Showing posts with label Ujian Sekolah. Show all posts
Showing posts with label Ujian Sekolah. Show all posts

Kisi-Kisi Ujian Sekolah Usbn Sd/Mi Tahun 2018

7:19:00 PM
 tetapkan kebijakan gres untuk ujian simpulan di jenjang sekolah dasar  Kisi-Kisi Ujian Sekolah USBN SD/MI Tahun 2018
Download Kisi-Kisi Ujian Sekolah USBN SD/MI Tahun 2017/2018
Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) tetapkan kebijakan gres untuk ujian simpulan di jenjang sekolah dasar (SD), yakni dengan menerapkan ujian sekolah berstandar nasional (USBN). USBN di tingkat SD/MI tahun pelajaran 2017/2018 hanya menguji tiga mata pelajaran, yakni Bahasa Indonesia, Matematika, dan Ilmu Pengetahuan Alam (IPA).

Pada USBN tahun 2018, sebesar 20 persen sampai 25 persen soal disiapkan oleh Pusat sebagai soal jangkar (anchor), dan 75 persen sampai 80 persen disiapkan oleh guru yang tergabung dalam kelompok kerja guru (KKG). Format ujian ini berbeda dengan US/M yang sebanyak 25 persen soal oleh Pusat, dan 75 persen soal disiapkan oleh guru dan dikoordinasikan oleh Dinas Pendidikan.

Kisi-Kisi USBN untuk SD/MI tahun pelajaran 2017/2018 yang sudah dirilis. Kisi-kisi ini dipakai sebagai contoh dalam penyusunan soal USBN SD/MI tahun 2018 yang memakai bahan irisan dari Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) atau Kurikulum 2006 dengan Kurikulum 2013. Kisi-kisi USBN SD/MI tahun pelajaran 2017/2018 sanggup didownload melalui tautan berikut ini:


Format kisi-kisi USBN SD/MI tahun 2018 memuat level kognitif dan ruang lingkup materi. Level kognitif tersebut meliputi, pengetahuan dan pemahaman, aplikasi, dan penalaran. Lingkup bahan Bahasa Indonesia terdiri dari membaca sastra, nonsastra, menulis, dan menyunting kata. Lingkup bahan Matematika terdiri dari bilangan, geometri dan pengukuran, dan pengolahan data. Sedangkan lingkup bahan IPA yaitu, mahkluk hidup dan lingkungannya, struktur dan fungsi makhluk hidup, benda dan sifatnya, bumi dan alam semesta.

KISI-KISI USBN SD/MI TAHUN PELAJARAN 2017/2018

Mata Pelajaran : BAHASA INDONESIA
Jenjang : SD/MI
Kurikulum : 2006/2013 (IRISAN)

Level Kognitif
Pengetahuan dan Pemahaman

  • Mengidentifikasi
  • Menentukan
  • Memaknai


Lingkup Materi
Membaca Nonsastra
Peserta didik dapat:

  • menentukan makna kata/istilah pada teks 
  • menentukan antonim/sinonim 
  • menggali gosip tersurat teks 
  • menentukan unsur teks (kalimat utama/penjelas).

Pembuatan Soal Usbn Sd Lebih Melibatkan Guru

6:05:00 AM
Pembuatan Soal USBN SD Lebih Melibatkan Guru Pembuatan Soal USBN SD Lebih Melibatkan Guru
Proses pembuatan soal USBN tingkat SD akan lebih melibatkan guru setempat atau Kelompok Kerja Guru (KKG).
Menteri Pendidikan, Muhadjir Effendy memastikan bahwa pembuatan soal Ujian Sekolah Berstandar Nasional (UASBN) tingkat SD (SD) yang akan dilaksanakan tahun 2018 ini akan melibatkan para guru setempat.

"Guru harus membikin soal, dan soalnya lalu juga dibimbing supaya lebih berkualitas. Kaprikornus konteksnya untuk guru terkait USBN ibarat itu," kata Muhadjir yang kutip dari Jawa Pos (21/01/18).

Selama ini guru-guru tidak bisa menciptakan soal. Ketika nanti menerima training dan bimbingan, ia berharap guru-guru akan lebih berkompeten. Sehingga Mendikbud berharap guru tidak lagi mengambil soal dari Lomba Kompetensi Siswa atau bimbingan belajar.

Kemendikbud melihat proses pembuatan soal USBN tingkat SD ini akan lebih melibatkan guru setempat atau Kelompok Kerja Guru (KKG). Sebanyak 75-80 persen soal ujian disiapkan oleh guru mata pelajaran pada satuan pendidikan.

Baca: Soal USBN SD, 90 % Pilihan Ganda dan 10 % Esai

Meskipun butuh pembiasaan di lapangan, Kemendikbud ingin percaya dengan kemampuan guru. Hal ini berdasarkan Mendikbud baik untuk didukung alasannya ialah akan berdampak faktual bagi pendidikan secara nasional.

"Tahun depan nanti akan kami evaluasi, apakah sudah siap atau bisa saja sebagian ditambah lagi atau semua mapel diUSBNkan. alasannya ialah itu kami evaluasi," kata mantan Rektor Universitas Muhamadiyah Malang ini.

Inilah Perubahan Usbn Jenjang Sd Tahun 2018

6:46:00 AM
Pelaksanaan Ujian Sekolah Berstandar Nasional (USBN) di jenjang SD tak jauh berbeda dari tahun sebelumnya. Sejak tahun 2008 siswa SD telah melakukan ujian selesai sekolah dengan soal yang telah disiapkan oleh sentra dan tempat setempat. Pada tahun 2008 hingga 2013, ujian selesai tersebut dinamakan Ujian Akhir Sekolah Berstandar Nasional (UASBN). Lalu diubah lagi, menjadi Ujian Sekolah/Madrasah yang mengujikan Bahasa Indonesia, Matematika, dan IPA.

Direktur Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) Hamid Muhammad menyatakan gres tahun 2018 ini istilahnya jadi USBN, yang secara perdana ditambah dengan soal uraian atau esay. Pembuatan soal, evaluasi dan pengawasan akan menjadi tanggungjawab utama pemerintah tempat dan satuan pendidik setempat. Naskah soal USBN jenjang SD disusun oleh guru pada satuan pendidikan yang dikonsolidasikan di KKG.

Berikut perubahan ujian jenjang SD sederajat

 siswa SD telah melakukan ujian selesai sekolah dengan soal yang telah disiapkan oleh pus Inilah Perubahan USBN Jenjang SD Tahun 2018
 siswa SD telah melakukan ujian selesai sekolah dengan soal yang telah disiapkan oleh pus Inilah Perubahan USBN Jenjang SD Tahun 2018
 siswa SD telah melakukan ujian selesai sekolah dengan soal yang telah disiapkan oleh pus Inilah Perubahan USBN Jenjang SD Tahun 2018
 siswa SD telah melakukan ujian selesai sekolah dengan soal yang telah disiapkan oleh pus Inilah Perubahan USBN Jenjang SD Tahun 2018

Dokumen perubahan USBN SD 2018 sanggup diunduh di sini.

Waktu pelaksanaan USBN di seluruh jenjang pendidikan tidak akan digelar serentak. Artinya, sekolah diberi kebebasan menentukan waktu yang sempurna untuk menggelar USBN, asalkan semua pelajaran telah tersampaikan. Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan (Balitbang) Kemendikbud Totok Suprayitno mengatakan, kebijakan tersebut diputuskan sebagai bentuk implementasi dari Undang-Undang perihal otonomi daerah.

Bobot soal pilihan ganda dan esay pada USBN dipastikan berbeda. Namun, penentuan bobot soal tersebut juga akan diserahkan kepada setiap Kelompok Kerja Guru (KKG) sebagai pembuat soal untuk menentukan. 10 persen soal USBN SD yaitu esai. Guru mempunyai hak untuk menentukan bobot setiap nilai dari masing-masing soal. Pada USBN sentra hanya memperlihatkan 25 persen soal, sisanya guru akan menciptakan soal tersebut.

Inilah Perubahan Usbn Jenjang Sd Tahun 2018

6:46:00 AM
Pelaksanaan Ujian Sekolah Berstandar Nasional (USBN) di jenjang SD tak jauh berbeda dari tahun sebelumnya. Sejak tahun 2008 siswa SD telah melakukan ujian selesai sekolah dengan soal yang telah disiapkan oleh sentra dan tempat setempat. Pada tahun 2008 hingga 2013, ujian selesai tersebut dinamakan Ujian Akhir Sekolah Berstandar Nasional (UASBN). Lalu diubah lagi, menjadi Ujian Sekolah/Madrasah yang mengujikan Bahasa Indonesia, Matematika, dan IPA.

Direktur Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) Hamid Muhammad menyatakan gres tahun 2018 ini istilahnya jadi USBN, yang secara perdana ditambah dengan soal uraian atau esay. Pembuatan soal, evaluasi dan pengawasan akan menjadi tanggungjawab utama pemerintah tempat dan satuan pendidik setempat. Naskah soal USBN jenjang SD disusun oleh guru pada satuan pendidikan yang dikonsolidasikan di KKG.

Berikut perubahan ujian jenjang SD sederajat

 siswa SD telah melakukan ujian selesai sekolah dengan soal yang telah disiapkan oleh pus Inilah Perubahan USBN Jenjang SD Tahun 2018
 siswa SD telah melakukan ujian selesai sekolah dengan soal yang telah disiapkan oleh pus Inilah Perubahan USBN Jenjang SD Tahun 2018
 siswa SD telah melakukan ujian selesai sekolah dengan soal yang telah disiapkan oleh pus Inilah Perubahan USBN Jenjang SD Tahun 2018
 siswa SD telah melakukan ujian selesai sekolah dengan soal yang telah disiapkan oleh pus Inilah Perubahan USBN Jenjang SD Tahun 2018

Dokumen perubahan USBN SD 2018 sanggup diunduh di sini.

Waktu pelaksanaan USBN di seluruh jenjang pendidikan tidak akan digelar serentak. Artinya, sekolah diberi kebebasan menentukan waktu yang sempurna untuk menggelar USBN, asalkan semua pelajaran telah tersampaikan. Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan (Balitbang) Kemendikbud Totok Suprayitno mengatakan, kebijakan tersebut diputuskan sebagai bentuk implementasi dari Undang-Undang perihal otonomi daerah.

Bobot soal pilihan ganda dan esay pada USBN dipastikan berbeda. Namun, penentuan bobot soal tersebut juga akan diserahkan kepada setiap Kelompok Kerja Guru (KKG) sebagai pembuat soal untuk menentukan. 10 persen soal USBN SD yaitu esai. Guru mempunyai hak untuk menentukan bobot setiap nilai dari masing-masing soal. Pada USBN sentra hanya memperlihatkan 25 persen soal, sisanya guru akan menciptakan soal tersebut.

Soal Usbn Sd, 90 % Pilihan Ganda Dan 10 % Esai

6:55:00 PM
Tahun ini tetap tiga mata pelajaran yang diujikan pada USBN SD dengan porsi soal  Soal USBN SD, 90 % Pilihan Ganda dan 10 % Esai
Tahun ini tetap tiga mata pelajaran yang diujikan pada USBN SD dengan porsi soal 90 persen pilihan ganda, dan 10 persen esai.
Tahun ini pemerintah menerapkan Ujian Sekolah Berstandar Nasional (USBN) untuk jenjang SD. Selain itu siswa SD juga menjalani ujian sekolah/madrasah (US/M). Ada sedikit perbedaan pelaksanaan ujian sekolah tahun ini dan tahun lalu. Tahun lalu, ujian selesai satuan pendidikan pada jenjang SD memakai istilah Ujian Sekolah/Madrasah (US/M). USBN mulai diberlakukan pada tahun pelajaran 2016/2017 untuk SMP, SMA, dan SMK.

"USBN tahun ini mengalami pengembangan, untuk jenjang SD, yakni 75 - 80 persen soal ujian disiapkan oleh guru mata pelajaran pada satuan pendidikan dan dikonsolidasikan dengan Kelompok Kerja Guru (KKG). Tahun lalu, soal disiapkan oleh Dinas Pendidikan Provinsi dan semuanya pilihan ganda," kata Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan (Balitbang) Kemendikbud, Totok Suprayitno.

Pada jenjang SD tahun ini tetap tiga mata pelajaran yang akan diujikan pada USBN, yaitu Bahasa Indonesia, Ilmu Pengetahuan Alam (IPA), dan Matematika, dengan porsi soal sekitar 90 persen pilihan ganda, dan sekitar 10 persen esai. Sedangkan untuk mata pelajaran Pendidikan Agama, PPKN, Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS), Seni Budaya dan Keterampilan, Penjaskes dan Olah raga, naskah soal ujian 100 persen disiapkan oleh sekolah.

Mendikbud Muhadjir Effendy menuturkan, soal USBN nantinya 10 persen berbentuk esai. Menurutnya, itu ditujukan biar siswa bisa mengikuti keadaan dengan model soal gres yang selama ini semuanya pilihan ganda. Soal esai juga ditujukan untuk menaikkan secara sedikit demi sedikit standar penilaian dan standar kompetensi siswa. Sehingga para siswa bisa mempunyai kemampuan 4 C, yakni critical thinking, collaboration, communication skill, dan creativity and innovation.

”Itu mustahil siswa itu hanya dipatok kemampuanya bisa menuntaskan soal-soal multiple choice,” kata Muhadjir yang kutip dari JPNN (11/01/18).

Pemerintah bisa jadi akan menaikkan porsi 10 persen soal esai itu menjadi 20 persen pada tahun berikutnya sesuai hasil evaluasi. Untuk jenjang SD seluruh soal dibentuk oleh sekolah menurut kisi-kisi dari Kemendikbud. Muhadjir menuturkan salah satu titik berat dalam USBN ialah menciptakan guru bisa menyiapkan soal. Bukan sekadar mencari soal dari lembar kerja siswa atau forum bimbingan belajar.

”Tidak boleh guru tidak bisa membikin alat penilaian atau alat evaluasinya menjahitkan ke pihak lain. Itu berarti selama ini dipakai oleh guru yang hasil jahitan orang lain itu berarti tidak cocok dengan seharusnya,” kata Muhadjir.

Untuk pembobotan soal Kemendikbud menyerahkannya kepada sekolah. Pemerintah dalam USBN hanya menstrandarkan tiga hal yakni kisi-kisi, soal jangkar (anchor) yang sudah mewakili kelompok-kelompok kompetensi yang harus dimiliki siswa, dan cara menciptakan soal yang baik melalui pembinaan guru. Teknis jumlah soal akan dicantumkan dalam mekanisme operasional standar (POS).

Rencana Usbn Sd 8 Mata Pelajaran Dibatalkan

6:16:00 AM
 pada Ujian Sekolah Berstandar Nasional  Rencana USBN SD 8 Mata Pelajaran Dibatalkan
Pembahasan internal tetapkan USBN SD/MI tetap tiga mata pelajaran.
Rencana mengujikan delapan mata pelajaran pada Ujian Sekolah Berstandar Nasional (USBN) untuk jenjang SD (SD) dibatalkan. Pembatalan tersebut mempertimbangkan hasil pembahasan Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP) bersama Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud).

Sama dengan tahun pedoman 2016-2017, pemerintah tetap akan menyelenggarakan Ujian Sekolah (US) dengan mengujikan tiga mata pelajaran, yaitu Bahasa Indonesia, IPA dan Matematika pada tahun pedoman 2017-2018. Kepala BSNP Bambang Suryadi mengatakan, tiga mata pelajaran tersebut sebagai fondasi yang harus dikuasai siswa SD.

“Pembahasan internal tetapkan USBN SD/MI tetap tiga mata pelajaran,” kata Bambang yang kutip dari laman Pikiran Rakyat (09/01/18).

Keputusan menunda USBN SD ini juga mempertimbangkan kesiapan guru yang bertugas untuk menyusun 75 persen soal USBN. Menurut dia, kemampuan para guru dalam menyusun soal untuk lima mata pelajaran yang lain, yaitu IPS, Agama, PKN, Seni Budaya dan Prakarya, Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan, perlu persiapan matang.

Rencana menerapkan delapan mata pelajaran pada USBN SD memang menerima respons negatif dari sejumlah pengamat dan asosiasi guru. Penambah mata pelajaran dinilai bertentangan dengan esensi dari implementasi kegiatan Penguatan Pendidikan Karakter (PPK). Guru akan lebih mengeksplorasi aspek kognisi siswa daripada menanamkan perilaku, abjad dan kebijaksanaan pekerti.

Kisi-Kisi Usbn Sd 2018 Menunggu Permendikbud

9:00:00 PM
 yang mengujikan delapan mata pelajaran  Kisi-Kisi USBN SD 2018 Menunggu Permendikbud
Ujian sekolah berstandar nasional (USBN) yang mengujikan delapan mata pelajaran (mapel) di jenjang SD akan diterapkan mulai 2018. Namun hingga ketika ini Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Permendikbud) yang mengaturnya juga belum keluar.

Ketua Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP) Bambang Suryadi menuturkan pada prinsipnya pelaksanaan USBN SD untuk delapan mata pelajaran sudah siap. Tinggal menunggu diterbitkannya Permendikbud perihal Ujian Nasional dan USBN tahun 2018.

Menurutnya, draft Permendikbud sudah disusun dan dibahas untuk lalu disahkan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhadjir Effendy. BSNP sendiri merupakan otoritas penyelenggara ujian nasional.

Baca: USBN Bertentangan dengan Pendidikan Karakter

"Saya terima info hari ini (kemarin, red) tadi masih dibahas internal kementerian," kata Bambang yang kutip dari JPNN (08/01/18).

Dosen UIN Syarif Hidayatullah Jakarta itu menyampaikan hingga ketika ini BSNP juga belum mengeluarkan kisi-kisi USBN jenjang SD. Sebab BSNP masih menunggu terbitnya Permendikbud itu untuk kejelasan terkait pelaksanaan USBN jenjang SD tahun 2018.

Usbn Bertentangan Dengan Pendidikan Karakter

8:37:00 AM
USBN Dinilai Bertentangan dengan Pendidikan Karakter USBN Bertentangan dengan Pendidikan Karakter
USBN berlawanan dengan penguatan pendidikan aksara yang digaungkan Presiden Joko Widodo.
Rencana penerapan ujian sekolah berstandar nasional (USBN) di jenjang SD yang mengujikan delapan mata pelajaran (mapel) dinilai bertentangan dengan pendidikan karakter. Ikatan Guru Indonesia (IGI) meminta pemerintah membatalkan kebijakan ini.

Penambahan mapel di USBN yang mulai diterapkan tahun depan itu berlawanan dengan penguatan pendidikan aksara yang digaungkan Presiden Joko Widodo. Sebab pada praktiknya nanti, akan semakin menciptakan siswa dan guru berpacu mengejar nilai USBN setinggi-tingginya.

Akhirnya upaya penguatan pendidikan aksara di SD, yang menjadi pondasi pendidikan masa depan, bakal kian terabaikan. Menurut Ketua Umum IGI Muhammad Ramli Rahim, pembelajaran di SD sebaiknya berfokus pada penanaman dan penguatan pendidikan karakter.

Selain itu konsekuensi adanya 25 persen butir soal USBN dibentuk oleh Kemendikbud, bakal menjadi beban di banyak sekolah. Sebab tidak dapat dipungkiri kondisi SD di Indonesia sangat bermacam-macam kualitasnya.

"Masih banyak SD yang guru PNS-nya hanya dua orang. Bahkan ada yang satu orang, itupun merangkap sebagai kepala sekolah," kata Ramli yang kutip dari JPNN (30/12/17).

Ramli juga menjelaskan memperbanyak jumlah mapel dalam USBN di SD menjadi cermin bahwa pemerintah sentra tidak percaya kepada sekolah. Ia beropini sebaiknya urusan ujian selesai di SD dipasrahkan kepada guru di masing-masing sekolah.

Baca: Mulai 2018 USBN SD untuk Semua Mata Pelajaran

Pemerintah sejatinya tidak perlu menambah kasus baru. Khusus untuk pendidikan jenjang SD, pemerintah sentra harusnya berfokus pada pemenuhan layanan dasar menyerupai dicukupinya jumlah guru PNS di seluruh unit SD.

"Siapa guru yang akan mengajari siswa menghadapi USBN. Gurunya saja tidak ada," kata Ramli.

Mulai 2018 Usbn Sd Untuk Semua Mata Pelajaran

6:35:00 AM
 seluruh siswa sanggup lebih serius mempelajari semua mata pelajaran di sekolah Mulai 2018 USBN SD untuk Semua Mata Pelajaran
Dengan adanya kebijakan ini, seluruh siswa sanggup lebih serius mempelajari semua mata pelajaran di sekolah.
Mulai tahun 2018, ujian sekolah berstandar nasional (USBN) juga diterapkan di tingkat SD (SD). Hal ini dikatakan Kepala Badan Standardisasi Nasional Pendidikan (BSNP) Bambang Suryadi. Jadi, tahun depan semua sekolah melaksanakan USBN.

”Pelaksanaan USBN dilakukan oleh masing-masing satuan pendidikan. Tapi untuk mekanisme operasional standar (POS) USBN ditetapkan oleh BSNP,” kata Bambang yang kutip dari JPNN (25/12/17).

Jika selama ini siswa mengikuti ujian sekolah (US) yang terdiri dari tiga mata pelajaran, yaitu Bahasa Indonesia, Matematika, dan IPA. Maka mulai tahun 2018, USBN akan dilaksanakan untuk seluruh mata pelajaran.

Delapan mata pelajaran yang diujikan pada USBN SD itu yaitu Bahasa Indonesia, matematika, IPA, IPS, PKN, seni budaya dan prakarya (SBdP), pendidikan jasmani olahraga dan kesehatan (PJOK), serta Pendidikan Agama.

Bambang menyampaikan sekitar 20–25 persen soal disiapkan oleh pusat, yaitu Kemendikbud. Sisanya, 75–80 persen disiapkan oleh guru-guru yang telah dikoordinasi oleh Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) atau Kegiatan Kolektif Guru (KKG).

”Tentu melalui USBN ini diperlukan kemampuan guru-guru dalam melaksanakan evaluasi akan semakin meningkat. Termasuk juga ketuntasan pembelajaran juga bisa dicapai melalui USBN,” terang Bambang.

Pengamat pendidikan Prof Suyanto PhD menyambut baik kebijakan gres yang akan menerapkan USBN di tingkat SD mulai 2018. USBN jenjang SD nantinya akan ada delapan mata pelajaran yang diujikan, dari sebelumnya hanya tiga mata pelajaran.

Dengan adanya kebijakan ini, seluruh siswa sanggup lebih serius mempelajari semua mata pelajaran di sekolah. Sebab sebelumnya, guru-guru kerap mengeluhkan sikap siswa yang cenderung tidak serius dalam mempelajari mata pelajaran yang diajarkan.

”Kita terbuka saja, ketika ini siswa banyak menyepelekan mata pelajaran lain sebab dianggap tidak diuji dalam US. Benar ‘kan? Tapi dengan semua mapel masuk USBN, dipastikan seluruh siswa bisa lebih serius belajarnya,” kata Suyanto.

Mantan rektor Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) ini berharap evaluasi kualitas dan kemampuan siswa harus semakin ditingkatkan. Jadi, evaluasi siswa tidak hanya pada mata pelajaran tertentu. Tetapi menyeluruh termasuk abjad dan sikap siswa di sekolah.

"Kita harus melihat secara positif, bahwa kebijakan ini sebagai bentuk perbaikan evaluasi kemampuan siswa. Kalau tidak dilakukan sekarang, kemudian kapan lagi? Guru-guru di seluruh tempat kan juga sudah mulai memperbaiki kualitasnya," kata Suyanto.

Kebijakan Baru, Usbn Sd Ujikan 8 Mata Pelajaran

5:20:00 PM
Mulai tahun depan diganti jadi ujian sekolah berstandar nasional  Kebijakan Baru, USBN SD Ujikan 8 Mata Pelajaran
Mulai tahun depan diganti jadi ujian sekolah berstandar nasional (USBN) dengan delapan mata pelajaran yang diujikan.
Jika selama ini siswa kelas 6 SD mengikuti ujian sekolah (US), mulai tahun depan diganti jadi ujian sekolah berstandar nasional (USBN). Saat ini US di jenjang SD atau MI terdiri dari tiga mata pelajaran, yaakni Bahasa Indonesia, Matematika, dan IPA. Sedangkan pada ketika kebijakan gres itu diterapkan, anak SD mengerjakan delapan mata pelajaran.

Delapan mata pelajaran yang diujikan itu yakni Bahasa Indonesia, matematika, IPA, IPS, PKN, seni budaya dan prakarya (SBdP), pendidikan jasmani olahraga dan kesehatan (PJOK), serta agama. Khusus untuk siswa yang berguru berbasis Kurikulum 2006, pelajaran seni budaya dan prakarya namanya yakni seni budaya dan keterampilan (SBK).

Ketua Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP) Bambang Suryadi menyampaikan dengan status USBN, maka ada 25 persen butir soal ujian titipan dari Balitbang Kemendikbud. Sisanya sebanyak 75 butir soal dibentuk oleh guru. Ia berharap masyarakat tidak khawatir atau takut. Selama proses berguru mengajar berjalan dengan tuntas, siswa niscaya siap menghadapi USBN.

"USBN di jenjang SD juga bermanfaat bagi guru," kata Bambang yang kutip dari JPNN (23/12/17).

Menurutnya selama ini ada guru yang mengajarnya sesuai dengan ketuntasan masing-masing. Nah, dengan USBN ini dibutuhkan para guru SD dalam mengajar mengacu pada ketuntasan kurikulum nasional. Terkait kisi-kisi ujian selesai SD tahun 2018, Bambang menyampaikan belum keluar. Sejatinya sudah selesai untuk tiga pelajaran.

Namun alasannya ada komplemen lima pelajaran, peluncuran kisi-kisi USBN SD tahun 2018 masih butuh waktu lagi. Saat ini masih dalam proses penyelesaian. Nantinya kisi-kisi USBN SD akan dikeluarkan bersamaan untuk seluruh jenjang pendidikan. BSNP berharap kisi-kisi tersebut dapat terbit selesai Desember 2017 atau awal Januari 2018.

Sementara itu Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan (Balitbang) Kemendikbud Totok Suprayitno menyampaikan pembuatan butir soal USBN untuk jenjang SD/MI masih dalam proses. Totok berharap orangtua senantiasa memotivasi anaknya untuk rajin berguru setiap saat. Belajar tidak hanya untuk ujian tetapi untuk menjadi eksklusif yang lebih baik dan pintar.

Menurut Totok ujian yakni belahan alami dari sebuah proses belajar. Orangtua serta pendidik dibutuhkan mendorong anak untuk menyiapkan diri dengan baik. Selain itu Totok berpesan agar siswa SD menghadapi USBN dengan percaya diri dan jujur. Sebab baginya jujur yakni roh pendidikan.

Cek Hasil Un Online Tahun Pelajaran 2016/2017

7:09:00 PM
 sanggup dilihat melalui laman resmi kemdikbud Cek Hasil UN Online Tahun Pelajaran 2016/2017
Hasil Ujian Nasional (UN) tahun pelajaran 2016/2017 sanggup dilihat melalui laman resmi kemdikbud.go.id
Hasil Ujian Nasional (UN) selain diumumkan eksklusif melalui Dinas Pendidikan juga sanggup dicek secara online. Cara cek pengumuman UN secara online menjadi sangat populer. Cara ini dinilai sebagai salah satu cara paling cepat untuk memperoleh warta kelulusan alasannya ialah dari Kemendikbud langsung.

Hasil Ujian Nasional (UN) jenjang SD, SMP, Sekolah Menengan Atas dan Sekolah Menengah kejuruan yang telah dilaksanakan pada tahun pelajaran 2016/2017 sanggup dilihat melalui laman resmi kemdikbud.go.id. Selain itu, melalui laman website tersebut, sanggup juga untuk mengetahui Indeks Integritas Ujian Nasional Tingkat Sekolah (IIUN) seluruh Indonesia.

Berikut langkah-langkah gampang melihat hasil UN baik sanggup dilakukan oleh paserta didik maupun guru melalui online serta file PDF sanggup diunduh:

  • Kunjungi alamat website https://puspendik.kemdikbud.go.id/hasil-un/
  • Anda akan diarahkan ke halaman ke halaman pengecekan hasil UN dan IIUN sekolah.
  • Untuk melihat hasil ujian nasional sekolah anda silahkan pilih Jenjang (Misal SMP), Propinsi, Kabupaten/kota, Status, Jenis sekolah. 
  • Kemudian klik tombol Download PDF menyerupai gambar di atas.

Cara di atas sanggup melihat seluruh sekolah, sesuai jenjang yang tadi dipilih. Nah, untuk melihat eksklusif hasil UN sekolah anda silahkan masukkan NPSN dan isyarat sekolah kemudian klik tombol cari.

Hasil Nilai Un Atau Us Sd Diumumkan 17 Juni 2017

4:21:00 PM
Pengumuman hasil nilai US atau dulu dikenal Ujian Nasional  Hasil Nilai UN atau US SD Diumumkan 17 Juni 2017
Pengumuman hasil nilai US atau dulu dikenal Ujian Nasional (UN) tingkat SD/MI dilaksanakan 17 Juni mendatang.
Proses scaning terhadap lembar jawab Ujian Sekolah (US) tingkat SD/MI dan sederajat oleh Dinas Kabupaten/Kota telah simpulan dilakukan. Selanjutnya dikirim ke panitia provinsi untuk dinilai. Pengumuman hasil nilai US atau dulu dikenal Ujian Nasional (UN) tingkat SD/MI dan sederajat gres akan dilaksanakan 17 Juni mendatang.

Kepala Bidang (Kabid) Pendidikan Dasar Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Sukoharjo Mulyadi menyampaikan dalam proses scaning pihaknya memakai sejumlah peralatan yang dimiliki. Termasuk juga petugas bekerja lembur. Di Kabupaten Sukoharjo, total ada 11.926 siswa SD/MI negeri dan swasta yang telah mengikuti US tahun ini.

Petugas tidak menemukan hambatan menyerupai beberapa tahun sebelumnya menyerupai terganggunya jaringan server. Sebab server tetap terkoneksi dengan panitia provinsi. Scaning tersebut lalu dikirimkan panitia US SD/MI tingkat kabupaten ke provinsi. Usai dikirim nantinya tinggal menunggu hasil penilaian.

Nilai siswa gres akan diketahui sesudah dilakukan proses evaluasi dari panitia provinsi. Selanjutnya akan dikirim kembali ke tempat termasuk Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Sukoharjo. Siswa diminta untuk damai menunggu hasil evaluasi US SD/MI. Ia berharap semua siswa SD/MI dapat lulus semua 100 persen.

“Setelah ini siswa SD/MI akan meneruskan sekolah ke jenjang lebih atas SMP/MTs. Mereka tinggal menunggu pengumuman saja,” kata Mulyadi yang lansir dari laman krjogja.com (31/05/17).

US tingkat SD/MI tahun aliran 2016/2017 telah dilaksanakan pada tanggal 15 hingga 18 Mei 2017. Mata pelajaran yang diujikan yakni, Bahasa Indonesia, Matematik, dan IPA. Kriteria kelulusan US SD/MI ditetapkan oleh sekolah sebelum pelaksanaan US yang meliputi nilai minimal setiap mata pelajaran dan rata-rata minimal nilai US SD/MI.

Hasil Nilai Un Atau Us Sd Diumumkan 17 Juni 2017

4:21:00 PM
Pengumuman hasil nilai US atau dulu dikenal Ujian Nasional  Hasil Nilai UN atau US SD Diumumkan 17 Juni 2017
Pengumuman hasil nilai US atau dulu dikenal Ujian Nasional (UN) tingkat SD/MI dilaksanakan 17 Juni mendatang.
Proses scaning terhadap lembar jawab Ujian Sekolah (US) tingkat SD/MI dan sederajat oleh Dinas Kabupaten/Kota telah simpulan dilakukan. Selanjutnya dikirim ke panitia provinsi untuk dinilai. Pengumuman hasil nilai US atau dulu dikenal Ujian Nasional (UN) tingkat SD/MI dan sederajat gres akan dilaksanakan 17 Juni mendatang.

Kepala Bidang (Kabid) Pendidikan Dasar Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Sukoharjo Mulyadi menyampaikan dalam proses scaning pihaknya memakai sejumlah peralatan yang dimiliki. Termasuk juga petugas bekerja lembur. Di Kabupaten Sukoharjo, total ada 11.926 siswa SD/MI negeri dan swasta yang telah mengikuti US tahun ini.

Petugas tidak menemukan hambatan menyerupai beberapa tahun sebelumnya menyerupai terganggunya jaringan server. Sebab server tetap terkoneksi dengan panitia provinsi. Scaning tersebut lalu dikirimkan panitia US SD/MI tingkat kabupaten ke provinsi. Usai dikirim nantinya tinggal menunggu hasil penilaian.

Nilai siswa gres akan diketahui sesudah dilakukan proses evaluasi dari panitia provinsi. Selanjutnya akan dikirim kembali ke tempat termasuk Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Sukoharjo. Siswa diminta untuk damai menunggu hasil evaluasi US SD/MI. Ia berharap semua siswa SD/MI dapat lulus semua 100 persen.

“Setelah ini siswa SD/MI akan meneruskan sekolah ke jenjang lebih atas SMP/MTs. Mereka tinggal menunggu pengumuman saja,” kata Mulyadi yang lansir dari laman krjogja.com (31/05/17).

US tingkat SD/MI tahun aliran 2016/2017 telah dilaksanakan pada tanggal 15 hingga 18 Mei 2017. Mata pelajaran yang diujikan yakni, Bahasa Indonesia, Matematik, dan IPA. Kriteria kelulusan US SD/MI ditetapkan oleh sekolah sebelum pelaksanaan US yang meliputi nilai minimal setiap mata pelajaran dan rata-rata minimal nilai US SD/MI.

Kriteria Kenaikan Kelas Dan Kelulusan Siswa Sd

2:20:00 AM
-Kriteria Kenaikan Kelas dan Kelulusan Siswa SD Kriteria Kenaikan Kelas dan Kelulusan Siswa SD
Berikut kriteria kenaikan kelas dan kriteria kelulusan siswa SD sesuai Panduan Penilaian untuk SD.
Setiap simpulan tahun pelajaran, guru selalu disibukkan dengan nilai raport siswa. Guru akan menyeleksi, siswa siswi yang pantas naik kelas dan yang tidak pantas naik kelas. Bagi yang naik kelas, tentu alasannya alasannya yaitu nilai atau prestasi yang baik. Lalu, bagaimana dengan siswa yang tidak naik kelas? Tentu juga punya alasan tersendiri. Berikut kriteria kenaikan kelas dan kriteria kelulusan siswa SD sesuai Panduan Penilaian di SD yang disusun Direktorat Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah.

Kriteria Kenaikan Kelas

Kenaikan kelas siswa ditetapkan melalui rapat dewan guru dengan mempertimbangkan aneka macam aspek yang telah disepakati oleh seluruh warga satuan pendidikan, menyerupai minimal kehadiran, ketaatan pada tata tertib, dan peraturan lainnya yang berlaku di satuan pendidikan tersebut. Siswa dinyatakan tidak naik kelas apabila hasil berguru dari paling sedikit 3 (tiga) mata pelajaran pada kompetensi pengetahuan keterampilan belum tuntas dan/atau sikap belum baik.

Baca juga: Siswa SD Tidak Naik Kelas, Sistem Pendidikan Tidak Konsisten

Siswa diupayakan mengikuti proses pembelajaran dan evaluasi yang maksimal. Oleh alasannya yaitu itu apabila ada siswa yang terpaksa harus tidak naik kelas, maka hal ini harus menjadi umpan balik bagi guru, sekolah, dan orangtua sehingga dibutuhkan semua siswa pada alhasil sanggup naik kelas.

Kriteria Kelulusan dari Satuan Pendidikan

Kelulusan dan kriteria kelulusan penerima didik dari SD ditetapkan melalui rapat dewan guru. Siswa dinyatakan lulus dari Satuan Pendidikan pada Pendidikan Dasar dan Menengah sehabis memenuhi syarat berikut:

(1) Menyelesaikan seluruh jadwal pembelajaran;

(2) Memperoleh nilai sikap/perilaku minimal Baik; dan

(3) Lulus Ujian Sekolah seluruh muatan/mata pelajaran.

Kriteria Kenaikan Kelas Dan Kelulusan Siswa Sd

2:20:00 AM
-Kriteria Kenaikan Kelas dan Kelulusan Siswa SD Kriteria Kenaikan Kelas dan Kelulusan Siswa SD
Berikut kriteria kenaikan kelas dan kriteria kelulusan siswa SD sesuai Panduan Penilaian untuk SD.
Setiap simpulan tahun pelajaran, guru selalu disibukkan dengan nilai raport siswa. Guru akan menyeleksi, siswa siswi yang pantas naik kelas dan yang tidak pantas naik kelas. Bagi yang naik kelas, tentu alasannya alasannya yaitu nilai atau prestasi yang baik. Lalu, bagaimana dengan siswa yang tidak naik kelas? Tentu juga punya alasan tersendiri. Berikut kriteria kenaikan kelas dan kriteria kelulusan siswa SD sesuai Panduan Penilaian di SD yang disusun Direktorat Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah.

Kriteria Kenaikan Kelas

Kenaikan kelas siswa ditetapkan melalui rapat dewan guru dengan mempertimbangkan aneka macam aspek yang telah disepakati oleh seluruh warga satuan pendidikan, menyerupai minimal kehadiran, ketaatan pada tata tertib, dan peraturan lainnya yang berlaku di satuan pendidikan tersebut. Siswa dinyatakan tidak naik kelas apabila hasil berguru dari paling sedikit 3 (tiga) mata pelajaran pada kompetensi pengetahuan keterampilan belum tuntas dan/atau sikap belum baik.

Baca juga: Siswa SD Tidak Naik Kelas, Sistem Pendidikan Tidak Konsisten

Siswa diupayakan mengikuti proses pembelajaran dan evaluasi yang maksimal. Oleh alasannya yaitu itu apabila ada siswa yang terpaksa harus tidak naik kelas, maka hal ini harus menjadi umpan balik bagi guru, sekolah, dan orangtua sehingga dibutuhkan semua siswa pada alhasil sanggup naik kelas.

Kriteria Kelulusan dari Satuan Pendidikan

Kelulusan dan kriteria kelulusan penerima didik dari SD ditetapkan melalui rapat dewan guru. Siswa dinyatakan lulus dari Satuan Pendidikan pada Pendidikan Dasar dan Menengah sehabis memenuhi syarat berikut:

(1) Menyelesaikan seluruh jadwal pembelajaran;

(2) Memperoleh nilai sikap/perilaku minimal Baik; dan

(3) Lulus Ujian Sekolah seluruh muatan/mata pelajaran.

Aplikasi Dapodik Untuk Input Nilai Us/Usbn Dan Rapor

8:30:00 PM
Sekolah sanggup melaksanakan pembaruan Aplikasi Dapodik menjadi Versi  Aplikasi Dapodik Untuk Input Nilai US/USBN dan Rapor
Aplikasi Dapodik versi 2017b ini telah ditambahkan fitur input nilai Rapor dan nilai US/USBN.
Aplikasi Data Pokok Pendidikan (Dapodik) 2017 telah diperbarui yaitu Versi 2017b. Pada Aplikasi Dapodik versi 2017b ini telah ditambahkan fitur input nilai Rapor dan nilai US/USBN. Selain itu, ada pembaruan dan perbaikan Aplikasi Dapodik 2017b yaitu memasukan prefill anggota rombel terdahulu dan pembukaan pembuatan akun PTK untuk Non Induk.

Dengan adanya fitur input nilai Rapor dan nilai US/USBN maka data proses pengiriman data pada waktu sinkronisasi akan bertambah besar. Fitur US/USBN ialah sajian untuk menginput nilai US dan USBN dari akseptor didik tingkat simpulan yang diselenggarakan di semester genap setiap tahun pelajaran.

Baca juga: Aplikasi Pengolah Nilai US dan SKHUN SD

Untuk memperlancar proses sinkronisasi khususnya sinkronisasi nilai disarankan untuk melaksanakan sinkronisasi secara sedikit demi sedikit dan tidak harus menunggu hingga dengan input nilai ke Aplikasi Dapodik selesai seluruhnya. Prioritaskan input nilai semester ganjil tahun pelajaran 2016/2017.

Bagi sekolah yang masih memakai Aplikasi Dapodik Versi 2017 dan Versi 2017a sanggup melaksanakan pembaruan menjadi Versi 2017b dengan memakai Updater Aplikasi Dapodik 2017b. Selain itu, pembaruan menjadi Versi 2017b juga sanggup dilakukan secara online. File Updater Aplikasi Dapodik 2017b sanggup diunduh di sini.

Sedangkan untuk cara input nilai Rapor dan nilai US/USBN pada Aplikasi Dapodik, silahkan unduh panduan dapodik 2017b di sini. Setiap sekolah harus mengirimkan nilai rapor persemester, nilai US dan juga nilai USBN sesuai dengan kewenangannya ke Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan melalui Aplikasi Dapodik.

Aplikasi Dapodik Untuk Input Nilai Us/Usbn Dan Rapor

8:30:00 PM
Sekolah sanggup melaksanakan pembaruan Aplikasi Dapodik menjadi Versi  Aplikasi Dapodik Untuk Input Nilai US/USBN dan Rapor
Aplikasi Dapodik versi 2017b ini telah ditambahkan fitur input nilai Rapor dan nilai US/USBN.
Aplikasi Data Pokok Pendidikan (Dapodik) 2017 telah diperbarui yaitu Versi 2017b. Pada Aplikasi Dapodik versi 2017b ini telah ditambahkan fitur input nilai Rapor dan nilai US/USBN. Selain itu, ada pembaruan dan perbaikan Aplikasi Dapodik 2017b yaitu memasukan prefill anggota rombel terdahulu dan pembukaan pembuatan akun PTK untuk Non Induk.

Dengan adanya fitur input nilai Rapor dan nilai US/USBN maka data proses pengiriman data pada waktu sinkronisasi akan bertambah besar. Fitur US/USBN ialah sajian untuk menginput nilai US dan USBN dari akseptor didik tingkat simpulan yang diselenggarakan di semester genap setiap tahun pelajaran.

Baca juga: Aplikasi Pengolah Nilai US dan SKHUN SD

Untuk memperlancar proses sinkronisasi khususnya sinkronisasi nilai disarankan untuk melaksanakan sinkronisasi secara sedikit demi sedikit dan tidak harus menunggu hingga dengan input nilai ke Aplikasi Dapodik selesai seluruhnya. Prioritaskan input nilai semester ganjil tahun pelajaran 2016/2017.

Bagi sekolah yang masih memakai Aplikasi Dapodik Versi 2017 dan Versi 2017a sanggup melaksanakan pembaruan menjadi Versi 2017b dengan memakai Updater Aplikasi Dapodik 2017b. Selain itu, pembaruan menjadi Versi 2017b juga sanggup dilakukan secara online. File Updater Aplikasi Dapodik 2017b sanggup diunduh di sini.

Sedangkan untuk cara input nilai Rapor dan nilai US/USBN pada Aplikasi Dapodik, silahkan unduh panduan dapodik 2017b di sini. Setiap sekolah harus mengirimkan nilai rapor persemester, nilai US dan juga nilai USBN sesuai dengan kewenangannya ke Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan melalui Aplikasi Dapodik.

Kumpulan Latihan Soal Ujian Sekolah Uasbn Sd/Mi

1:41:00 AM
Soal ujian sekolah mata pelajaran IPA, PKn, PAI, Bahasa Jawa, IPS, Bahasa Indonesia, dan Matematika.
Selain Ujian Sekolah (US) siswa tingkat sekolah dasar (SD) juga melakukan Ujian Akhir Sekolah Berstandar Nasional (UASBN). Mata pelajaran yang diujikan dalam UASBN yaitu semua mata pelajaran di SD. Ada dua jenis tes (ujian) yaitu ujian tulis dan ujian praktek.

Soal-soal dalam ujian sekolah disusun menurut kompetensi dasar dan indikator dalam kisi-kisi yang sudah diterbitkan. Pelaksanaannya ditentukan oleh masing-masing Kabupaten/Kota. Berbagai try out atau uji coba untuk mempersiapkan siswa menghadapi ujian sekolah pun sudah mulai dilakukan.

Kumpulan Soal-Soal Semua Mata Pelajaran UASBN

1. Soal Ujian Sekolah Bahasa Inggris SD [Download]


2. Soal Ujian Sekolah Matematika [Download]

3. Soal Ujian Sekolah Bahasa Indonesia [Download]

4. Soal Ujian Sekolah IPS [Download]

5. Soal Ujian Sekolah Bahasa Jawa [Download]

6. Soal Ujian Sekolah PAI [Download]

7. Soal Ujian Sekolah PKn [Download]

8. Soal Ujian Sekolah IPA [Download]


    Soal-soal tersebut merupakan materi latihan bagi siswa yang akan mengikuti UASBN tingkat SD, MI, dan SDLB. Selain berupa Naskah Kumpulan soal belum dilengkapi dengan Kunci Jawaban. Semua sanggup didowload secara gratis melalui tautan di atas. UASBN diselenggarakan sehabis jadwal US SD.

    Untuk suksesnya penyelenggaraan UASBN di seluruh pelosok tanah air, pemerintah membentuk Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP) dengan mengeluarkan Standar kompetensi minimal yang harus dikuasi oleh penerima didik dalam bentuk Standar Kompetensi Lulusan Ujian Nasional (SKLUN).

    Baca juga: Kiat Agar Anak Siap Hadapi Ujian Sekolah

    Tentu para siswa, guru, dan orang bau tanah siswa tidak puas hanya sekedar lulus SD dengan nilai minimal. Dengan banyak sekali cara ditempuh untuk mendapat nilai selesai yang maksimal. Keberhasilan para siswa di suatu sekolah akan membawa manfaat yang aktual bagi sekolah bersangkutan.

    Kumpulan Latihan Soal Ujian Sekolah Uasbn Sd/Mi

    1:41:00 AM
    Soal ujian sekolah mata pelajaran IPA, PKn, PAI, Bahasa Jawa, IPS, Bahasa Indonesia, dan Matematika.
    Selain Ujian Sekolah (US) siswa tingkat sekolah dasar (SD) juga melakukan Ujian Akhir Sekolah Berstandar Nasional (UASBN). Mata pelajaran yang diujikan dalam UASBN yaitu semua mata pelajaran di SD. Ada dua jenis tes (ujian) yaitu ujian tulis dan ujian praktek.

    Soal-soal dalam ujian sekolah disusun menurut kompetensi dasar dan indikator dalam kisi-kisi yang sudah diterbitkan. Pelaksanaannya ditentukan oleh masing-masing Kabupaten/Kota. Berbagai try out atau uji coba untuk mempersiapkan siswa menghadapi ujian sekolah pun sudah mulai dilakukan.

    Kumpulan Soal-Soal Semua Mata Pelajaran UASBN

    1. Soal Ujian Sekolah Bahasa Inggris SD [Download]


    2. Soal Ujian Sekolah Matematika [Download]

    3. Soal Ujian Sekolah Bahasa Indonesia [Download]

    4. Soal Ujian Sekolah IPS [Download]

    5. Soal Ujian Sekolah Bahasa Jawa [Download]

    6. Soal Ujian Sekolah PAI [Download]

    7. Soal Ujian Sekolah PKn [Download]

    8. Soal Ujian Sekolah IPA [Download]


      Soal-soal tersebut merupakan materi latihan bagi siswa yang akan mengikuti UASBN tingkat SD, MI, dan SDLB. Selain berupa Naskah Kumpulan soal belum dilengkapi dengan Kunci Jawaban. Semua sanggup didowload secara gratis melalui tautan di atas. UASBN diselenggarakan sehabis jadwal US SD.

      Untuk suksesnya penyelenggaraan UASBN di seluruh pelosok tanah air, pemerintah membentuk Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP) dengan mengeluarkan Standar kompetensi minimal yang harus dikuasi oleh penerima didik dalam bentuk Standar Kompetensi Lulusan Ujian Nasional (SKLUN).

      Baca juga: Kiat Agar Anak Siap Hadapi Ujian Sekolah

      Tentu para siswa, guru, dan orang bau tanah siswa tidak puas hanya sekedar lulus SD dengan nilai minimal. Dengan banyak sekali cara ditempuh untuk mendapat nilai selesai yang maksimal. Keberhasilan para siswa di suatu sekolah akan membawa manfaat yang aktual bagi sekolah bersangkutan.

      Kumpulan Latihan Soal Tes Seleksi Masuk Smp/Mts

      8:54:00 PM
      Download soal latihan tes seleksi masuk SMP Kumpulan Latihan Soal Tes Seleksi Masuk SMP/MTs
      Download soal latihan tes seleksi masuk SMP/MTs muatan Bahasa Indonesia, Matematika, dan IPA.
      Sebagian SMP (SMP) dan sederajat (MTs) mengadakan tes seleksi masuk dikala penerimaan peserta didik gres (PPDB). Semua lulusan SD dan Madrasah Ibtidaiyah (MI) jikalau ingin melanjutkan ke jenjang SMP/MTs dengan peminat yang banyak (favorit).Dengan rajin berlatih dan mencar ilmu dengan menjawab soal-soal latihan, tentu akan semakin memudahkan siswa SD untuk masuk ke SMP/MTs favorit.

      Contoh Soal Tes Seleksi Masuk SMP/MTs

      24. Suasana desaku tetap ramai... listrik padam.
      Kata hubung yang sempurna untuk melengkapi kalimat tersebut yaitu ....
      A. ketika
      B. tetapi
      C. karena
      D. meskipun

      33. Suhu udara di lereng gunung Bromo pada pagi hari 30º C. Pada waktu yang sama, suhu di puncak gunung Bromo – 50º C. Selisih suhu di lereng dan puncak Bromo yaitu ... º C.
      A. – 80
      B. 20
      C. – 20
      D. 80

      85. Zat masakan yang berfungsi sebagai sumber energi yaitu ....
      A. karbohidrat, lemak, dan vitamin
      B. karbohidrat, lemak, dan protein
      C. karbohidrat, protein, dan vitamin
      D. karbohidrat dan mineral

      Soal prediksi tes seleksi masuk SMP/MTs tersebut yang terdiri dari: Bahasa Indonesia 30 soal, Matematika 35 soal, dan IPA 35 soal sanggup didownload di tautan berikut ini:

      *) SOAL TES MASUK SMP/MTs PAKET 1

      *) SOAL TES MASUK SMP/MTs PAKET 2