pertanyaan yang sesuai dengan arahan puzzle yang telah disusun.

Melalui metode puzzle jigsaw siswa mendapat pengalaman secara langsung, mengambarkan konsep secara menyenangkan, menggali kreatifitas, melatih cara berfikir tingkat tinggi, menguatkan hafalan, mencar ilmu bekerja sama dengan sobat dan hasilnya siswa memperoleh kebenaran secara nyata dan ganda.

Dengan metode puzzle jigsaw siswa dituntut aktif berfikir merangkaikan kepingan gambar dan goresan pena sebuah konsep pembelajaran tak beraturan sehingga membentuk konsep yang saling bertautan. Metode ini menekankan bahwa mencar ilmu intinya ialah proses berpikir.

Selain untuk mengkonkretkan konsep yang terdapat dalam pembelajaran, metode puzzle jigsaw diharapkan sanggup membangkitkan motivasi siswa dalam belajar. Dengan kata lain, penggunaan puzzle dalam pembelajaran sanggup memperbesar minat dan perhatian siswa.

Langkah-langkah penerapan metode puzzle jigsaw sebagai berikut:

1. Siswa dibagi menjadi beberapa kelompok induk. Setiap anggota kelompok mendapat kartu warna.

2. ‘Siswa yang mendapat kartu yang berwarna sama bergabung menjadi kelompok gres yang disebut kelompok ahli.

3. Setiap kelompok jago mendapat sebuah puzzle dan menyusunnya.

4. Kelompok yang telah berhasil menyusun puzzle , berhak mengambil kartu soal dan menjawab pertanyaan yang ada pada kartu soal tersebut.

5. Siswa kembali ke kelompok induk dan melaporkan apa yang telah didapat dari kelompok ahli.

6. Kelompok jago bertugas menjawab pertanyaan yang dibagikan guru berdasarkan pengetahuan yang telah didapat dari kelompok ahli.

7. Melaporkan hasil kerja kelompok induk di depan kelas.

8. Guru dan siswa tolong-menolong menyimpulkan bahan yang telah dipelajari.

Penerapan metode puzzle jigsaw disamping akan memudahkan anak dalam memahami materi, penggunaan metode ini juga bermanfaat untuk :

a) Mengembangkan kapasitas anak dalam mengamati dan melaksanakan percobaan

b) Membedakan bagian-bagian dari sebuah benda dan meminta bawah umur untuk menyatukannya kembali

c) Mengembangkan kemampuan memecahkan masalah

d) Mengembangkan koordinasi motorik halus.

Dengan memakai metode yang lebih menarik dan menantang, siswa sanggup termotivasi sebagaimana Ivas K. Davles (1991:215) bila seseorang telah termotivasi maka mereka siap untuk melaksanakan hal-hal yang diharapkan sesuai dengan yang dikehendaki.

4 Cara Gampang Menciptakan Kelas Yang Menyenangkan

7:07:00 PM
 guru sangat berperan untuk membuat berguru di kelas ini selalu segar 4 Cara Praktis Membuat Kelas yang Menyenangkan
Dengan suasana kelas yang menyenangkan, siswa akan menikmati acara belajar.
Sebagai fasilitator di kelas, guru sangat berperan untuk membuat berguru di kelas ini selalu segar, menarik, dan tidak membosankan. Maka dari itu, penyajian bahan dengan cara-cara yang gres dan menyenangkan sanggup menjadi salah satu faktor untuk memilih hasil dari proses berguru mengajar di kelas.

Dengan suasana kelas yang menyenangkan, siswa akan menikmati acara berguru mereka tanpa adanya perasaan tertekan. Selain itu, juga akan membuat siswa nyaman dan cepat menangkap pelajaran. Lalu, bagaimana cara membuat kelas tidak membosankan dan menjadikannya menyenangkan? Inilah langkah-langkah gampang yang bisa guru coba.

Buat suasana ruangan kelas yang berbeda

Kebanyakan posisi duduk di kelas sama, yaitu guru di depan dan dingklik siswa disusun berjajar membentuk persegi. Metode ini dikaji sebagai metode yang tidak efektif, alasannya yakni proses berguru terjadi hanya satu arah. Supaya suasana kelas lebih menyenangkan, cobalah susun ulang ruang kelas yang berbedadari biasanya.

Susunan yang bisa dicoba contohnya menyerupai posisi meja dan dingklik yang melingkar sehingga guru berada di tengah-tengah dan siswa sanggup melihat guru dengan lebih baik. Guru bisa mendatangi siswa turun untuk membantunya menjelaskan dan sebagainya. Hal ini sanggup membantu siswa lebih nyaman dan membuat suasana bahwa mereka memang sedang berguru bersama guru, bukan sekadar diajari atau digurui.

Miliki sifat humoris dan hadirkan permainan

Siswa mana sih yang tidak suka dengan guru yang lucu? Sifat humoris yang dimiliki oleh seorang guru juga sanggup menawarkan imbas kedekatan antara siswa dan guru. Semakin murid merasa erat dengan gurunya, maka apa yang disampaikan oleh guru juga akan lebih gampang diserap oleh mereka.

Untuk meningkatkan semangat mereka, penting untuk menawarkan humor segar di tengah-tengah pengajaran yang sedang diberikan. Guru juga bisa membarikan permainan (ice breaking) yang lucu dan seru. Bermain sambil berguru yakni hal yang sempurna untuk mengisi kejenuhan dan mereflesikan otak yang sudah mulai penuh dengan materi-materi pembelajaran.

Berikan perhatian yang sama pada semua siswa

Terkadang guru akan lebih cenderung memerhatikan murid yang arif dan aktif di kelas. Siswa yang membisu saja di kelas biasanya akan kesulitan untuk mendapat kesempatan untuk menuangkan wangsit ataupun mengaktualisasikan dirinya di kelas. Yang sering terjadi yakni siswa “paling” barulah akan diperhatikan oleh guru.

Sebagai seorang guru, sudah menjadi tugasnya untuk menemukan benih-benih unggul yang ada di dalam diri masing-masing siswa. Percayalah bahwa setiap anak mempunyai talenta dan potensi yang berbeda-beda. Dengan begitu, setiap siswa akan merasa mempunyai kesempatan untuk menunjukan dirinya serta membuat kelas menjadi lebih hidup dan menyenangkan.

Perbanyak interaksi dengan memancing wangsit siswa

Perhatian penuh bisa didapatkan dari memancing pendapat atau diskusi. Memang tidak semua siswa bisa dengan leluasa mengeluarkan wangsit mereka. Nah, di sinilah peran guru untuk percaya pada kemampuan masing-masing anak dan pacu mereka untuk berani berpendapat, serta menghargai apapun yang mereka ungkapkan.

Cara ini sanggup melatih siswa untuk berguru mendengarkan orang lain, keberanian untuk berbicara dan lebih terbuka pada perbedaan pendapat. Hal ini sangat penting untuk mereka alasannya yakni akan menjadi bekal ketika berinteraksi dengan orang lain, baik itu dengan teman, guru, orang renta atau masyarakat pada umumnya.

Miliki 10 Sifat Ini Semoga Menjadi Guru Idola

1:24:00 AM
Guru yang sanggup menciptakan mereka nyaman dan cepat menangkap pelajaran Miliki 10 Sifat Ini Supaya Menjadi Guru Idola
Guru yang sanggup menciptakan mereka nyaman dan cepat menangkap pelajaran.
Setiap guru mempunyai aksara dan ciri-ciri yang berbeda-beda. Bagi siswa, mereka punya guru idola yang menjadi inspirasi. Guru yang sanggup menciptakan mereka nyaman dan cepat menangkap pelajaran.

Beberapa siswa mengidolakan guru menurut mata pelajaran yang diajarkan. Misalnya saja guru seni dan olahraga, sering disukai alasannya mereka lebih sering banyak mainnya daripada harus berguru bahan yang sulit.

Namun tidak hanya itu, beberapa guru juga sanggup menjadi idola para siswanya alasannya faktor yang lainnya. Berikut ini 10 sifat guru yang menjadi idola siswa ibarat yang lansir dari Tribunnews:

1. Guru yang periang dan ramah

Ciri pertama guru itu sanggup eksklusif menjadi idola kita ialah orangnya periang dan ramah. Guru yang suka menyapa, suka memulai pembicaraan dan menceritakan guyonan. Selain itu, tidak gampang murka juga menjadi salah satu guru yang sanggup jadi idola siswanya.

2. Guru yang gampang bersahabat dengan siswa

Guru yang bersahabat dengan siswa juga merupakan guru idola. Mereka yang hafal dengan nama-nama siswanya dan tidak hanya bertegursapa di kelas saja. Bahkan ia hafal dengan sifat dan kebiasaan siswanya.

3. Guru yang antusias dikala mengajar

Guru yang selalu bersemangat dan antusias dalam mengajar itu menciptakan siswa menjadi ikutan bersemangat di dalam kelas. Bisa dibayangkan, kalau gurunya saja malas-malasan menawarkan materi, siswanya tentu juga malas untuk mendengarkan.

4. Guru yang menghormati dan menghargai

Guru yang hormat dan menghormati itu biasanya mengucapkan kata minta tolong dan terima kasih terima kasih atas tindakan siswa yang diminta. Mereka tidak membentak atau mengeluarkan kata-kata garang pada siswa.

5. Guru yang peduli

Siswa suka dengan guru yang peduli terhadap mereka. Selalu membantu siswa yang membutuhkan bantuan.

6. Guru yang kreatif dan menarik

Menjadi guru yang tidak membosankan dengan cara unik dan menarik menjadi kesukaan para siswa. Guru yang mengajar dengan kreatif dan menarik menjadi idola para siswa.

7. Guru yang melek teknologi

Di kurun digital ini guru juga dituntut untuk selalu update soal teknologi. Guru yang tidak gaptek akan disenangi belum dewasa alasannya mereka sanggup melangsungkan pelajaran dengan lebih cepat dan menarik.

8. Guru yang peka

Menjadi guru itu harus peka terhadap siswanya, tidak cuma dikala ada anak didiknya yang sakit saja. Tapi kalau ada yang belum paham dengan pelajaran dan bahan di kelas, guru juga harus selalu menanyakan pada siswanya.

9. Guru yang menguasai bahan pelajaran

Guru yang handal dan menguasai bahan pelajaran niscaya juga sanggup menjawab setiap pertanyaan yang diajukan oleh siswanya. Kalau gurunya saja tidak bisa, bagaimana mau mengajarkan kepada siswanya.

10. Guru yang mempunyai rasa pengertian

Guru harus punya rasa saling pengertian. Misalnya mau mendapatkan alasan siswa yang ingin meninggalkan pelajaran. Tidak eksklusif murka pada siswa dan menyediakan waktu pemanis untuk mendiskusikan bahan yang sulit.

Pemetaan Kd Kelas 5 K13 Tahun Aliran 2018/2019

12:42:00 AM
masing subtema pembelajaran terdiri dari  Pemetaan KD Kelas 5 K13 Tahun Ajaran 2018/2019
Download pemetaan kompetensi dasar (KD) kelas 5 semester 1 Kurikulum 2013 revisi terbaru.
Kompetensi Dasar (KD) Kelas 5 Semester 1 Tahun pelajaran 2018/2019 ini memakai KD Kurikulum 2013 (K13) revisi 2017. Pada setiap tema terdapat 3 subtema, masing-masing subtema pembelajaran terdiri dari 6 pembelajaran. Setiap pembelajaran pada pemetaan KD kelas 5 semester 1 disusun menurut buku guru kelas 5 Kurikulum 2013 revisi 2017.

Berdasarkan K13 edisi revisi 2017, untuk mata pelajaran PJOK dan mata pelajaran Matematika sudah terpisah dari Tematik. KD dari dua mata pelajaran tersebut sudah terpisah dari buku tema. KD K13 terdiri dari K1-1 (sikap spiritual), KD K13 dari KI-2 (sikap sosial), KD K13 dari KI-3 (Aspek Pengetahuan) dan KD K13 dari KI-4 (Aspek Keterampilan).

Pemetaan KD kelas 5 tahun pedoman 2018/2019 sesuai Kurikulum 2013 revisi terbaru tahun 2017 perlu dilakukan alasannya yakni sanggup mempermudah dalam melaksanakan penilaian hasil berguru penerima didik, mempermudah menciptakan soal evaluasi, mempermudah dalam menciptakan kisi-kisi soal serta sanggup mempermudah dalam melaksanakan analisis soal.

Baca: Promes dan Pemetaan KD Matematika Kelas 5

Berikut ini deskripsi setiap KD Kelas 5 semester 1 menurut muatan mata pelajaran yang harus diajarkan dan dikuasai penerima didik:

KD Muatan Pelajaran PPKn Kelas 5 Semester 1 K13

  • 1.1 Bersyukur kepada Tuhan Yang Maha Esa atas nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari.
  • 2.1 Bersikap tanggung jawab, cinta tanah air, dan rela berkorban sesuai nilai-nilai sila Pancasila.
  • 3.1 Mengidentifikasi nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari.
  • 4.1 Menyajikan hasil identifikasi nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari.
  • 1.2 Menghargai kewajiban, hak, dan tanggug jawab sebagai warga masyarakat dan umat beragama dalam kehidupan sehari-hari.
  • 2.2 Menunjukkan perilaku tanggung jawab dalam memenuhi kewajiban dan hak sebagai warga masyarakat dalam kehidupan sehari-hari.
  • 3.2 Memahami hak, kewajiban dan tanggung jawab sebagai warga dalam kehidupan sehari-hari.
  • 4.2 Menjelaskan hak, kewajiban, dan tanggung jawab sebagai warga masyarakat dalam kehidupan sehari-hari.
  • 1.3 Mensyukuri keberagaman sosial budaya masayarakat sebagai anugerah Tuhan Yang Maha Esa dalam konteks Bhineka Tunggal Ika.
  • 2.3 Bersikap toleran dalam keberagaman sosial budaya masyarakat dalam konteks Bhineka Tunggal Ika.
  • 3.3 Menelaah keberagaman sosial budaya masyarakat.
  • 4.3 Menyelenggarakan acara yang mendukung keberagaman sosial budaya masyarakat.
  • 1.4 Mensyukuri manfaat persatuan dan kesatuan sebagai anugerah Tuhan Yang Maha Esa.
  • 2.4 Menampilkan perilaku jujur pada penerapan nilai-nilai persatuan dan kesatuan untuk membangun kerukunan di bidang sosial budaya.
  • 3.4 Menggali manfaat persatuan dan kesatuan untuk membangun kerukunan hidup.
  • 4.4 Menyajikan hasil penggalian perihal manfaat persatuan dan kesatuan untuk membangun kerukunan.


KD Muatan Pelajaran Bahasa Indonesia Kelas 5 Semester 1 K13

  • 3.1 memilih pokok pikiran dalam teks verbal dan tulis.
  • 4.1 menyajikan hasil identifikasi pokok pikiran dalam teks tulis dan verbal secara lisan, tulis, dan visual.
  • 3.2 mengklasifikasi informasi yang didapat dari buku ke dalam aspek: apa, di mana, kapan, siapa, mengapa, dan bagaimana.
  • 4.2 menyajikan hasil pembagian terstruktur mengenai informasi yang didapat dari buku yang dikelompokkan dalam aspek: apa, di mana, kapan, siapa, mengapa, dan bagaimana memakai kosakata baku.
  • 3.4 menganalisis informasi yang disampaikan paparan iklan dari media cetak atau elektronik.
  • 4.4 memeragakan kembali informasi yang disampaikan paparan iklan dari media cetak atau elektronik dengan dukungan lisan, tulis, dan visual.
  • 3.6 menggali isi dan amanat pantun yang disajikan secara verbal dan tulis dengan tujuan untuk kesenangan.
  • 4.6 melisankan pantun hasil karya pribadi dengan lafal, intonasi, dan ekspresi yang sempurna sebagai bentuk ungkapan diri.
  • 3.7 menguraikan konsep-konsep yang saling berkaitan pada teks nonfiksi.
  • 4.7 menyajikan konsep-konsep yang saling berkaitan pada teks nonfiksi ke dalam goresan pena dengan bahasa sendiri.


KD Muatan Pelajaran IPA Kelas 5 Semester 1 K13

  • 3.1 menjelaskan alat gerak dan fungsinya pada binatang dan insan serta cara memelihara kesehatan alat gerak manusia.
  • 4.1 menciptakan model sederhana alat gerak insan atau hewan.
  • 3.2 memahami organ pernapasan dan fungsinya pada binatang dan manusia, serta cara memelihara kesehatan organ pernapasan manusia.
  • 4.2 menciptakan model sederhana organ pernapasan manusia.
  • 3.3 menjelaskan organ pencernaan dan fungsinya pada binatang dan insan serta cara memelihara kesehatan organ pencernaan manusia.
  • 4.3 menyajikan karya perihal konsep organ dan fungsi pencernaan pada binatang atau manusia.
  • 3.4 menjelaskan organ peredaran darah dan fungsinya pada binatang dan insan serta cara memelihara kesehatan organ peredaran darah manusia.
  • 4.4 menyajikan karya perihal organ peredaran darah pada manusia.
  • 3.5 menganalisis hubungan antar komponen ekosistem dan jaring-jaring makanan di lingkungan sekitar.
  • 4.5 menciptakan karya perihal konsep jaring-jaring makanan dalam suatu ekosistem.


KD Muatan Pelajaran IPS Kelas 5 Semester 1 K13

  • 3.1 mengidentifikasi karakteristik geografis Indonesia sebagai negara kepulauan/maritim dan agraris serta pengaruhnya terhadap kehidupan ekonomi, sosial, budaya, komunikasi serta transportasi.
  • 4.1 menyajikan hasil identifikasi karakteristik geografis Indonesia sebagai negara kepulauan/maritim dan agraris serta pengaruhnya terhadap kehidupan ekonomi, sosial, budaya, komunikasi serta transportasi.
  • 3.3 menganalisis tugas ekonomi dalam upaya menyejahterakan kehidupan masyarakat di bidang sosial dan budaya untuk memperkuat kesatuan dan persatuan bangsa.
  • 4.3 menyajikan hasil analisis perihal tugas ekonomi dalam upaya menyejahterakan kehidupan masyarakat di bidang sosial dan budaya untuk memperkuat kesatuan dan persatuan bangsa.
  • 3.2 menganalisis bentuk bentuk interaksi insan dengan lingkungan dan pengaruhnya terhadap pembangunan sosial, budaya dan ekonomi masyarakat Indonesia.
  • 4.2 menyajikan hasil analisis perihal interaksi insan dengan lingkungan dan pengaruhnya terhadap pembangunan sosial, budaya dan ekonomi masyarakat Indonesia.


KD Muatan Pelajaran SBdP Kelas 5 Semester 1 K13

  • 3.1 memahami gambar cerita.
  • 4.1 menciptakan gambar cerita.
  • 3.2 memahami tangga nada.
  • 4.2 menyanyikan lagu-lagu dalam banyak sekali tangga nada dengan iringan musik.
  • 3.3 memahami tumpuan lantai dalam tari kreasi daerah.
  • 4.3 mempraktekkan tumpuan lantai dalam tari kreasi daerah.
  • 3.4 memahami karya seni rupa daerah.
  • 4.4 menciptakan karya seni rupa daerah.

Dengan pemetaan KD kelas 5 semester 1 tahun pedoman 2018/2019 Kurikulum 2013 sanggup mengetahui kompetensi dasar (KD) Kurikulum 2013 revisi 2018 yang muncul pada pembelajaran semester 1 di kelas 5 SD/MI. Bagi Anda yang membutuhkan pemetaan KD Kelas 5 semester 1 Kurikulum 2013 revisi terbaru sanggup didownload melalui tautan berikut:




Pemetaan KD kurikulum 2013 Kelas 5 semester 1 tersebut setiap muatan pelajaran yang dikutip eksklusif dari buku guru kelas 5 semester 1. Pemetaan kompetensi dasar (KD) kurikulum 2013 kelas 5 semester 1 tahun pedoman 2018/2019 dibentuk dalam format excel yang disusun menurut pembelajaran 1 hingga pembelajaran 6 dalam setiap subtema.

Aturan Kemendikbud Siswa Sd Tidak Boleh Bawa Gadget (Hp)

7:53:00 PM
Aturan Kemendikbud Siswa SD Dilarang Bawa Gadget Aturan Kemendikbud Siswa SD Dilarang Bawa Gadget (HP)
Pembatasan pengunaan gadget biar menghindarkan anak dari paparan konten isu yang tidak layak.
Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) melarang keras siswa SD membawa dan memakai gadget atau gawai menyerupai smartphone (HP) di sekolah. Hal ini dikatakan Chatarina Muliana G, Staf Ahli Menteri Bidang Regulasi Pendidikan dan Kebudayaan Kemendikbud.

"Kami sudah menciptakan aturan, gawai tidak boleh masuk ke lingkungan anak SD. Hanya Sekolah Menengah Pertama dan Sekolah Menengan Atas bisa. Ini alasannya yaitu ada mata pelajaran (mapel) informatika. Itu pun mapel ini hanya sebatas pilihan dan bukan wajib," kata Chatarina.

Partisipasi keluarga dan pendidik sangat penting. Orang bau tanah harus selalu mendampingi anak-anaknya dalam memanfaatkan gadget sebagai salah satu sumber isu digital dengan melaksanakan pembatasan pembatasan tertentu sesuai dengan tingkat umur sang anak.

Sekolah bersama dengan orang bau tanah dan komite sekolah dibutuhkan menyusun tata tertib sekolah untuk melaksanakan pembatasan gawai di sekolah dan memilih kebijakan penggunaan gawai yang sempurna sebagai media pembelajaran bagi masing-masing sekolah.

Baca: Jangan Beri Anak Gadget Sebelum Usianya 14 Tahun

Chatarina menyampaikan pembatasan pengunaan ini biar menghindarkan anak dari paparan konten isu yang tidak layak, menyerupai radikalisme, pornografi, perundungan bullying dan diskriminasi sara, isu palsu atau hoax dan konten negatif lainnya.

"Serta mereduksi dampak negatif penggunaan gawai (gadget) yang sanggup menimbulkan anak mengalami gangguan kesehatan mata dan atau gangguan sikap sosial," kata Chatarina yang kutip dari JPNN (03/09/18).

Kemendikbud berkomitmen untuk mendorong penguatan pendidikan keluarga melalui satuan pendidikan biar berperan aktif menunjukkan pemahaman dalam pembatasan penggunaan gadget pada anak sebagai salah satu sumber ilmu pengetahuan dan isu kasatmata bagi anak.

Guru Sd Dituntut Lebih Kreatif Dan Inovatif

8:34:00 AM
Guru SD Dituntut Lebih Kreatif dan Inovatif Guru SD Dituntut Lebih Kreatif dan Inovatif
Guru harus bisa membuat suasana mencar ilmu yang menyenangkan, kreatif, dinamis, dan dialogis.
Di kurun ke-21 di mana keterampilan komunikasi, bekerja sama, berfikir kritis, dan pemecahan persoalan perlu dikuasai siswa, guru SD (SD) dituntut lebih kreatif dan inovatif dalam menunjukkan bahan pelajaran di kelas.

Hal ini dikatakan anggota Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) Ferdiansyah, ketika sosialisasi kesiapan guru menyongsong pendidikan kurun ke-21 yang digelar oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) melalui Direktorat Pembinaan Guru Pendidikan Dasar.

Dalam aktivitas sosialisasi di Kabupaten dan Kota Tasikmalaya Jawa Barat yang diikuti sebanyak 180 guru SD itu, ia menyampaikan bahwa guru yaitu kurikulum yang sebenarnya, di mana peran guru sangat penting dalam pendidikan anak, terutama di jenjang pendidikan dasar.

"Di kurun ke-21 ini guru harus bisa membuat suasana mencar ilmu yang menyenangkan, kreatif, dinamis, dan dialogis," kata Ferdiansyah yang kutip dari Kompas (15/08/18).

Guru juga diminta juga harus meningkatkan kompetensi dengan aneka macam cara, tidak semata-mata menunggu training dari pemerintah. Bagi guru yang sudah mendapatkan pertolongan profesi guru, jangan segan menyisihkan sebagian pertolongan tersebut untuk meningkatkan kompetensi diri.

Anggota Komisi X  dewan perwakilan rakyat RI itu menegaskan kiprah peningkatan kompetensi guru juga tidak hanya dari APBN, perlu donasi dari organisasi profesi, swasta, dan guru itu sendiri.

Baca: Ini Model Pembelajaran Abad 21, Active Learning

Tujuan aktivitas ini menyiapkan guru pendidikan dasar semoga bisa membekali penerima didiknya dengan keterampilan kurun ke-21. Berbagai bahan perihal keterampilan kurun ke-21, peraturan perihal jam mengajar guru, dan pengembangan profesi guru.

Kepala Subdirektorat Peningkatan Kompetensi dan Kualifikasi Direktorat Pembinaan Guru Pendidikan Dasar Kemendikbud, Elvira, menyampaikan guru perlu meningkatkan kompetensi secara terus-menerus seiring perkembangan zaman.

Guru Harus Sanggup Honor Dan Kesejahteraan Yang Layak

12:29:00 AM
Guru Harus Dapat Gaji dan Kesejahteraan yang Layak Guru Harus Dapat Gaji dan Kesejahteraan yang Layak
Dengan kiprah yang berat, guru harus menerima honor dan kesejahteraan yang layak.
Guru menjadi komponen penting dalam pendidikan sebagai ujung tombak dalam memajukan pendidikan. Untuk membentuk anak yang cerdas, terampil dan memiliki perilaku konkret perlu dididik dengan baik dan terpola. Dalam hal ini, kuncinya terletak pada guru (pendidik) yang dilakukan dalam proses pembelajaran di sekolah. Begitu berat, namun mulia profesi sebagai guru.

Setiap orang menganggap bahwa pekerjaan guru ialah pekerjaan yang memiliki derajat tinggi baik di hadapan Tuhan maupun di hadapan sesama manusia. Dianggap memiliki derajat tinggi alasannya gurulah yang mengukir jiwa dan raga anak insan dalam suatu bangsa. Kemajuan sebuah bangsa sangat ditentukan oleh tingkat kualitas pendidikan.

Pendidikan sanggup menjadi berkualitas, sangat bergantung pada kualitas guru itu sendiri. Guru yang berkualitas memiliki perangkat kompetensi yang mendukung untuk suksesnya kiprah utama dalam pembelajaran di sekolah. Guru harus profesional, baik dalam penguasaan bahan maupun kemampuan mendesain pembelajaran yang sesuai dengan karakteristik bahan yang akan diajarkan.

Tuntutan lain yang harus dipenuhi guru ialah memiliki kepekaan kekerabatan sosial dan memiliki kepribadian yang utuh, dan sanggup dijadikan teladan oleh siswa yang dididik. Ya, itulah kompetensi profesional guru yang total disiapkan oleh setiap orang yang menentukan profesi guru.

Baca: Ini Alasan Kenapa Guru Tetap Kaprikornus Profesi Keren

Tidak hanya itu, sebagai profesi, guru memiliki panggilan jiwa, perilaku dedikasi dan usaha untuk membangun bangsa harus diniatkan secara bundar menjadi abdi negara. Oleh alasannya itu, konsep dasar pemahaman diri sebagai seorang guru profesional sudah betul-betul dilekatkan.

Dengan kiprah yang berat tersebut, konsekuensinya guru harus menerima honor dan kesejahteraan yang layak, baik guru yang berstatus negeri maupun guru swasta. Karena realitasnya, pendidikan di Indonesia tidak hanya sekolah negeri, tetapi sekolah swasta pula. Kesenjangan antara guru negeri dan guru swasta, hingga hari ini menjadi perkara yang butuh penyelesaian.

*) Artikel ini ditulis oleh Maswan, dosen Unisnu Jepara, kandidat doktor Unnes, anggota Dewan Pendidikan Provinsi Jateng. Telah diterbitkan di laman Suara Merdeka dengan judul Beban Guru dalam Mendidik Bangsa.

Kalender Pendidikan Tahun Pelajaran 2018/2019

9:07:00 PM
 Untuk menyamakan persepsi terhadap waktu dalam penyelenggaraan pendidikan selama satu tah Kalender Pendidikan Tahun Pelajaran 2018/2019
Download Kalender Pendidikan (Kaldik) tahun pelajaran 2018/2019 resmi dari Dinas Pendidikan.
Untuk menyamakan persepsi terhadap waktu dalam penyelenggaraan pendidikan selama satu tahun, maka perlu adanya Kalender Pendidikan (kaldik). Dalam rangka memperlihatkan pedoman kepada satuan Pendidikan baik negeri maupun swasta dalam mengatur waktu untuk aktivitas pembelajaran serta untuk mewujudkan efektivitas proses pembelajaran seluruh satuan pendidikan, maka setiap Provinsi tetapkan pedoman Kalender Pendidikan Tahun Pelajaran 2018/2019.

Kalender pendidikan merupakan rambu-rambu aktivitas yang harus disusun oleh satuan pendidikan dalam abad waktu satu tahun. Pada Kalender Pendidikan Tahun Pelajaran 2018/2019 yang dikeluarkan oleh Dinas Pendidikan memuat permulaan dan tamat tahun pelajaran, hari pertama aktivitas pembelajaran. Selain itu diatur pula beban belajar, aktivitas tengah semester, evaluasi hasil belajar, libur sekolah, hari libur pada bulan ramadhan.

Bagi satuan pendidikan satuan pendidikan yang masih memakai Kurikulum 2006, jumlah ahad efektif pertahun sebanyak 34-38 minggu. Masing-masing semester jumlah ahad efektifnya berkisar antara 17 – 19 minggu. Sedangkan bagi satuan pendidikan satuan pendidikan yang seudah memakai Kurikulum 2013, jumlah ahad efektif minimal 36 minggu. Dengan rincian semester ganjil paling sedikit 18 minggu, dan semester genap paling sedikit 14 minggu.

Dalam penyelenggaraan pembelajaran, satuan pendidikan sanggup memilih jumlah hari berguru sebanyak lima atau enam hari perminggu. Jumlah hari berguru efektif fakultatif dalam satu tahun pelajaran sebanyak 3 hari. Dalam Kalender Pendidikan Tahun Pelajaran 2018/2019 ini juga dijelaskan apa yang harus dilakukan oleh kepala sekolah dan guru pada awal tahun dan guru pada awal semester.

Kalender Pendidikan resmi Tahun Pelajaran 2018/2019 sanggup didownload melalui tautan berikut ini:


Satuan pendidikan diberi kewenangan untuk memilih jadwal pelaksanaan aktivitas sesuai dengan karakteristik tempat masing-masing. Hal-hal yang harus diperhatikan pada awal tahun pelajaran yakni Penerimaan Peserta Didik Baru, pengaturan kelas dan penyusunan jadwal pelajaran. Kepala Sekolah berkewajiban menciptakan jadwal Program Kerja Sekolah dan Rencana Kegiatan dan Anggaran Sekolah (RKAS). Sedangkan kewajiban guru menciptakan Program Tahunan dan Semester dan Program Kegiatan Pembelajaran.

Ini 5 Tugas Guru Abad Sekarang Berdasarkan Kemendikbud

8:16:00 AM
 Peran Guru Masa Kini Menurut Kemendikbud Ini 5 Peran Guru Masa Kini Menurut Kemendikbud
Ada lima tugas guru yang harus dikuatkan dalam PPK, adalah sebagai pengajar, katalisator, penjaga gawang, fasilitator, dan penghubung.
Peran guru kini dituntut lebih dari sekadar sumber informasi. Pasalnya, di era digital kini ini para siswa telah mempunyai jalan masuk gosip yang sangat luas. Peran pendidik ibarat yang pernah disampaikan oleh Ki Hadjar Dewantara masih sangat relevan dalam menghadapi era industri 4.0

Bagaimana bagaimana transformasi tugas guru di sekolah sanggup dilakukan? Setidaknya ada 5 tugas guru yang harus dikuatkan dalam Penguatan Pendidikan Karakter (PPK). Seperti yang kutip dari akun resmi instagram Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud), inilah tugas guru masa kini:

1. Pengajar
Guru bisa memberikan mata pelajaran semoga dimengerti dan di dipahami oleh siswa.

2. Katalisator
Guru dibutuhkan bisa untuk mengindentifikasi, menggali dan mengoptimalkan potensi anak didik.

3. 'Penjaga gawang'
Guru membantu anak didik untuk bisa menyaring pengaruh-pengaruh negatif yang ada di lingkungan, termasuk di dunia maya.

4. Fasilitator
Guru membantu siswa menjadi subyek dalam proses pembelajaran, menjadi sobat diskusi dan juga bertukar pikiran.

5. Penghubung
Guru bisa menghubungkan anak didik dengan sumber-sumber yang beragam, baik di dalam maupun di luar sekolah.

Dengan tugas ini, dibutuhkan nantinya guru bisa menyiapkan anak didik untuk mempunyai kecakapan periode 21, adalah 4C: Critical Thinking (berpikir kritis dan analitis), Creative and Innovative (kreatif dan inovatif), Communicative (komunikatif), dan Collaborative (kolaboratif).

Kecerdasan Emosional Dan Perkembangan Sosial

4:04:00 PM
Kecerdasan Emosional dan Perkembangan Sosial Kecerdasan Emosional dan Perkembangan Sosial
Guru harus mengetahui karakteristik emosi dan sikap sosial pada masa usia sekolah dasar.
A. Perkembangan Emosi

1. Pengertian emosi : Emosi sanggup didefinisikan sebagai suatu suasana yang kompleks dan getaran jiwa yang menyertai atau muncul sebelum/sesudah terjadinya sikap (Makmun, 2009:114). Emosi tidak hanya melibatkan perasaan dan pikiran, aspek biologis dan psikologis, namun disertai serangkaian tindakan.

2. Aspek sikap dari suatu emosi ada tiga variabel :
a. Situasi yang menjadikan emosi
b. perubahan-perubahan fisiologis yang terjadi dalam diri individu yang mengalami emosi
c. respon atau reaksi individu yang menyertai emosi.

Masa kanak-kanak disebut sebagai “periode kritis” dalam perkembangan emosi (Hurlock, 2003:213-214). Keadaan emosi pada masa usia sekolah (akhir masa kanak-kanak) umumnya merupakan periode yang relatif damai hingga datangnya masa puber. Namun ada dikala anak sering mengalami emosi yang meninggi menyerupai cepat murka dan rewel, umumnya sulit dihadapi (periode ketidakseimbangan) disebabkan:

1) Faktor fisik (sakit, lelah)
2) Menghadapi lingkungan gres menyerupai dikala anak masuk sekolah
3) Perubahan yang besar pada kehidupan anak, menyerupai perceraian atau janjkematian orangtua.

Emosi yang umum pada masa final kanak-kanak (usia sekolah) ialah marah, takut, cemburu, ingin tahu, iri hati, gembira, sedih, dan kasih sayang.

Menurut Hurlock (2003:211) emosi mempunyai peranan yang penting bagi kehidupan anak lantaran menghipnotis adaptasi langsung dan sosial anak, diantaranya yaitu:

1) Menambah rasa bahagia dan menyiapkan badan untuk bertindak
2) Ketegangan emosi mengganggu keterampilan motorik.
Contoh sanggup mengakibatkan gangguan bicara menyerupai bicara tidak terperinci dan gagap
3) Emosi merupakan bentuk suatu komunikasi dan memperlihatkan kesannya pada ekspresi
wajah, serta mewarnai pandangan anak terhadap kehidupan
4) Emosi mengganggu acara mental.
5) Emosi merupakan sumber evaluasi diri dan sosial.
6) Emosi menghipnotis interaksi sosial.
7) Emosi menghipnotis suasana psikologis.
8) Reaksi emosional apabila diulang-ulang akan berubah menjadi kebiasaan.

Menurut Goleman (1997:57) setiap orang tentu mempunyai kemampuan yang berbeda dalam wilayah kecerdasan emosi. Kecerdasan emosional mempunyai lima wilayah utama, yaitu:

1) Mengenali emosi diri
2) Mengelola emosi.
3) Memotivasi diri sendiri
4) Mengenali emosi orang lain
5) Membina hubungan.

Kualitas-kualitas emosional yang penting untuk mencapai kesuksesan berdasarkan Peter Salovey dan John Mayer diantaranya :

a) empati
b) mengungkapkan dan memahami perasaan
c) mengendalikan amarah
d) kemandirian
e) kemampuan mengikuti keadaan
f) disukai
g) kemampuan memecahkan persoalan antar pribadi
h) ketekunan
i) kesetiakawanan
j) keramahan
k) sikap hormat.

Menurut Hurlock (2003:231) mengendalikan emosi ialah mengarahkan energi emosi ke terusan ekspresi yang bermanfaat dan dapatditerima secara sosial. Dalam mengendalikan emosi, anak harus berguru bagaimana cara menangani rangsangan yang membangkitkan emosi dan bagaimana cara mengatasi reaksi yang biasa menyertai emosi.

B. Perkembangan Sosial

Setelah memasuki sekolah, anak melaksanakan relasi sosial yang lebih luas dengan sahabat sebayanya dibandingkan dengan anak pada masa pra sekolah. Pada masa ini minat terhadap kegiatan keluarga berkurang, sebaliknya minat terhadap kegiatan sahabat sebayanya semakin kuat. Perubahan permainan individual menjadi permainan kelompok yang membutuhkan banyak orang, sehingga pergaulannya semakin luas. Berubahnya minat bermain, impian untuk bergaul dan diterima oleh teman-temannya semakin kuat. Pada masa ini disebut sebagai masa “gang”, yaitu usia dimana kesadaran sosial berkembang pesat. Gang mempunyai kiprah dalam meningkatkan sosialisasi anak, anak berguru berperilaku biar sanggup diterima secara sosial. Menjadi langsung sosial ialah salah satu kiprah perkembangan yang utama dalam periode ini. Anak menjadi anggota kelompok sahabat sebaya dan secara sedikit demi sedikit menggantikan imbas orangtua dalam berperilaku.

a. Bentuk Perilaku yang Paling Umum pada Masa Kanak-kanak Akhir

1) Rentan terhadap penerimaan sosial.
2) Kepekaan yang berlebihan.
3) Sikap sportif dan tanggung jawab
4) Diskriminasi sosial
5) Prasangka
6) Antagonisme jenis kelamin
7) Persaingan terjadi antara anggota dalam kelompok atau antara gang saingannya.
8) Praktis dipengaruhi dan tidak gampang dipengaruhi.
9) Wawasan social

b. Status Hubungan Sosial

Penerimaan sosial bekerjasama dengan kualitas langsung yaitu banyaknya sifat-sifat baik, menarik , dan keterampilan sosial. Ada 3 status sosial, yaitu:

1) Anak popular
Menurut Hartuf (Santrock, 2010:100) anak terkenal ialah sahabat yang terbaik, mempunyai keterampilan sosial yang tinggi, ramah, suka bergaul, bersahabat, sangat peka secara sosial, suka menolong, dan sangat gampang bekerjasama dengan orang lain, mandiri, cenderung riang.

2) Anak yang diabaikan (neglected children)
Ciri-ciri sikap anak yang diabaikan adalah, cenderung menarik diri, jarang bergaul, temannya sedikit, jarang diharapkan oleh temannya.

3) Anak yang ditolak (rejected chidren),
Anak yang ditolak mempunyai ciri menawarkan aksi tinggi, menarik diri, serta kemampuan sosial dan kognitif yang rendah. Anak yang ditolak ada yang bersikap agresif, yaitu menawarkan sikap bergairah yang tinggi, kontrol diri rendah (impulsive), serta sikap menganggu. Adapula yang tidak agresif, perilakunyamenunjukkan melarikan diri, cemas, dan tidak mempunyai keterampilan sosial

C. Kecerdasan Emosi dan Keterampilan Sosial

Kecerdasan emosi dan keterampilan sosial akan membentuk karakter, berdasarkan beberapa hasil penelitian kecerdasan emosi dan keterampilan sosial lebih penting dari inteligensi (IQ) dalam mencapai keberhasilan hidup. Kecerdasan emosi (EQ) menciptakan anak mempunyai semangat yang tinggi dalam berguru atau disukai oleh teman-temannya dalam kegiatan bermain, maka hal itu akan membawa keberhasilan ketika memasuki dunia kerja atau berkeluarga. Menurut Shapiro (1997:175) kecerdasan emosi dan keterampilan sosial sanggup diajarkan kepada anak sesuai dengan usia dan tahap perkembangan anak.

Dalam mengajarkan kecerdasan emosi dan keterampilan sosial sanggup dilakukan antara lain dengan
1) Membina relasi persahabatan
2) Bekerja dalam kelompok
3) Berbicara dan mendengarkan secara efektif
4) Mengatasi persoalan dengan sahabat yang nakal
5) Berempati terhadap orang lain
6) Mencapai prestasi tinggi
7) Memecahkan masalah
8) Memotivasi diri kalau menghadapi masa-masa yang sulit
9) Percaya diri dikala menghadapi situasi yang sulit
10) Menjalin keakraban, dan mengajarkan tata krama

D. Identifikasi kecerdasan emosi dan keterampilan sosial peserta didik

Untuk mengidentifikasi kecerdasan emosi dan keterampilan sosial peserta didik, guru harus mengetahui karakteristik emosi dan sikap sosial pada masa usia sekolah dasar. Cara mengidentifikasi hal tersebut, diantaranya ialah pengamatan, wawancara, angket, tes (lisan tulis dan tindakan), studi okumentasi, angket atau inventori, menyerupai telah dijelaskan di materi perkembangan peserta didik.

Soal Dan Kunci Balasan Modul Pkb Guru Sd Kk A Dan Kk B

4:17:00 PM
Download soal latihan dan kunci tanggapan Modul Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan (PKB) kelompok kompetensi (KK) A dan B.
Pengembangan profesionalitas guru melalui Program Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan (PKB) merupakan upaya Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan dalam upaya peningkatan kompetensi guru. Sejalan dengan hal tersebut, pemetaan kompetensi guru telah dilakukan melalui Uji Kompetensi Guru (UKG) untuk kompetensi pedagogik dan profesional.

Peta profil hasil UKG memperlihatkan kekuatan dan kelemahan kompetensi guru dalam penguasaan pengetahuan pedagogik dan profesional. Peta kompetensi guru tersebut dikelompokkan menjadi 10 (sepuluh) kelompok kompetensi. Tindak lanjut pelaksanaan UKG diwujudkan dalam bentuk Program Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan (PKB) bagi Guru.

Adapun perangkat pembelajaran yang dikembangkan yaitu modul Program Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan (PKB) bagi Guru untuk semua mata pelajaran dan kelompok kompetensi. Dengan modul ini diperlukan kegiatan Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan (PKB) memperlihatkan proteksi yang sangat besar dalam peningkatan kualitas kompetensi guru.

Modul Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan (PKB) bagi Guru jenjang Sekolah Dasar telah terintegrasi Penguatan Pendidikan Karakter (PPK) dan Penilaian Berbasis Kelas, serta berisi materi pedagogik dan profesional yang akan dipelajari oleh penerima selama mengikuti Program Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan (PKB).

Modul Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan (PKB) bagi Guru jenjang Sekolah Dasar kelompok kompetensi (KK) A untuk materi pedagogiknya yaitu Karakteristik dan Pengembangan Potensi Peserta Didik, dan untuk profesionalnya yaitu Penguasaan dan Ketrampilan Berbahasa Indonesia.

Sedangkan Modul Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan (PKB) bagi Guru jenjang Sekolah Dasar kelompok kompetensi (KK) B untuk materi pedagogiknya yaitu TEORI BELAJAR DAN PRINSIP PEMBELAJARAN, dan untuk materi profesionalnya yaitu GENRE DAN APRESIASI SASTRA.

Contoh soal latihan Modul Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan (PKB) bagi Guru jenjang Sekolah Dasar kelompok kompetensi (KK) A dan B yaitu sebagai berikut:

23. Penalaran adab didasarkan pada hukuman. Anak-anak taat alasannya yaitu menghindari hukuman, menaruh
hormat alasannya yaitu melihat sifat yang memberi aturan yang bersangkutan. Merupakan perkembangan adab pada tahap....
A. Orientasi ganjaran
B. Orientasi eksekusi dan ketaatan
C. Orientasi otoritas
D. Orientasi kontrak social

24. Kemampuan untuk memberi makna ibadah terhadap setiap sikap dan kegiatan disebut,,,,
A. kecerdasan majemuk
B. kecerdasan intelegensi
C. kecerdasan spiritual
D. kecerdasan natural

28. Pada umur empat bulan Difa sudah mengucapkan kata ma ma ma dan da, da,da. Tahap pemerolehan bahasa yang terjadi pada Difa adalah...
A. Cooing
B. Babling
C. Holofrastis
D. Telegrafik

36. Kami melakukan diskusi di dalam kelas. Kalimat yang mempunyai teladan yang sama dengan kalimat tersebut adalah:
A. Ibu guru mengajar di kelas
B. Para siswa membaca buku di perpustakaan
C. Adik sedang berenang di Ancol
D. Ayah membaca di teras rumah

48. Pendekatan pengolahan KBM yang berfokus pada pelibatan secara aktif dan kreatif dalam proses pemerolehan hasil berguru yaitu pendekatan....
A. keterampilan proses
B. konstruktivisme
C. inqury
D. Whole Language

Selengkapnya 100 soal latihan dan kunci tanggapan Modul Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan (PKB) bagi Guru jenjang Sekolah Dasar kelompok kompetensi (KK) A dan B sanggup didownload melalui tautan berikut:


Modul Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan (PKB) jenjang Sekolah Dasar ini diperlukan sanggup menjadi materi bacaan wajib bagi para guru untuk sanggup meningkatkan pemahaman perihal kompetensi pedagogik dan profesional terkait dengan kiprah pokok dan fungsinya sehingga bisa meningkatkan prestasi pendidikan anak didik.

Membaca Merupakan Kebutuhan Primer Bagi Guru Dan Penerima Didik

1:15:00 AM
Membaca Merupakan Kebutuhan Primer Bagi Guru dan Perserta Didik Membaca Merupakan Kebutuhan Primer Bagi Guru dan Peserta Didik
Pentingnya membaca bagi guru dan akseptor didik.
Membaca merupakan kegiatan yang sangat memilih masa depan semua kalangan masyarakat alasannya yakni dengan membaca kita sanggup memperoleh sejumlah informasi yang sanggup memacu kita dalam beraktivitas setiap hari. Terutama bagi guru dan akseptor didik gotong royong membaca merupakan suatu kebutuhan utama sepanjang hidup.

Setiap hari bagi seorang guru niscaya dihadapkan dengan acara Kegiatan Belajar Mengajar yang mau tidak mau harus melaksanakan kegiatan membaca sebagai sarana memperoleh pengalaman dan pengetahuan untuk melaksanakan kiprah sebagai guru. Sedangkan bagi akseptor didik setiap hari dihadapkan dengan rasa ingin tahu serta menguasai pengetahuan dan pengalaman yang disuguhkan oleh gurunya.Ini berarti bagi guru dan akseptor didik kegiatan membaca merupakan acara rutin setiap hari.

Bagi Peserta didik usia Sekolah Dasar tentu membaca dibagi menjadi dua kategori antara lain:

1. Bagi kelas bawah akan berlatih mengeja setiap fonem,kemudian menghafal satu demi satu kemudian langkah selanjutnya menggabungkan bunyi, mengenal kata dan menemukan makna bacaan yang dibacanya. Proses untuk mencapai tingkat menemukan makna bagi akseptor didik SD kelas rendah merupakan suatu usaha yang melibatkan banyak pihak di setiap waktu dan kesempatan. Mulai dari guru di depan kelas,teman di samping kiri dan kanan hingga di lingkungan rumah ada santunan tuntunan orang bau tanah dan keluarga yang peduli dengan akseptor didik tersebut.

2. Bagi Peserta Didik kelas atas mendapatkan dan memahami aneka macam informasi melalui kegiatan membaca baik di dalam kelas di bawah tuntunan guru maupun di luar kelas dengan aneka macam upaya dari akseptor didik tersebut untuk mendapatkan informasi melalui aneka macam sumber. Termasuk saran dan bimbingan orangtua di rumah.

Baca: Guru Diminta Makara Teladan Gemar Membaca Buku

Memperhatikan betapa pentingnya membaca bagi guru dan akseptor didik maka dipandang tidak kalah penting juga kalau setiap hari adanya agenda tetap sebagaimana agenda kebutuhan makan dan minum pada umumnya. Jika ini sanggup dilakukan maka guru dan akseptor didik akan merasa lapar dan haus informasi dan pengetahuan ketika setiap hari terlambat membaca di rumah atau di sekolah.

Demikianlah seharusnya membaca menjadi kebutuhan primer bagi guru dan akseptor didik maka suatu ketika akan muncul generasi Indonesia yang luar biasa. Sebab guru SD merupakan Fondasi pembangunan insan Indonesia yang sangat memilih begitu pula Peserta didik SD yakni Bibit unggul yang mesti menerima perhatian serius dari aneka macam kalangan demi menuju Indonesia Emas Tahun 2045 mendatang. Selamat Membaca hari ini. Sambil mengingat moto usang :"Tiada Hari Tanpa Membaca."

*) Ditulis oleh Paulus Pobas,S.Pd. Guru non PNS di SMAS Nasrani 1 SoE.

Buku Panduan Supervisi Pembelajaran Di Sekolah Dasar

1:28:00 AM
Buku Panduan Supervisi Pembelajaran di SD Buku Panduan Supervisi Pembelajaran di Sekolah Dasar
Buku Panduan Supervisi Pembelajaran di Sekolah Dasar.
Keberhasilan sebuah aktivitas apabila pelaksanaannya dilakukan secara sungguh-sungguh, berkesinambungan, pengawasan, pendampingan serta evaluasi. Untuk itu diharapkan layanan supervisi dalam kelangsungan pendidikan terutama dalam proses pembelajaran.

Supervisi merupakan suatu layanan dari atasan kepada bawahan dengan menawarkan pengarahan guna menyebarkan kinerja menjadi lebih baik. Kegiatan supervisi disebut pula sebagai kegiatan mengawasi atau pengawasan.

Supervisi pembelajaran tidak terlepas dari penilaian kinerja guru dalam mengelola pembelajaran. Esensi supervisi pembelajaran sama sekali bukan menilai unjuk kerja guru dalam mengelola proses pembelajaran,melainkan membantu guru menyebarkan kemampuan profesionalisme guru dalam pelaksanaan tugasnya.

Berdasarkan bagaimana cara memahami atau memastikan masalah, darimana datanya diperoleh dan dengan cara apa memperbaikinya, maka dibedakan tiga model supervisi pembelajaran, ialah model saintifik, model artistik dan model Klinis.

Sedangkan menurut cara bagaimana pengawas dan kepala sekolah bersama guru melaksanakan perbaikan dan siapa yang lebih secara umum dikuasai di antara keduanya, maka dibedakan tiga macam pendekatan, ialah direktif, kolaboratif dan non-direktif.

Baca: Kontribusi Kepala Sekolah Terhadap Disiplin Kerja Guru

Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan menerbitkan Panduan Supervisi Pembelajaran di Sekolah Dasar. Buku panduan ini disusun sebagai contoh bagi kepala sekolah, pengawas sekolah, dan guru dalam menyusun program/kegiatan terkait dengan pelaksanaan supervisi di sekolah dasar. Panduan Supervisi Pembelajaran di SD sanggup didownload melalui tautan berikut ini:


Panduan ini sanggup dimanfaatkan oleh banyak sekali pihak dalam mengoptimalkan pelaksanaan supervisi pembelajaran sekolah dasar dalam upaya peningkatan mutu pendidikan secara umum, mutu pembelajaran secara khusus. Di samping itu sanggup dimanfaatkan sebagai upaya dalam meningkatkan aktivitas pengoptimalisasi pelaksanaan supervisi di sekolah.

Sekolah Periode Depan Dan Guru Yang Dibutuhkan

4:20:00 PM
Sekolah Masa Depan dan Guru yang Dibutuhkan Sekolah Masa Depan dan Guru yang Dibutuhkan
Yang paling diharapkan justru guru yang lebih berfungsi sebagai motivator, menjadi role model, yang menginspirasi, serta bisa membangun karakter.
Sistem pendidikan di Indonesia dinilai tidak banyak mengatakan ruang untuk pengembangan diri dan cenderung membelenggu kreativitas anak. Saat ini, bawah umur lebih banyak terbebeban materi pelajaran yang menciptakan daya kritis mereka justru tidak muncul. Hal ini dikarenakan orientasi sekolah hanya untuk memenuhi kebutuhan industrialisasi.

Fungsi pengajar juga belum bisa mengatakan perubahan besar bagi akseptor didik. Guru belum siap mengantarkan anak didiknya untuk menjawab tantangan pendidikan di masa mendatang. Padahal, di kurun disrupsi menyerupai ketika ini yang paling diharapkan justru guru yang lebih berfungsi sebagai motivator, menjadi role model, yang menginspirasi, serta bisa membangun abjad anak didiknya.

Sehingga, perlu ada transformasi fundamental pada sistem pendidikan di negeri ini. Sistem yang maksud berupa pendidikan yang benar-benar mengatakan ruang kreativitas bagi anak dengan para guru yang bisa menjadi motivator dalam meningkatkan kompetensi anak.

Baca: 2 Cara Sederhana untuk Menjadi Guru yang Baik

“Di sinilah, gerakan sekolah menyenangkan hadir dengan mengatakan konsep transformasi melalui penciptaan sebuah ekosistem sekolah yang lebih siap mengantarkan bawah umur didik yang siap menjawab tantangan jaman,” kata Pengamat Pendidikan, Muhammad Nur Rizal yang kutip dari Republika (17/04/18).

Rizal menjelaskan, ada empat prinsip utama ketika sekolah itu menjadi sebuah ekosistem sekolah yang menyenangkan, yakni learning environment, pedagogical practice, character development, dan school connectedness. Keempat prinsip itu yang patut menjadi perhatian bersama demi tumbuh- kembang segala potensi anak.

Sedangkan ekosistem sekolah menyenangkan antara lain mempunyai ruang kegiatan fisik dan emosi, interaksi yang hangat, dan saling menghargai dalam kegiatan belajar, sehigga siswa merasa kondusif dan percaya diri serta pembelajarannya terhubung pada duduk perkara nyata.

Sekolah masa depan memakai metode belajar yang tidak hanya abstraksi membaca buku kemudian ujian. Namun lebih memandang kepada duduk perkara konkret atau tematik dan itu membutuhkan paradigma yang berkembang di masa mendatang. Sekolah yang mengatakan proses pengajaran yang bukan ordering, tapi coaching, melalui pendampingan, guru yang menginspirasi dan memotivasi.

“Oleh alasannya yaitu itu, ekosistem sekolah yang positif ini menjadi penting, demikian halnya teladan pengajaran yang berpusat kepada siswa,” kata Pendiri Gerakan Sekolah Menyenangkan (GSM) tersebut dalam workshop GSM di hadapan 32 perwakilan sekolah dasar (SD) se-Kota Semarang, di aula Gedung Labschool Universitas Negeri Semarang (Unnes).

Juknis Pengisian Blangko Ijazah Sd Tahun 2018

6:21:00 PM
Petunjuk teknis (Juknis) penulisan ijazah atau pedoman pengisian blangko ijazah satuan pendidikan dasar tahun pelajaran 2017/2018
Badan Penelitian dan Pengembangan (Balitbang) Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) telah merilis petunjuk teknis (Juknis) penulisan ijazah atau pedoman pengisian blangko ijazah satuan pendidikan dasar tahun pelajaran 2017/2018. Dalam Buku Pedoman Pengisian Blangko Ijazah Tahun Pelajaran 2017/2018 diatur petunjuk umum dan petunjuk khusus sebagai pola penulisan ijazah untuk tingkat Sekolah Dasar (SD).

Juknis atau panduan serta pedoman pengisian ijazah SD pada tahun pelajaran 2017/2018 sesuai dengan Peraturan Kepala Balitbang Kemendikbud Nomor 016/h/ep/2018 ihwal bentuk, spesifikasi, dan pengisian blangko ijazah. Terdapat tiga jenis ijazah yaitu; ijazah untuk sekolah yang memakai Kurikulum 2006, ijazah untuk sekolah yang memakai Kurikulum 2013, dan ijazah untuk satuan pendidikan kerjasama (SPK).

Perbedaan ijazah untuk sekolah yang memakai Kurikulum 2006, ijazah untuk sekolah yang memakai Kurikulum 2013 terletak pada Daftar Nilai yang terletak di halaman belakang dan isyarat blangko yang terletak di halaman muka. Contoh Kode Blangko Kode Keterangan DN-01 Ma/13 0000001 Kurikulum 2013 dan DN-01 Ma/06 0000001 Kurikulum 2006.

Petunjuk khusus pengisian blangko ijazah SD tahun 2018 dibagi dalam petunjuk pengisian balngko ijazah halaman depan dan dan halaman belakang. Halaman depan berisi ihwal petunjuk penulisan nama Kepala Sekolah, nama siswa, orang tua, tanggal lahir, pengisian nomor induk siswa nasional pemilik ijazah, dan sebagainya.

Sedangkan halaman belakang ijazah memuat nilai siswa, dan identitas siswa. Pengisian nilai rata-rata rapor untuk tingkat SD diambil dari rata-rata nilai semester 7, 8, 9, 10, dan 11. Gabungan nilai rata-rata rapor dengan nilai ujian sekolah berstandar nasional yang perbandingannya ditentukan oleh dinas pendidikan provinsi.

Selengkapnya petunjuk teknis atau pedoman pengisian blangko ijazah untuk tingkat SD tahun pelajaran 2017/2018 dari Balitbang Kemendikbud sanggup didownload di tautan berikut ini:


Ijazah ditulis tangan dengan karakter kapital yang baik, benar, jelas, rapi, gampang dibaca, dan higienis dengan memakai tinta warna hitam yang tidak gampang luntur dan tidak gampang dihapus. Jika terjadi kesalahan dalam pengisian, ijazah dihentikan dicoret, ditimpa, atau di tipe-ex dan harus diganti dengan blangko yang baru.

2 Cara Sederhana Untuk Menjadi Guru Yang Baik

9:09:00 PM
 Cara Sederhana untuk Menjadi Guru yang Baik 2 Cara Sederhana untuk Menjadi Guru yang Baik
Dengan 2 kebiasaan sederhana ini, setiap anak akan kembali kepada fitrahnya, insan yang cerdas.
Seorang peneliti berjulukan Dr. Ethna Reid mempublikasikan hasil penelitiannya, bahwa untuk menjadi guru yang baik ternyata yang paling utama ialah menanamkan 2 kebiasaan.Tim Dr. Reid telah menunjukan bahwa kebiasaan ini sanggup berlaku untuk guru dalam segala usia, gender, lokasi geografis, mata pelajaran, dan hal-hal lainnya.

Kebiasaan pertama seorang guru yang vital ialah penggunaan kebanggaan bukan hukuman. Hindari mematahkan semangat mencar ilmu siswa dengan gerutuan. Kebiasaan kedua ialah guru-guru terbaik memvariasikan metode mengajar antara metode menerangkan dan metode bertanya, segera perbaiki kesalahan murid kalau ada.

Guru terbaik memperlihatkan kebanggaan jauh lebih sering daripada guru yang buruk. Saat mengajar, guru yang kinerjanya jelek seringkali mematahkan semangat siswa dengan gerutuan seperti, “Bukannya gres tadi saya ajarkan? Kok kau udah lupa sih.”

Guru mendukung siswa bahkan yang prestasi belajarnya biasa-biasa saja sehingga kebiasaan mencar ilmu pun tumbuh. Guru-guru terbaik memuji bukan hanya dari hasil ujian, namun dari setiap perkembangan yang murid lewati untuk menjadi lebih baik. Proses mencar ilmu yang murid-murid jalani.

Guru terbaik sering mengubah-ubah cara mengajar dari menerangkan ke bertanya kepada murid-muridnya atau banyak sekali bentuk ujian lainnya. Ketika diperlukan, mereka segera memperbaiki kesalahan muridnya.

Baca: Tips Mengajar yang Menarik dan Menyenangkan Bagi Guru

Guru-guru yang kinerjanya jelek menghabiskan waktu menjelaskan pelajaran secara membosankan kemudian membiarkan siswanya mencar ilmu sendiri, seringkali membiarkan siswa yang mengulangi kesalahan yang sama.

Guru-guru dengan 2 kebiasaan ini bisa mengalahkan statistik dan menciptakan muridnya bahagia mencar ilmu di sekolah. Di rumah, orang bau tanah juga sanggup memakai 2 kebiasaan tersebut untuk mendidik anak. Dengan 2 kebiasaan sederhana ini, setiap anak akan kembali kepada fitrahnya, insan yang cerdas.

Ini Harus Dilakukan Guru Biar Berguru Lancar Dan Menyenangkan

6:57:00 PM
Sebagai sosok yang punya tugas besar di kelas, guru berperan penting dalam penentuan kualitas pendidikan.
Peranan para guru dibutuhkan untuk membuat acara berguru mengajar yang berkualitas di sekolah. Guru harus mempunyai motivasi untuk guru membuatkan kreativitas, inovasi, dan meningkatkan profesionalismenya supaya acara berguru mengajar berkualitas. Guru juga harus mempunyai kemampuan yang baik dalam memanfaatkan pengetahuan dan teknologi dalam proses berguru mengajar untuk menghasilkan siswa berkualitas.

Guru mempunyai andil besar di dalam membangun sebuah generasi. Guru juga insan biasa yang tidak terlepas dari kesalahan dan kekurangan. Namun, bukan berarti tidak belajar. Guru perlu membenahi beberapa hal biar tercipta lingkungan berguru yang kondusif. Berikut hal-hal tersebut yang harus dilakukan guru yang kutip dari Ruang Guru (27/03/18) biar proses berguru jadi lancar, serta menyenangkan.

1. Menyiapkan perangkat pembelajaran

Sebelum mengajar, hendaknya guru sudah mempersiapkan segala hal yang diperlukan. Selain materi, materi ajar, media atau alat pembelajaran pun sebaiknya disiapkan. Tidak perlu budget mahal, alat pembelajaran bisa guru hasilkan dari bahan-bahan bekas di lingkungan sekitar. Semakin kreatif guru, kemungkinan siswa akan antusias terhadap pelajaran pun semakin tinggi.

2. Metode berguru yang variatif

Coba variasikan metode pengajaran yang diterapkan di kelas. Salah satu hal yang bisa dilakukan guru, yakni, pertama, membuat metode berguru gres dan seru. Sehingga, bisa memancing siswa untuk lebih aktif. Guru akan menjadi model atau idola yang dikagumi siswa. Karena guru mengajar dengan memakai metode berguru yang menarik sehingga siswa tidak merasa bosan.

3. Membawa siswa ke dunia nyata

Sebaiknya, dalam penyampaian materi guru tidak hanya sebatas menjabarkan teori. Coba bawa siswa untuk melaksanakan observasi pribadi ke lingkungan sekitar. Dengan demikian, pemahaman siswa terhadap sesuatu pun lebih luas alasannya sudah terjun atau mencicipi sendiri. Tidak ada salahnya guru mencoba mempraktikkan metode pengajaran saintifik.

4. Memerhatikan kemampuan awal siswa

Kelompokkan siswa menurut kemampuannya. Sesuaikan posisi daerah duduk biar siswa nyaman satu dengan yang lainnya. Pembagian kelompok ini ditujukan untuk pengembangan potensi siswa. Pasangkan siswa yang aktif dengan yang agak pasif, siswa yang gemar bicara dengan yang agak pendiam, dan sebagainya.

5. Dekat dengan siswa

Guru juga perlu mengetahui lingkungan siswa di luar sekolah. Misalnya, mengadakan kunjungan ke rumah siswa tau berbicara dengan orang tuanya. Selain itu, sesekali ajak siswa bicara, tidak harus melulu seputar sekolah. Jadilah pendengar yang baik biar siswa menaruh kepercayaan serta terbuka sehingga bisa lebih memahami karakteristik siswa dan tahu cara menghadapinya.

6. Selalu membuatkan diri

Jangan cepat merasa puas. Teruslah kembangkan diri dengan banyak membaca buku, jurnal, referensi, tulis karya ilmiah, ikut seminar dan sebagainya. Cara ini sebaiknya dilakukan biar memperluas wawasan Anda sebagai guru. Juga, banyak melaksanakan pengamatan terhadap bencana di sekitar dan mencari solusi untuk melatih kepekaan.

Cara Cek Kenaikan Pangkat Pns Online Di Laman Bkn

7:04:00 AM
Cara Cek Kenaikan Pangkat PNS Online di Laman BKN Cara Cek Kenaikan Pangkat PNS Online di Laman BKN
Cek NIP dan pangkat PNS seharusnya sesekali dilakukan guru PNS untuk mengecek datanya di database BKN dan Dapodik sudah benar.
Badan Kepegawaian Negara (BKN) telah semenjak dahulu telah menyediakan fitur pada laman websitenya bagi Pegawai Negeri Sipil (PNS) untuk mengecek datanya secara online yang ada di database BKN. Namun, BKN menyediakan laman gres yaitu https://apps.bkn.go.id/ProfilPns untuk melihat data PNS, proses kenaikan pangkat dan proses pensiun.

Pada dasarnya sama saja dengan sebelumnya, Anda hanya perlu memasukkan NIP maka data secara rinci PNS akan ditampilkan dilaman tersebut. Setelah ditampilkan maka yang harus dilakukan yakni cek apakah data PNS tersebut sudah sesuai atau masih terdapat kesalahan, jikalau memang masih terdapat kesalahan data yang telah ditampilkan maka harus segera diperbaiki.

Cek NIP dan pangkat PNS ini memang seharusnya sesekali dilakukan, khususnya bagi guru PNS untuk menyesuaikan apakah data seorang PNS telah sesuai atau belum, alasannya yakni dengan adanya PUPNS atau Pendataan Ulang PNS secara Elektronik (ePUPNS) yang kemudian sering terjadi keluhan perbedaan data antara data di dalam Dapodik dengan database di BKN.

Jika ada kesalahan data yang telah ditampilkan di laman BKN, maka harus segera diperbaiki baik tiba eksklusif ke Badan Kepegawaian Daerah (BKD) setempat maupun memakai Aplikasi berbasis Android My SAPK BKN. Berikut cara cek kenaikan pangkat PNS pada laman gres BKN:

1. Kunjungi laman BKN https://apps.bkn.go.id/ProfilPns/

2. Masukkan NIP anda kemudian ketik isyarat captcha kemudian OK

3. Jika berhasil akan muncul tampilan ibarat berikut ini

Cara Cek Kenaikan Pangkat PNS Online di Laman BKN Cara Cek Kenaikan Pangkat PNS Online di Laman BKN

BKN menerapkan sistem kenaikan pangkat secara otomatis tanpa harus melalui mekanisme pengusulan. Kebijakan ini berlaku untuk PNS struktural dan juga PNS fungsional ibarat guru. Namun demikian, ada beberapa mekanisme yang harus diikuti para guru sebelum kenaikan pangkat secara otomatis. Guru PNS tetap harus mengumpulkan angka kredit untuk sanggup naik pangkat.

Aturan gres terkait kenaikan pangkat PNS yang secara otomatis tiap 4 tahun ini dilakukan dalam rangka mewujudkan reformasi birokrasi (RB) dalam bidang kepegawaian. Pegawai tidak perlu lagi dibentuk sibuk mengusulkan kenaikan pangkat, alasannya yakni BKN setiap empat tahun mengumpulkan daftar nama pegawai yang dianggap layak naik pangkat ke BKD.

Ini Alasan Kenapa Guru Tetap Jadi Profesi Keren

1:28:00 AM
Ini Alasan Kenapa Guru Tetap Makara Profesi Keren Ini Alasan Kenapa Guru Tetap Makara Profesi Keren
Bergelut dalam dunia pendidikan dengan menjadi guru juga tetap sanggup jadi pilihan yang oke.
Dengan semakin majunya zaman memang membuka peluang munculnya banyak profesi baru. Di ranah digital misalnya, kau yang hobi main media umum saja sanggup berpeluang menambah pundi pendapatan dengan menjadi social media specialist.

Sebuah survei yang dilakukan perusahaan berjulukan First Choice menyebutkan harapan menjadi dokter, perawat, ataupun guru tidak lagi populer. Kebanyakan belum dewasa usia kini atau zaman now justru bercita-cita menjadi YouTuber.

Tapi, bergelut dalam dunia pendidikan dengan menjadi guru juga tetap sanggup jadi pilihan yang oke. Ini alasannya yaitu kenapa guru tetap menjadi profesi yang keren bagi kaum millennial, yang lansir dari Kapanlagi (22/03/18).

Mencerdaskan Bangsa Adalah Tujuan Mulia

Sampai sekarang, guru itu tetap menjadi profesi mulia. Guru yaitu profesi yang mengabdikan diri buat mencerdaskan bangsa. Cuma orang-orang yang peduli dengan pendidikan dan terpanggil jiwanya saja yang mau mengabdikan diri sebagai seorang guru. Apalagi tanggung jawabnya juga tidak main-main. Inilah yang jadi alasan jikalau cuma millennial yang keren yang mau jadi guru.

Melepaskan Label Sekolah Zaman Dulu

Siapa bilang guru itu sosok yang membosankan? Millennial yang berprofesi sebagai guru sanggup melepaskan sistem dan metode jadul yang menempel di sekolah zaman dulu. Apalagi metode pembelajaran zaman kini sudah banyak yang berubah. Kamu sanggup memanfaatkan kreativitas yang dimiliki millennial untuk membuat trik berguru yang dengan gampang diserap para murid. Asyik, kan?

Kehidupan Guru yang Terjamin

Guru yang berstatus Pegawai Negeri Sipil alias PNS kini ini punya honor yang bagus, tergantung dari status mereka. Tidak hanyak mendapat honor pokok setiap bulan, ada juga donasi lain yang sanggup menambah pemasukan, mulai dari donasi profesi sampai kinerja. Sekarang terbukti kan jikalau dengan mengabdi menjadi guru pun kau sanggup mempunyai masa depan yang cerah.

Guru Adalah Calon Pasangan Idaman

Sampai sekarang, guru tetap menjadi calon pasangan idaman banyak orang. Sosok guru dikenal punya tanggung jawab, perhatian, disiplin, dan punya visi ke depan. Inilah yang membuat profesi guru selalu jadi calon pasangan idaman banyak orang. Kalau anak orang lain saja dididik dengan penuh kasih sayang oleh guru, apalagi anak kalian nanti!

Tips Mengajar Yang Menarik Dan Menyenangkan Bagi Guru

1:41:00 AM
Guru bisa mentransfer ilmu dengan baik, inovatif, kreatif serta terjadinya interaksi dengan siswa
Guru harus meningkatkan, tidak hanya pengetahuan, tetapi juga ilmu mengajar menyenangkan. Perkembangan teknologi semakin pesat, tentunya ini menjadi tantangan tersendiri untuk para guru dalam mengembangkan metode mengajar memakai teknologi

Guru masih menjadi sumber utama dalam proses berguru mengajar di sekolah. Untuk itu, guru harus tertantang meningkatkan kemampuan di bidang teknologi. Bukan sekedar mengikuti beberapa pelatihan, namun guru juga bisa membuat produk pembelajaran yang menarik.

Relawan Membaca 15 Menit membagikan tips mengajar yang menarik bagi guru. Salah satu hal yang bisa dilakukan guru, yakni, pertama, membuat metode berguru gres dan seru. Sehingga, bisa memancing siswa untuk lebih aktif.

Kedua, mendampingi siswa memanfaatkan teknologi positif. Sehingga, alat teknologi yang dimiliki siswa termanfaatkan untuk pendidikan. Ketiga, guru harus berprinsip, tidak ada lagi siswa yang mengeluh bosan berada di dalam kelas. Sehingga, guru terpacu membuat kelas nyaman.

Guru juga bisa mengajar memakai teknologi yang inovatif, kreatif serta interaksi positif. Keempat, meningkatkan kemampuan mengajar membuat guru menjadi lebih fleksibel, paling tidak mengurasi rasa malas dalam menyiapkan materi ajar. Guru bisa mengajar utuh di dalam kelas dan membuatkan gosip di luar kelas dengan teknologi.

Selanjutnya, kelima, guru akan menjadi model atau idola yang dikagumi siswa. Karena guru mengajar dengan memakai metode yang menarik. Begitupun sekolah akan mendapatkan manfaat dengan SDM guru yang dimilikinya.

Baca juga: Pembelajaran Holistik yang Menyenangkan

Dunia pendidikan dihadapkan dengan aneka macam tantangan, seperti, aktivitas literasi, pendidikan karakter. Sehingga, seharusnya guru bisa mentransfer ilmu dengan baik, inovatif, kreatif serta terjadinya interaksi dengan siswa. Salah satu tujuannya, biar siswa tidak merasa bosan berlama-lama di kelas.

"Mereka akan menikmati suasana belajar. Sehingga sanggup direspon postif oleh para orang renta yang mempercayakan pendidikan anak-anaknya kepada guru dan sekolah," Sekjen Relawan Membaca 15 Menit Budi Firmanysah yang kutip dari Republika (20/03/18).