Showing posts with label Anak Usia SD. Show all posts
Showing posts with label Anak Usia SD. Show all posts

Sebelum Masuk Sd Anak Wajib Paud 1 Tahun

5:36:00 PM
Sebelum masuk SD, belum dewasa harus masuk PAUD dulu
Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) menjadi jadwal prioritas pendidikan nasional. Pemerintah memperlihatkan sumbangan operasional PAUD sebesar Rp 600 ribu per anak. Tahun ini anggaran dana alokasi khusus (DAK) PAUD menjadi Rp 4 triliun. Selain itu, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) telah mengambil kebijakan jadwal wajib PAUD satu tahun sebelum masuk Sekolah Dasar (SD).

"Jadi sebelum masuk SD, belum dewasa harus masuk PAUD dulu. Ini semoga belum dewasa dapat menyesuaikan diri dengan lingkungan sekolah," kata Direktur Jenderal PAUD dan Pendidikan Masyarakat (Dikmas) Kemendikbud, Harris Iskandar yang kutip dari JPNN (27/02/18).

Pemerintah juga fokus untuk menyediakan sarana dan prasarana serta akomodasi PAUD untuk daerah-daerah terdepan, terluar, terpencil (3T) termasuk di wilayah perbatasan. Bantuan ini berupa alat permainan edukatif dan pembangunan unit gedung gres (UGB) PAUD. Selain itu, jadwal PAUD gres bagi desa-desa yang belum mempunyai serta membuatkan mutu forum sebanyak 12.459 PAUD.

"Kualitas guru PAUD juga kami tingkatkan. Ada 11.398 guru PAUD yang akan mendapat pendidikan dan pelatihan," kata Harris.

Upaya mencapai sasaran tersebut sudah dimulai dengan program satu desa satu PAUD. Menurutnya, capaian jadwal tersebut cukup menggembirakan. Sampai tahun 2017 tercatat 70,50 persen atau sebanyak 56.739 desa mempunyai PAUD, dari total 80.476 desa yang ada di seluruh Indonesia.

Wajib Minimal 1 Tahun Paud Sebelum Masuk Sd

5:09:00 PM
Pencanangan Penuntasan Ikut PAUD Minimal Satu Tahun Pra SD Wajib Minimal 1 Tahun PAUD Sebelum Masuk SD
Pencanangan Penuntasan Ikut PAUD Minimal Satu Tahun Pra SD.
Sebagai dasar pembangunan insan berkualitas, pendidikan anak usia dini (PAUD) akan besar lengan berkuasa pada penurunan angka drop out kelas awal SD (SD) dan meningkatkan prestasi belajar. Hal ini dikatakan Direktur Jenderal PAUD dan Dikmas Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Harris Iskandar.

PAUD berkualitas ialah alat yang paling ampuh untuk memformat kualitas insan yang membangun secara berkelanjutan kesehatan dan kesejahteraan manusia, lingkungan, dan ekonomi juga akan menghipnotis kualitas kehidupan. Pencanangan Penuntasan Ikut PAUD Minimal Satu Tahun Pra SD harus segera dilaksanakan di seluruh wilayah Indonesia.

“Format kualitas insan harus anggun sedini mungkin diperbaiki, alasannya memilih generasi mendatang,” kata Harris yang kutip dari Okezone (06/02/18).

Kedepannya pemerintah baik pemerintah sentra maupun pemerintah kawasan beserta masyarakat harus sanggup menjamin anak wanita dan pria mempunyai saluran terhadap perkembangan dan perkembangan dan pengasuhan anak usia dini, pengasuhan, pendidikan prasekolah dasar yang berkualitas, sehingga mereka siap untuk menempuh pendidikan dasar.

Baca: Belajar Calistung Sebelum Waktunya Bisa Rusak Tatanan Otak

Direktur Pembinaan PAUD, Ella Yulaelawati berharap melalui banyak sekali pertolongan dari pemerintah pusat, pemerintah kawasan sanggup berkomitmen secara konkret dan substantif untuk memajukan PAUD di wilayahnya masing-masing. Pemerintah sentra telah membantu dengan menawarkan Bantuan Operasional Penyelenggaraan (BOP) PAUD.

Anak-Anak Sd Ini Berenang Di Sungai Demi Ke Sekolah

6:49:00 PM
anak SD Ini Berenang di Sungai Demi ke Sekolah Anak-anak SD Ini Berenang di Sungai Demi ke Sekolah
Anak-anak rela menyeberangi sungai selebar 30 meter dengan cara berenang demi dapat hingga ke sekolah.
Semangat anak-anak ini untuk menempuh pendidikan layak diacungi jempol. Mereka rela menyeberangi sungai selebar 30 meter dengan cara berenang demi dapat hingga ke sekolah. Hal yang sama juga dilakukan dikala mereka pulang sekolah.

Sebelum menyeberangi sungai, belum dewasa Desa Pimping, Kecamatan Tanjung Palas Utara, Kabupaten Bulungan terlebih dahulu melepas baju sekolah. Setelah itu, mereka berenang. Satu tangan diangkat sambil memegang pakaian sekolah.

Sementara itu, buku atau peralatan sekolah dititipkan di pondok petani yang berada di bersahabat sekolah biar tidak basah. Anak-anak Desa Pimping mengaku menyeberangi sungai biar dapat lebih cepat datang di sekolah.

“Rumah jauh dari sekolah. Kalau mau ke sekolah saya dan teman-teman berenang melewati sungai,” ujar salah satu pelajar berjulukan Kia yang kutip dari JPNN (20/11/17).

Kalau jalan kaki lewat jalan yang jauh itu dapat satu jam. Sedangkan kalau lewat sungai setengah jam sudah hingga di sekolah. Mereka gres menentukan berjalan kaki melalui jalan lain ketika air sungai pasang.

“Kalau air tidak pasang dapat saja kami berenang lewat sungai alasannya ialah tidak terlalu dalam dan arus juga tidak deras," kata Burhan, abang kelas Kia.

Anak-anak ini harus menyeberangi sungai alasannya ialah orang tuanya tidak mempunyai kendaraan untuk dapat mengantar ke sekolah melalui kanal lainnya. Masyarakat yang melihat belum dewasa ke sekolah dengan menyeberangi sungai merasa prihatin.

“Setiap saya di ladang niscaya ketemu mereka ketika pulang dari sekolah. Biasanya mereka membungkus seragam dengan plastik hitam biar tidak basah,” kata Markus, petani yang kerap melihat belum dewasa menyeberangi sungai.

Presiden Menyebarkan Taktik Belajarnya Ketika Sekolah

8:23:00 PM
Presiden Berbagi Strategi Belajarnya Saat Sekolah Presiden Berbagi Strategi Belajarnya Saat Sekolah
Presiden menceritakan pengalamannya ketika masih sekolah, di mana waktu belajarnya selalu melebihi teman-temannya.
Presiden Joko Widodo (Jokowi) berpesan kepada para siswa untuk terus mencar ilmu tanpa kenal lelah. Hal ini dikatannya ketika menyerahkan 1.539 Kartu Indonesia Pintar (KIP) kepada siswa SD, SMP, SMA, Sekolah Menengah kejuruan dan juga jadwal Keseteraan (Paket A, Paket B, dan Paket C) se-Kabupaten Malang.

"Saya titip, mencar ilmu yang baik. Habis Subuh belajar, pulang sekolah belajar, malam hari belajar. Kalau mau bakir mesti menyerupai itu," kata Jokowi yang kutip dari JPNN (05/06/17).

Mantan Walikota Solo itu lantas menceritakan pengalamannya ketika masih sekolah, di mana waktu belajarnya selalu melebihi teman-temannya.

"Saya ingat waktu kecil, aku tanya ke teman. Kamu mencar ilmu berapa jam? dua jam. Saya empat jam. Kamu berapa jam? empat jam. Saya delapan jam," kata Jokowi.

Baca juga: Presiden Restui Full Day School

Tak lupa, Presiden juga berpesan biar para siswa selalu meningkatkan ibadah kepada Tuhan Yang Maha Esa. Bagi yang muslim, salatnya harus rajin. Kemudian sering berolahraga supaya sehat. Di simpulan acara, Jokowi juga memperlihatkan kuis berhadiah sepeda kepada siswa yang hadir.

Program Gizi Anak Sekolah Menyasar 100.000 Siswa Sd

3:39:00 PM
 Wowon Widaryat menyebutkan jumlah target ProGAS tahun ini yaitu siswa Program Gizi Anak Sekolah Menyasar 100.000 Siswa SD
Program Gizi Anak Sekolah (ProGAS) tahun 2017 diluncurkan dengan menyasar 100.000 siswa sekolah dasar (SD).
Pemerintah meluncurkan Program Gizi Anak Sekolah (ProGAS) tahun 2017. Program ini akan menyasar 100.000 siswa sekolah dasar (SD). Direktur Pembinaan SD (Direktur PSD) Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) Wowon Widaryat menyebutkan jumlah target ProGAS tahun ini yaitu siswa-siswi SD dari 563 sekolah di 11 kabupaten.

Pemilihan lokasi target ProGAS didasarkan pada kategori kawasan terdepan, terluar, dan tertinggal (3T), serta termasuk dalam kategori 1 dan 2 pada Peta Ketahanan dan Kerentanan Pangan Indonesia. 11 kabupaten target ProGAS berada di lima provinsi yaitu Banten, Nusa Tenggara Timur (NTT), Maluku, Papua Barat, dan Papua.

"Kurangnya asupan sarapan itu berdampak pada status gizi buruk, konsentrasi berguru menurun, dan ketahanan fisik menurun. Akibatnya kualitas berguru anak menurun," kata Wowon yang lansir dari laman kemdikbud.go.id (03/06/17).

Baca: Anak Perlu Sarapan Sebelum Belajar di Sekolah

ProGAS merupakan salah satu bentuk intervensi Kemendikbud untuk menjawab permasalahan banyaknya bawah umur sekolah yang tidak mendapat asupan sarapan yang memadai. Berdasarkan hasil penilaian ProGAS yang telah dilaksanakan pada tahun 2016, terjadi peningkatan kualitas berguru dan fisik anak.

Strategi yang dilaksanakan Kemendikbud biar ProGAS tahun ini berhasil yaitu menciptakan nota kesepahaman dengan para kepala kawasan peserta program. Kepala kawasan dituntut menyiapkan anggaran dari dana APBD mereka untuk membiayai agenda ini pada tahun kedua. Selain itu para kepala kawasan juga dituntut mendukung pembuatan kebun sekolah dan penguatan pendidikan aksara melalui penyesuaian hidup sehat dan bersih.

Ini Ancaman Gendong Tas Ransel Terlalu Berat

5:14:00 PM
Inilah Bahaya Gendong Tas Ransel Terlalu Berat Ini Bahaya Gendong Tas Ransel Terlalu Berat
Asalkan berada dalam beban rekomendasi yakni 10-15 persen dari berat tubuh anak.
Hasil penelitian menyatakan menggendong tas ransel yang bermuatan terlalu berat tak anggun bagi kesehatan anak. Para ilmuwan dari Spanyol itu menemukan hal ini sanggup menunjukkan tekanan besar pada tulang belakang dan punggung sehingga menjadikan sakit punggung.

Seperti yang lansir dari Antara (09/03/17), peneliti mengusut 78 belum dewasa sekolah, 43 orang di antaranya yaitu anak wanita di daerah Granada, Spanyol. Mereka kemudian menguji persentase lemak para partisipan dan massa otot mereka.

Peneliti juga mengusut berat tas sekolah partisipan untuk mengetahui hubungannya dengan berat tubuh mereka. Hasilnya ditemukan, satu dari empat anak wanita membawa beban lebih dari 20 persen dari berat badannya dalam tas sekolah mereka.

"Dua puluh tiga persen belum dewasa wanita membawa ransel di atas 20 persen dari berat tubuh mereka, jauh sekali dari berat yang dianjurkan," kata Eva Orantes, penulis utama studi dari University of Granada.

Anak-anak lebih baik mengunakan jenis tas yang beroda (troli) atau wheelie ketimbang tas ransel. Menurut peneliti, hal ini untuk meminimalisir sakit punggung jawaban membawa beban yang lebih berat, sebab sanggup melindungi punggung.

Baca juga: Seperti Inilah SD (SD) di Jepang

Hampir setengah dari belum dewasa membawa tas dengan bobot yang melebihi yang direkomendasikan. Sebagian besar belum dewasa yang menjadi partisipan studi mengakui merasa lelah saat mengenakan tas ransel dan lebih mungkin untuk menderita sakit punggung.

"Mengingat hasil studi ini, kami sanggup menyampaikan bahwa menarik troli, asalkan berada dalam beban rekomendasi yakni 10-15 persen dari berat tubuh anak, lebih bermanfaat ketimbang memakai ransel dengan berat yang sama," terang Orantes.

Hore... Sabtu-Minggu Libur, Siswa Sd-Smp Dapat Piknik

1:53:00 AM
Orangtua sanggup mengajak anaknya untuk traveling di Indonesia yang sangat kaya kawasan wisata Hore... Sabtu-Minggu Libur, Siswa SD-SMP Bisa Piknik
Orangtua sanggup mengajak anaknya untuk traveling di Indonesia yang sangat kaya kawasan wisata ini.
Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) akan menerapkan kebijakan baru, siswa SD dan Sekolah Menengah Pertama diliburkan pada Sabtu-Minggu. Kebijakan ini diambil untuk mengoptimalkan referensi pendidikan abjad yang akan diterapkan di seluruh Indonesia.

Setiap Sabtu dan Minggu, Kemendikbud tetapkan tidak ada acara di sekolah, waktunya berkumpul dengan keluarga. Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhadjir Effendy berharap, waktu luang itu sanggup dimanfaatkan oleh orangtua siswa.

Baca juga: Siswa SD dan Sekolah Menengah Pertama akan Libur pada Sabtu-Minggu

"Sabtu-Minggu alasannya yaitu tidak ada waktu sekolah akan jadi hari keluarga. Orangtua sanggup mengajak anaknya untuk traveling di Indonesia yang sangat kaya kawasan wisata ini," kata Mendikbud yang kutipdari Merdeka (08/11/16).

Hal ini dilakukan salah satunya untuk meningkatkan tingkat pertumbuhan pariwisata domestik. Kemendikbud akan kerjasama dengan kementerian pariwisata sehingga jumlah wisatawan akan meningkat. Kemendikbud akan menciptakan kalender budaya yang menunjukkan gosip event kebudayaan di seluruh Indonesia selama satu tahun.

"Dengan kembalinya Direktor Kebudayaan yang selama ini berada di bawah kementerian pariwisata justru saya ingin akan sanggup bersinergi," kata Mendikbud.

Anak Tidak Naik Kelas Murni Alasannya Ialah Kesalahan Guru

3:55:00 PM

Anak Tidak Naik Kelas Murni Karena Kesalahan Guru Anak Tidak Naik Kelas Murni Karena Kesalahan Guru
Kesalahan guru, lantaran guru tidak sanggup mengenali murid-muridnya dengan baik.
Masih banyaknya anak sekolah dasar (SD) yang tidak naik kelas, berdasarkan Rektor Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) Rochmat Wahab, ialah murni lantaran kesalahan guru. Sebab guru tidak sanggup mengenali murid-muridnya dengan baik. Guru mengajar tidak sesuai dengan kondisi anak, sehingga terjadi pemaksaan sistem pendidikan pada anak.

Seperti yang lansir dari Berita Satu (15/10/16), Rochmat mengharapkan, pemerintah harus lebih memperhatikan guru yang mengajar untuk kelas awal. Pasalnya, jikalau terjadi penyimpangan, tentu akan merusak sistem pendidikan nasional secara keseluruhan.

Rochmat menyayangkan, kebijakan guru dan sekolah yang masih memberlakukan budaya tidak naik kelas khususnya pada anak kelas 1-3. Berdasarkan data Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan pada tahun 2015/2016, terdapat 422.082 orang siswa SD yang tidak naik kelas. Ini menunjukkan ketidakonsistenan pendidikan Indonesia.

"Jika benar ada banyak sekolah yang masih memberlakukan sistem tinggal kelas, tentu tidak konsisten dengan arah pendidikan kita. Di satu sisi, pemerintah menghapus UN semoga tidak membebani siswa, tapi di sisi lain siswa tetap dibebani dengan hukuman tidak naik kelas," kata Rochmat.

Baca juga: Ciri-ciri Guru Kreatif yang Profesional

Menurutnya anak usia 0-9 tahun tidak sanggup dipaksa untuk berguru dengan keras, dipaksa berguru pengetahuan sesuai kurikulum. Anak dengan usia yang masih muda harus diberi kebebasan sehingga kurikulumnya harus alamiah. Sistem pendidikan yang dipakai ialah pendekatan yang tidak terlalu formal. Anak harus dididik senatural mungkin sehingga tidak menjadi sebuah beban.

Menanamkan Budaya Tempat Pada Anak Sekolah Dasar

6:56:00 PM
Menanamkan Budaya Daerah Pada Anak SD Menanamkan Budaya Daerah Pada Anak Sekolah Dasar
Cara menanamkan cinta budaya di antaranya melalui tarian tempat dengan mengenakan busana sopan santun daerah.
Salah satu cara menanamkan cinta budaya di antaranya Tarian Daerah dengan mengenakan Busana Adat Daerah yang di tanah air ini banyak ragamnya. Seperti halnya dilakukan di SD SDK Melo, Kecamatan Mbeliling Kabupaten Manggarai Flores NTT, menggelar pentasan dikala HUT RI Ke- 71 di Kecamatan Mbeliling.

Baca juga: Cinta Bahasa Indonesia Bukti Nasionalisme

Kegiatan ini akan menambah wawasan dan pengetahuan anak mengenai pakaian sopan santun yang ada di Indonesia terlebih khusus Daerah Manggarai. Selain itu meningkatkan rasa nasionalisme, cinta tanah air dan menumbuhkan percaya diri pada anak. Lewat peragaan Tarian Daerah dengan busana tempat atau sopan santun ini.

Tari tradisional rakyat ialah representasi dari kearifan lokal setiap daerah. Di dalam tarian tradisional terkandung nilai-nilai budaya kerakyatan yang positif. Rasa cinta kepada alam, semangat gotong royong, pendidikan keimanan, dan sumber perekonomian rakyat digambarkan secara dinamis melalui perpaduan gerak dan musik yang khas.

Seni ialah pengalaman dalam bentuk medium indrawi yang menarik dan di tata dengan rapi, yang di wujudkan untuk di komunikasikan dan di renungkan. Seni ialah karya insan yang sanggup menimbulkan rasa bahagia dalam rohani kita.

Salah satu tarian yang cukup populer di Manggarai Flores NTT ialah Tarian Potong Padi yang dipadukan dengan Tarian Menanam Jagung di Ladang. Tarian ini mengekspresikan bagaiaman para petani memotong padi dan membersikan padi dengan sumbangan angin dengan sumbangan nyiru, sedangkan Tarian Tanam Jagung mengekspresikan para petani yang sedang menaam jagung dengan gaya memegang skop kecil yang bertangkai Panjang.

Tari merupakan salah satu bentuk kesenian yang mempunyai media ungkap atau substansi gerak, dan gerak yang terungkap ialah gerak manusia. Gerak- gerak dalam tari bukanlah gerak realistis atau gerak keseharian, melainkan gerak yang telah diberi bentuk ekspresif.

*) DITULIS OLEH FLORIANUS JONI, S. Pd. GURU SD NEGERI BAMBOR, KECAMATAN MBELILING KABUPATEN MANGGARAI BARAT - FLORES - NTT

Sd Dihentikan Melaksanakan Tes Masuk Dalam Bentuk Apapun

3:52:00 PM
SD Dilarang Melakukan Tes Masuk Dalam Bentuk Apapun SD Dilarang Melakukan Tes Masuk dalam Bentuk Apapun
Sekolah tidak boleh melaksanakan tes masuk dalam bentuk apapun.
Semua SD (SD) tidak boleh memberlakukan tes kepada calon siswa dalam penerimaan peserta didik gres (PPDB) tahun fatwa 2016/2017. Hal ini dikatakan Kepala Dinas Pendidikan Dasar Bantul, Daerah spesial Yogyakarta, Totok Sudarto.

"Untuk penerimaan peserta didik gres (PPDB) tingkat SD masih memakai umur calon siswa. Sekolah tidak boleh melaksanakan tes masuk dalam bentuk apapun," kata Totok yang kutip dari Republika (19/06/16).

Calon siswa gres bisa pribadi mendatangi sekolah dengan mengajukan syarat registrasi yang ditentukan. Dia mengatakan, sekolah melaksanakan seleksi penerimaan siswa gres hanya menurut umur.

"Sekolah melaksanakan seleksi menurut umur, anak yang sudah berumur tujuh tahun wajib diterima, sementara yang masih enam tahun sanggup diterima dengan kuota. Makara sekolah prioritas yang sudah umur tujuh tahun," kata Totok.

Selain umur, jarak daerah tinggal calon siswa dengan lokasi sekolah juga dipertimbangkan, meski tidak ada jarak maksimal, namun sekolah diminta memperhatikan warga terdekat sekolah untuk mengurangi kemudian lintas.

Baca juga: Bukan Ijazah TK, Usia Syarat Utama Masuk SD

Terkait SKTB (surat keterangan taman belajar) dari Taman Kanak-kanak (taman kanak-kanak), ia menyampaikan tidak menjadi syarat, artinya bisa dilampirkan atau tidak dan sekolah tidak boleh melaksanakan tes kemampuan di TK.

Download Formulir Penerimaan Peserta Latih Gres Sd

2:06:00 AM
Download Formulir Penerimaan Peserta Didik Baru SD Download Formulir Penerimaan Peserta Didik Baru SD
Download pola formulir penerimaan peserta didik gres (PPDB) untuk jenjang SD.
Di awal tahun pelajaran baru, akan dilaksanakan aktivitas penerimaan peserta didik gres (PPDB). Untuk itu, sekolah membentuk panitia PPDB untuk mendapatkan pendaftaraan calon peserta didik baru.

Baca: Usia Ideal Anak Untuk Masuk SD Tujuh Tahun

Untuk mendapatkan data calon peserta didik baru, sekolah menyediakan atau menciptakan formulir registrasi untuk mengakomodir kelengkapan data manajemen dari calon peserta didik gres yang akan terdaftar di sekolah nantinya.

Seorang guru melalui laman websitenya (dadangjsn.com) telah membagikan pola formulir PPDB atau yang dulu dikenal dengan PSB (Penerimaan Siswa Baru). Format file dari formulir PPDB bagi SD ini dalam format Word dengan ukuran F4.

File formulir PPDB tersebut sanggup diedit, menyesuaikan identitas sekolah dan bagian-bagian lain yang diperlukan. Formulir registrasi peserta didik gres untuk jenjang SD sanggup didownload melalui tautan berikut:


Data yang harus diisi orang renta peserta didik gres pada formulir PPDB ini sudah sesuai dengan format-format yang diisikan pada aplikasi Dapodik (Data Pokok Pendidikan) untuk jenjang SD.

Pada formulir juga terdapat kolom checklist kelengkapan berkar registrasi dari calon peserta didik seperti: Pas photo, Akta Kelahiran atau Surat Ket. Lahir, Kartu Keluarga (KK), KPS/KKS (jika menerima), dan Ijazah PAUD/TK.

Usia Ideal Anak Untuk Masuk Sd Tujuh Tahun

3:50:00 AM
Usia Ideal Anak Untuk Masuk SD Tujuh Tahun Usia Ideal Anak Untuk Masuk SD Tujuh Tahun

Usia ideal anak untuk masuk SD (SD) yaitu tujuh tahun. Pada masa itu anak dinilai sudah siap secara fisik dan psikologis. Hal ini dikatakan Kepala Dinas Pendidikan Nasional Sumatra Selatan, Widodo.

"Sebenarnya usia ideal masuk SD yaitu tujuh tahun, beberapa negara di ASEAN dan Eropa juga menerapkan hal itu atas pertimbangan kesiapan psikologis anak," kata Widodo yang kutip dari Republika (23/05/16).

Baca juga: Bukan Ijazah TK, Usia Syarat Utama Masuk SD

Namun, ia menyampaikan Indonesia mempunyai kebijakan bahwa usia lima tahun delapan bulan sudah bisa. Ketentuan usia minimal lima tahun delapan bulan ini bukan berlaku mutlak, tapi harus diubahsuaikan dengan kuota sekolah bersangkutan.

Hal ini terkait dengan ketentuan pemerintah yang mengharuskan untuk mendahulukan anak usia enam tahun ke atas. Dia mencontohkan, kalau kuota 10 tapi yang daftar gres 8 anak, tentunya boleh saja mendapatkan anak usia lima tahun delapan bulan.

Para orangtua dibutuhkan sanggup memahami keadaan ini mengingat terdapat keterbatasan jumlah sekolah di beberapa tempat. Namun, kalau ketentuan ini tidak berlaku dengan baik, maka dibutuhkan masyarakat untuk melapor ke dinas setempat.

"Jika ada anak usia enam tahun ke atas tidak diterima, sedangkan ada anak usia yang dibawahnya justru diterima, maka laporkan saja," kata Widodo.

Cara Sekolah Jepang Mendidik Anak Menjadi Mandiri

4:29:00 AM
Cara Sekolah Jepang Mendidik Anak Kaprikornus Mandiri Cara Sekolah Jepang Mendidik Anak Menjadi Mandiri
Mandiri akan menciptakan anak merasa lebih percaya diri dan cendekia dalam melaksanakan banyak hal.
Kemandirian perlu diajarkan sedini mungkin pada anak. Perilaku anak sanggup dibuat dari efek lingkungan sekolah. Bila anak mandiri, hal ini tentunya akan menciptakan anak merasa lebih percaya diri dan cendekia dalam melaksanakan banyak hal.

Sebagai negara maju, Jepang bisa mendidik bawah umur yang mempunyai aksara kuat, khususnya dalam hal kemandirian. Berikut beberapa cara sekolah Jepang mendidik bawah umur dengan cara sederhana supaya menjadi anak berdikari yang lansir dari Kaskus (25/02).

Baca juga: Seperti Inilah SD (SD) di Jepang

Di sekolah Jepang, makan siang disiapkan di dapur oleh para koki yang dipekerjakan. Mereka memakai bahan-bahan makanan segar, bukan makanan beku. Tapi para anak yang mengantarkan kereta makanan tersebut ke kelas-kelas mereka sendiri dan menyajikannya kepada teman-teman sekelasnya.

Setelah makan siang, para anak pun membersihkan piring-piring mereka sendiri, kemudian melanjutkan kiprah bersih-bersih dengan membersihkan debu, nyapu, mengepel lantai kelas mereka, lorong kelas, dan juga seluruh kawasan lain di sekolah.

Guru SD Kyoko Takishima menjelaskan bahwa bawah umur melaksanakan ini untuk membangun kepercayaan diri dan untuk mempersiapkan diri mereka menuju kedewasaan. Beberapa penulis di The Japan Times, menjelaskan bahwa hal ini juga membantu bawah umur untuk lebih menghargai lingkungan sekitar mereka.

Sekolah-sekolah di Jepang mempunyai kebiasaan yang sangat menarik. Sekelompok siswa kelas 6 dikirim ruangan kelas 1 untuk membantu adik-adik kelas mereka membersihkan ruangan kelas. Banyak sekolah yang menyajikan interaksi antara kelas atas dan kelas yang lebih rendah.

Para guru percaya siswa yang lebih renta perlu membantu bawah umur yang lebih muda. Dan bawah umur kecil tersebut butuh role model yang lebih tua. Menurut anak-anak, mereka harus melaksanakan itu, alasannya itu ruangannya. Mereka merasa bahagia alasannya mendapat pujin dan ucapan "terimakasih".

Jangan Beri Anak Banyak Pr, Ini Imbas Buruknya

4:15:00 PM
Inilah Dampak Buruk Jika Anak Diberi Banyak PR Jangan Beri Anak Banyak PR, Ini Dampak Buruknya
Mengerjakan PR bagi anak dalam usia tersebut tidak hanya tidak menawarkan manfaat sama sekali bagi prestasi akademik anak.
Pekerjaan rumah (PR) yang berlebihan menciptakan bawah umur tidak sanggup menikmati masa kanak-kanak. Hal ditulis oleh Nancy Kalish dan Sara Bennet dalam bukunya “The Case Against Homework: How Homework is Hurting Our Children and What We Can Do About It”.

Seperti yang  kutip dari CNN Indonesia (10/01/16), dengan terlalu banyak PR menciptakan anak merasa terbebani sehingga PR menjadi sesuatu yang bukannya membangun bawah umur namun malah menciptakan pengalaman yang jelek untuk anak-anak.

Baca juga: Guru Memberi PR Pada Siswa, Tepat atau Keliru?

PR yang berlebihan juga sanggup berdampak pada kehidupan keluarga. Karena PR, anak menjadi tidak sempat untuk meluangkan waktu bersama keluarga menyerupai makan malam bersama atau berpergian bersama keluarga.

Interaksi antara anak dan orangtua tidak akan jauh dari pembicaraan atau bahkan perdebatan mengenai kiprah dari sekolah. PR yang terlalu banyak juga sanggup menciptakan anak membenci sekolah, alasannya ialah mereka harus banyak menghabiskan waktu untuk mengerjakan PR.

Sebuah studi terbaru yang lansir dari Kompas (10/01/16) juga mengemukakan bahwa bawah umur sekolah dasar cukup umur ini mempunyai terlalu banyak PR yang harus mereka kerjakan.

Menurut para peneliti, kondisi ini merupakan sebuah kondisi yang buruk. Sebab, usia kanak-kanak merupakan periode usia dimana anak berbagi kemampuan sosialisasi dan motoriknya. Kedua kemampuan tersebut akan terbatas jika waktu terlalu banyak dihabiskan untuk mengerjakan PR.

"Harga yang harus dibayar terlalu mahal. Data memperlihatkan bahwa mengerjakan PR bagi anak dalam usia tersebut tidak hanya tidak menawarkan manfaat sama sekali bagi prestasi akademik anak. Namun, ada bukti bahwa hal ini akan mengganggu perilaku mereka terhadap sekolah, nilai, kepercayaan diri, kemampuan sosial, dan kualitas hidup," kata Stephanie Donaldson-Pressman, eksekutif klinis New England Center for Pediatric Psychology, Amerika Serikat.

Berdasarkan aliran National Education Association dan Natiomal Parent-Teacher Association, ada sebuah hukum yang dinamakan "Aturan 10 Menit". Maksudnya ialah 10 menit waktu untuk mengerjakan PR per tingkat kelas setiap malam. Artinya, siswa kelas 1 mempunyai waktu 10 menit setiap malam untuk mengerjakan PR, 20 menit untuk kelas 2, dan seterusnya sampai 120 menit untuk siswa kelas 12.

Anak-anak akan lebih gampang untuk mengerti sebuah konsep apabila ia diberikan waktu untuk menuntaskan 5 duduk masalah dibandingkan dengan diburu oleh waktu untuk mengerjakan 50 soal.

Orang tua, khususnya guru harus menyadari menawarkan terlalu banyak PR tidak baik untuk anak-anak. Kepala Sekolah pun juga sebaiknya mengerti perspektif serta opini ini, sehingga menciptakan peraturan ataupun kebijakan tertentu yang tidak membebani anak.

Faktor Yang Menghipnotis Proses Dan Hasil Berguru Anak Di Sekolah

6:50:00 PM
Faktor yang Mempengaruhi Proses dan Hasil Belajar Anak di Sekolah Faktor yang Mempengaruhi Proses dan Hasil Belajar Anak di Sekolah
Faktor-faktor yang menghipnotis kegiatan berguru siswa di sekolah tersebut tidak sanggup dilihat satu persatu.
Tugas utama seorang pendidik atau guru SD yakni membuat suasana berguru dan proses pembelajaran yang kondusif. Artinya menyiapkan dan mengorganisasikan banyak sekali faktor menyerupai kesiapan berguru anak, materi, metode, sarana, media, dan sebagainya sehingga memungkinkan anak berguru untuk mencapai tujuan pembelajaran yang ditetapkan sebelumnya oleh guru.

Untuk sanggup melaksanakan kiprah tersebut dengan sukses, seorang guru harus memahami faktor-faktor yang menghipnotis proses berguru anak di sekolah. Pemahaman seorang guru wacana hal ini sangatlah penting mengingat misi utama sebagai guru khususnya guru SD yakni membuat suasana dan proses berguru yang kondusif.

Baca juga: Pengalaman Masa Lalu Berpengaruh Terhadap Minat Belajar Siswa

Menurut pendapat para pakar wacana faktor yang menghipnotis proses berguru siswa di sekolah sangatlah bervariasi antara pakar yang satu dengan yang lain. Mereka mengemukakan rumusan yang berbeda-beda tergantung pada penekanannya masing-masing. Dengan memakai pendekatan sistem, Aby Syamsudin Makmun (1995) mengemukakan 3 (tiga) faktor yang menghipnotis proses dan hasil berguru siswa di sekolah, yaitu;

1. Faktor Input (masukan)
Faktor ini meliputi (a) raw input atau masukan dasar yang membuatkan kondisi individual anak dengan segala karakteristik fisik dan psikis yang dimilikinya (b) instrumental input atau masukan instrumental yang meliputi guru, kurikulum, materi dan metode, sarana san fasilitas, (c) enviromental input atau masukan lingkungan yang meliputi lingkungan fisik, geografis, sosial, dan lingkungan budaya.

2. Faktor Proses
Faktor proses ini menggambarkan bagaimana ketiga jenis input yang disebutkan diatas saling berinteraksi satu sama lain terhadap acara berguru anak.

3. Faktor Output
Adalah perubahan tingkah laris yang diharapkan terjadi pada anak sehabis anak melaksanakan acara belajar.

Sebagai seorang pendidik pastinya memahami bahwa pembelajaran dipandang sebagai suatu proses membantu anak untuk menemukan dan mengubah sikap dan eksklusif dimana anak membuatkan gagasan, sikap, pengetahuan, apresiasi dan keterampilan sesuai dengan standar kompetensi dan kurikulum SD yang telah ditetapkan. Rochman Natawidjaja (1984) mengemukakan 5 (lima) unsur yang menghipnotis kegiatan berguru siswa di sekolah yaitu;

1. Unsur tujuan
2. Pribadi siswa
3. Bahan pelajaran
4. Perlakuan guru, dan
5. Fasilitas.

Kegiatan berguru siswa merupakan perpaduan dari kelima unsur tersebut. Keberhasilan berguru mungkin akan kurang kalau salah satu unsur itu tidak memadai.

Hubungan antara kegiatan berguru siswa dengan unsur-unsur yang mempengaruhinya sanggup saya uraikan sbagai berikut;

A. Faktor Anak
Anak disini harus diposisikan sebagai titik sentral dari sejumlah proses pembelajaran di sekolah. Anak bukan ember kosong tetapi juga bukan miniatur orang dewasa. Anak yakni individu atau kesatuan jiwa yang utuh yang tengah tumbuh dan berkembang dalam banyak sekali aspek perkembangannya. Anak usia SD tentunya mempunyai kebutuhan dan karakteristik perkembangan yang berbeda dengan siswa Sekolah Menengah Pertama dan SMA.

B. Faktor Guru
Guru yakni faktor kunci dalam kegiatan berguru anak di sekolah. Guru mempunyai peranan yang sangat penting dalam keseluruhan acara pendidikan di sekolah. Guru merupakan manajer pembelajaran yang memutuskan tujuan tujuan pembelajaran, membuat planning pembelajaran, melaksanakan pembelajaran secara efektif, menguasai materi dan metode pembelajaran, mengevaluasi proses dan hasil belajar, memotivasi dan membantu tiap anak untuk mencapai prestasi berguru secara optimal sesuai dengan tingkat perkembangan dan kesempatan yang dimiliki anak. Untuk sanggup menjalankan fungsi dan kiprahnya guru harus mempunyai kompetensi yang dipersyaratkan meliputi kompetensi pedagogik, kompetensi profesional, sosial dan kompetensi personal secara terintegrasi.

C. Faktor Tujuan
Tujuan yakni sesuatu yang harus dicapai sehabis anak melaksanakan acara belajar. Tujuan ini haruslah dirumuskan sebelum pembelajaran dilaksanakan, jadi tujuan ini harus ditetapkan pada tahap perencanaan pembelajaran. Tujuan juga harus dirumuskan secara terang dan terukur biar seorang guru sanggup memotivasi anak untuk mencapai tujuan tersebut serta sanggup diukur dan menilai tingkat keberhasilan berguru anak.

D. Faktor Bahan Pembelajaran
Bahan pembelajaran yakni sesuatu yang harus disusun dan disiapkan sedemikian rupa oleh guru biar gampang diakses dan dipelajari oleh semua anak. Cakupan materi dan tingkat kesukarannya harus diubahsuaikan dengan kebutuhan dan karakteristik perkembangan individu anak. Selain itu materi pelajaran juga harus dikemas dengan baik dengan memakai metode pembelajaran yang inovatif dan kreatif yang akan menantang anak untuk berguru dengan serius tetapi tetap menyenangkan.

E. Faktor Ekonomis dan Administratif
Faktor ini meliputi aspek sarana ruang kelas, fasilitas, dan peralatan yang dibutuhkan dalam pembelajaran di sekolah termasuk banyak sekali sumber belajar. Semuanya harus gampang diakses dan dipakai oleh anak SD biar tujuan pembelajaran sanggup dicapai secara optimal.

Akhirnya, perlu dipahami sebagai seorang guru, faktor-faktor yang menghipnotis kegiatan berguru siswa di sekolah tersebut tidak sanggup dilihat satu persatu alasannya yakni didalam prakteknya semua unsur tersebut akan terintegrasi dalam interaksi pembelajaran yang diupayakan guru.

*) Ditulis oleh Imron Ashari, guru honorer di SD negeri di wilayah Kecamatan Lumbir, Kabupaten Banyumas

Strategi Untuk Mengenal Abjad Penerima Didik

1:10:00 AM
Strategi untuk Mengenal Karakter Peserta Didik Strategi untuk Mengenal Karakter Peserta Didik
Untuk lebih mengenal akseptor didik, guru sanggup melaksanakan pendekatan psikologis terhadap anak.
Semua orang suka terhadap hal-hal yang baik, mendengar yang baik, melihat yang baik dan melaksanakan hal yang baik-baik. Perilaku baik dalam Agama Islam disebut akhlakul karimah atau dikenal dengan sebutan kecerdikan pekerti merupakan perbuatan mulia yang semestinya dimiliki oleh setiap insan. Dengan adab yang baik insan akan bisa melaksanakan tugasnya sebagai kholifah di muka bumi dengan sempurna, bisa menjalin kekerabatan yang baik antar sesama sekalipun berbeda suku, ras, sosial dan agama.

Baca juga: Mengenal Tipe Kepribadian Peserta Didik

Guru harus bisa menjadi pelaku kebaikan, teladan bagi anak didiknya dan juga memperlihatkan motifasi kepada mereka untuk berbuat baik, guru bisa mencontoh sifat-sifat terpuji nabi dalam melaksanakan aktifitasnya sebagai pendidik.

Seorang guru bertanya dalam hatinya, mengapa belum dewasa selalu ribut kalau ia pergi meninggalkan ruangan kelas untuk keperluan yang tidak lama, bahkan ketika ia berada di dalam kelaspun ada saja anak yang menciptakan kegaduhan. Apakah ia kurang berwibawa atau memang abjad anak didik yang sulit diatur?

Kasus mirip ini sering terjadi ketika para guru melaksanakan proses mencar ilmu mengajar, akseptor didik yang kurang memperhatikan pelajaran, kurang semangat, tidak mengerjakan pekerjaan rumah, ribut di ruangan kelas dan kegaduhan lainya yang menggangu proses belajar.

Hendaknya pendidik menyadari bahwa anak didik bukanlah botol kosong yang siap untuk di isi, bukan sebuah robot yang hanya mematuhi program–program tertentu, atau secarik kertas yang siap untuk dipakai menulis. Anak ialah karunia dewa yang diibaratkan sebagai flora kecil mungil indah bersemi yang perlu dirawat, diberikan pupuk sehingga bisa menghasilkan sesuatu yang berharga baik bagi dirinya maupun bagi orang lain.

Ada beberapa taktik semoga para guru sanggup memahami karakteristik akseptor didik semoga tercapainya tujuan belajar, diantaranya:

1. Kenalilah akseptor didik lebih dalam, mengenal bukan sekedar mengetahui, mengenal merupakan proses yang harus dijalani dengan cara yang cendekia dan bijaksana, ia membutuhkan waktu yang relatif lama. Untuk lebih mengenal akseptor didik, guru sanggup melaksanakan pendekatan psikologis terhadap anak, mewawancarai, bertanya menganai hal-hal langsung anak sanggup memperlihatkan solusi bagaimaca cara atau metode pengajaran yang harus dilaksanakan, diskusi, ceramah, Tanya jawab, inkuiri dan metode lainnya.

2. Perlakukan akseptor didik secara masuk akal dan adil. Disadari bahwa dalam satu kelas terdapat puluhan bakat, sifat, abjad yang berbeda yang perlu perlakuan dengan adil. Adil bukan berarti sama rata, guru harus memperlakukan setiap muridnya dengan bijak, membantu mereka yang perlu dibantu dengan bahagia hati dan penuh kasih sayang tanpa membeda-bedakan jenis kelamin, latar belakan, aspek sosial dan lain-lain. Perlakuan yang masuk akal dari seorang pendidik akan membawa image kasatmata bagi guru dan semangat kebersamaan dan kekeluargaan bagi akseptor didik.

3. Masuki dunia mereka, dan jadilah sahabatnya yang paling baik. Untuk mengetahui talenta dan abjad anak didik seyogyanya para guru menjadi bab dari mereka, bermain bersama mirip layaknya mereka bermain, bernyanyi, dan mejadi sahabat yang baik, sehingga peserta didik tidak merasa sungkan atau malu.

*) Ditulis oleh Ayi Wahyudin, Guru SDN Cikidang UPTD TKSD Kec. Rancabali Kab. Bandung

Cara Memotivasi Anak Sd Semangat Untuk Belajar

4:50:00 PM
Cara Memotivasi Anak SD Semangat untuk Belajar Cara Memotivasi Anak SD Semangat untuk Belajar
Untuk memotivasi anak sekolah dasar (SD) belajar, maka orangtua harus terlibat langsung.
Anak yang semangat dan ulet mencar ilmu dan mempunyai nilai akademis baik di sekolah yaitu impian dari setiap orangtua. Untuk itu, aneka macam perjuangan dilakukan para orangtua. Ada yang mengikutkan anak untuk kursus tambahan, dan tidak sedikit orangtua yang berperan pribadi menjadi pembimbing belajar.

Untuk memotivasi anak sekolah dasar (SD) belajar, maka orangtua harus terlibat langsung. Caranya, orangtua harus peduli dan tertarik dengan pelajaran anak. Lalu, biasakan berkomunikasi dengan anak, menyerupai meminta mereka untuk menceritakan apa yang dipelajari di kelas.

Selain itu, seorang psikolog berjulukan Roslina Verauli yang kutip dari Kompas (15/11/15) mengatakan, orangtua juga harus menjadi teladan untuk anak-anak. Tak sanggup dimungkiri bahwa hal pertama yang dicontoh anak yaitu apa yang mereka lihat pada orangtua mereka.

"Coba baca buku, koran, atau buku pelajaran di depan anak semoga mereka sanggup mencontoh kebiasaan baik yang serupa," kata Roslina.

Roslina mengingatkan, orangtua jangan malas menemani anak belajar. Dengan menemani anak mencar ilmu sanggup menciptakan hati si kecil bangga alasannya yaitu diperhatikan, sehingga lebih bersemangat belajar. Baca juga: 5 Tips Memotivasi Anak Belajar di Rumah

Bahasa Inggris Tidak Sempurna Dipelajari Siswa Sd

7:53:00 AM
Bahasa Inggris Tidak Tepat Dipelajari Siswa SD Bahasa Inggris Tidak Tepat Dipelajari Siswa SD
Bahasa Inggris tidak sempurna dipelajari siswa SD apalagi TK, hal ini akan mengacaukan kemampuan berbahasa anak.
Mata pelajaran (mapel) Bahasa Inggris tidak sempurna dipelajari siswa SD apalagi TK. Hal ini dikatakan Kepala Badan Bahasa Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) Mahsun. Menurutnya Bahasa Inggris sebetulnya lebih sempurna dipelajari di tingkat Sekolah Menengah Pertama atau sederajat.

"Mempelajari bahasa Inggris itu sebetulnya di SMP," kata Mahsun di sela-sela Seminar dan Lokakarya Kebahasaan Adat dengan tema “70 Tahun Negara Berbahasa Indonesia: Merajut Kebhinekaan Bangsa Menuju Bahasa MEA”, menyerupai yang kutip dari Republika (18/08/15).

Mahsun mengingatkan mempelajari mapel itu tidak pantas diterapkan di SD, Taman Kanak-kanak maupun PAUD. Hal ini akan mengacaukan kemampuan berbahasa anak nantinya. Penerapan mapel itu sudah ada dalam aturan. Menurutnya mapel Bahasa Inggris tidak diharuskan dipelajari pada tingkat SD.

Baca juga: Eksklusivitas Pelajaran Bahasa Inggris

Mengenai sekolah internasional, penggunaan Bahasa Inggris dalam komunikasi juga tidak diwajibkan. Kecuali kalau seluruh siswanya merupakan warga negara asing. Mahsun menyampaikan sekolah label internasional itu bukan dilihat komunikasi bahasanya tetapi kualitasnya.

Anak Diwajibkan Ikut Tk Sebelum Masuk Sd

9:13:00 AM
UNESCO memang mengharuskan bawah umur berguru dulu satu tahun sebelum masuk SD.
Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) tahun depan mewajibkan anak mengikuti pendidikan anak usia dini (PAUD) yakni Taman Kanak-kanak (TK) dan kelompok bermain, sebelum masuk SD (SD).

Kebijakan mengikuti agenda pendidikan di Taman Kanak-kanak ini alasannya ialah perintah Badan urusan pendidikan di PBB; UNESCO yang mewajibkan pembelajaran setahun sebelum masuk SD.

"UNESCO memang mengharuskan bawah umur berguru dulu satu tahun sebelum masuk SD," kata Mendikbud Anies Baswedan yang kutip dari JPNN (21/06/15).

Kemendikbud telah mengkaji kebijakan dari UNESCO tersebut. Proses berguru satu tahun pra-SD itu diwadahi di TK. Tetapi kewajiban mengikuti agenda Taman Kanak-kanak secara nasional belum dapat diterapkan tahun ini.

Kemendikbud akan menjalankan agenda rintisan wajib PAUD yang digulirkan di 83 kabupaten atau kota. Program rintisan ini akan dievaluasi dan asilnya akan menjadi landasan kebijakan lebih lanjut.

Anies menyampaikan sebelum diputuskan Taman Kanak-kanak menjadi bab dari agenda wajib belajar, pihaknya akan memastikan dulu jumlah sekolahnya cukup. Jumlah sarana pendidikan anak usia dini dikala ini masih sekitar 73 ribu unit, ini masih kurang.

Bukan hanya urusan fisik atau infrastruktur sekolah, Kemendikbud juga akan merombak kurikulum atau metode berguru di TK. Saat ini bawah umur di Taman Kanak-kanak sudah cenderung diajari bahan baca, tulis, dan hitung (calistung).

Menurut Anies, dikala ini bawah umur di Taman Kanak-kanak sudah diajarkan calistung semoga lolos seleksi masuk SD. Dia menegaskan Taman Kanak-kanak itu bukan persiapan untuk masuk SD. Di Taman Kanak-kanak sendiri, ada konten pembelajaran yang harus ditanamkan, ibarat penanaman huruf jujur, mandiri, dan sejenisnya.

Baca juga: Ini yang Seharusnya Dipahami Pendidikan di TK

Menteri yang juga mantan rektor Universitas Paramadina itu, ketika nanti jenjang Taman Kanak-kanak menjadi bab dari agenda wajib belajar, bahan calistung di Taman Kanak-kanak akan direduksi bahkan dihapus. Jenjang Taman Kanak-kanak akan dikembalikan ke taman, yaitu porsi bawah umur bermain kembali diperbanyak.

Anies meminta seluruh guru Taman Kanak-kanak juga harus mematuhi bahwa konten bermain sambil berguru harus diperkuat. Kondisi yang terjadi di Taman Kanak-kanak pada umumnya dikala ini adalah, bawah umur diajar berguru sambil bermain.

Bukan Ijazah Tk, Usia Syarat Utama Masuk Sd

4:01:00 PM
Pokoknya anak yang usianya sudah tujuh tahun harus diutamakan terlebih dahulu dan mereka tidak dites.
Ijazah Taman Kanak-kanak (TK) bukan menjadi persyaratan wajib bagi calon siswa gres yang akan melanjutkan ke jenjang SD (SD). Tidak ada syarat khusus untuk masuk SD kecuali hanya diseleksi menurut usia saja.

Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Pangkalpinang Edison Taher menyampaikan yang terpenting untuk masuk SD yaitu telah berusia enam hingga tujuh tahun dengan melampirkan sertifikat kelahiran.

"Pokoknya anak yang usianya sudah tujuh tahun harus diutamakan terlebih dahulu dan mereka tidak dites. Tetapi berbeda dengan sekolah inklusi," kata Edison yang kutip dari Tribunnews (17/06/15).

Sesuai dengan usianya, masuk SD diutamakan bagi siswa yang sudah berusia tujuh tahun keatas. Jika sudah terakomodir gres mendapatkan siswa yang usianya tahun. Baca juga: Dilarang Memberi Tes Calistung Untuk Masuk SD

Bagi siswa yang usianya di bawah enam tahun harus ada tes psikologi dari psikolog profesional. Hasil tes tersebut akan menjadi pertimbangan untuk masuk SD, apakah sudah bisa atau belum untuk mengikuti pelajaran di SD.