Showing posts with label guru. Show all posts
Showing posts with label guru. Show all posts

Strategi Khusus Menjawab Soal Tes Cpns 2018

1:17:00 AM
 asalkan melaksanakan persiapan matang dan tahu strateginya Strategi Khusus Menjawab Soal Tes CPNS 2018
Lolos seleksi CPNS tahun 2018 bukan hal yang mustahil, asalkan melaksanakan persiapan matang dan tahu strateginya.
Setiap pemerintah membuka lowongan gres penerimaan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS), banyak orang berlomba-lomba untuk mengikuti tesnya meski kemungkinan lolosnya sangat kecil. Bagi para pelamar CPNS tahun 2018 mempunyai seni administrasi khusus dalam mengerjalan soal yang memakai dengan sistem CAT (Computer Assisted Test) semoga lulus tes dan menjadi PNS.

Tahun ini, pemerintah membuka 238.015 gugusan pada penerimaan CPNS. Jumlah itu terdiri atas 51.271 gugusan untuk instansi Pemerintah Pusat (76 K/L) dan 186.744 gugusan untuk instansi Pemerintah Daerah (525 Pemda). Kuota yang diterima pada seleksi penerimaan CPNS 2018 seluruh Indonesia ini terbesar dalam seleksi penerimaan CPNS selama ini.

Berdasarkan data Kemenpan dan RB, terdapat gugusan 122.000 guru dan dosen yang dibuka tahun ini. Dari total gugusan guru dan dosen itu, gugusan khusus guru 88.000 untuk guru kelas dan guru mata pelajaran di instansi pemda, 12.000 untuk guru madrasah di Kementerian Agama, dan 14.454 untuk dosen di Kemenag dan Kemenristekdikti.

Tes CPNS 2018 itu terdiri atas tes kompetensi dasar (TKD) dan tes kompetensi bidang (TKB). Pertama, peserta mengikuti Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) yang harus mengerjakan 100 soal yang terdiri dari soal Tes Wawasan Kebangsaan (TWK) 35 soal, Tes Intelegensia Umum (TIU) 30 soal, dan Tes Karakteristik Pribadi (TKP) 35 soal.

Meski banyak saingan, lolos seleksi CPNS tahun 2018 bukan hal yang tidak mungkin diwujudkan. Asalkan benar-benar melaksanakan persiapan matang dan tahu strateginya. Menjawab soal CPNS perlu seni administrasi khusus alasannya para peserta harus berpacu dengan waktu. Dalam 90 menit, peserta seleksi CPNS harus bisa menjawab sebanyak 100 soal.

Strategi pertama yang harus dilakukan ialah menjawab soal tes CPNS yang paling gampang dan jangan terpaku pada soal sulit alasannya akan menghabiskan waktu. Selesaikan terlebih dahulu Tes Karakteristik Pribadi (TKP). Karena tes ini terbilang mudah, memakai nalar dan perbandingan untuk menjawab.

Seperti yang lansir dari Tribunnews, setiap balasan soal TKP punya skor dari 1-5, berarti apa pun jawabannya tetap mempunyai nilai. Soal TKP terdiri dari nomor 66-100 atau sebanyak 35 soal dengan passing grade 143 poin. Pastikan Anda bisa menjawab soal TKP dengan skor tertinggi, yakni 5 sebanyak 25 soal.

Kemudian, Tes Wawasan Kebangsaan (TWK). Tes ini mempunyai jumlah soal 35 butir dengan passing grade 75 poin. Setiap balasan yang benar akan menerima skor 5 dan salah menerima skor 0, tapi tidak mengurangi nilai. Pastikan kau bisa menjawab minimal 16 soal TWK dengan benar. Dari 16 balasan benar itu, Anda bisa mengumpulkan 80 poin .

Terakhir, Tes Inteligensi Umum (TIU). Jumlah soal dalam TIU sebanyak 30 butir dengan passing grade 80 poin. Sama halnya dengan TWK, balasan benar akan menerima skor 5 dan salah menerima skor 0. Hal pertama yang dinilai ialah kemampuan verbal dan kemampuan memberikan isu secara mulut maupun tulisan.

Selain itu, ada soal yang akan menguji kemampuan numerik para peserta dalam melihat operasional dan kekerabatan di antara angka-angka. Kerjakanlah soal yang lebih gampang terlebih dahulu, ibarat sinonim, padanan kata, dan antonim dalam bahasa Indonesia. Kemudian gres lanjutkan ke soal kisah yang tak terlalu banyak paragraf, kemudian lanjut ke soal matematika. Pastikan kau bisa menjawab soal TIU dengan benar sebanyak 14 nomor.

Penting pula untuk berlatih soal untuk memahami tes ibarat apa yang nantinya akan dihadapi. Tes dengen metode CAT umumnya mempunyai soal yang panjang. Peserta tes CPNS sebaiknya membacanya terlebih dahulu dengan seksama gres kembali pada teks di atasnya. Karena itu, penting untuk membiasakan diri dengan tipe-tipe soal Seleksi Kompetensi Dasar (SKD).

Rahasia khusus semoga bisa lulus tes CPNS 2018 yang diungkapkan Kepala Badan Kepegawaian Negara (BKN), Bima Hari Wibisana ialah melaksanakan simulasi Computer Assisted Test (CAT) di portal BKN. Simulasi ini dilakukan alasannya CPNS harus lulus SKD dengan sistem CAT. Supaya lulus, peserta tes CPNS 2018 berguru secara berdikari lewat soal-soal yang ada di internet bisa menjadi pilihan.

Guru Ialah Profesi Dengan Tanggung Jawab Besar

6:22:00 PM
Guru Adalah Profesi dengan Tanggung Jawab Besar Guru Adalah Profesi dengan Tanggung Jawab Besar
Guru merupakan akar rumput dalam pendidikan.
Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhadjir Effendy menyampaikan seorang guru atau tenaga pendidik yakni profesi dengan tanggung jawab besar. Mereka menjadi tulang punggung keberlangsungan generasi penerus bangsa.

Berkaca dari hal itu, menurutnya menjadi penting untuk terus mendongkrak kompetensi guru. Dengan kompetensi tinggi yang dimiliki guru, dibutuhkan juga akan menciptakan kompetensi akseptor ajar makin terasah.

Dalam sambutan pada Lokakarya Nasional dalam Rangka Hari Guru Sedunia 2018 (2/10/2018), di Jakarta itu Ia menyampaikan guru merupakan akar rumput dalam pendidikan.

"Tidak akan ada pendidikan menghijau, jikalau tidak ada guru. Pendidikan tak akan subur jikalau gurunya tak subur," kata Muhadjir yang kutip dari Kompas.

Ada tiga ciri seorang guru profesional, yang mana mereka selayaknya memenuhi aspek kompetensi inti (expertise), tanggung jawab sosial (social responsibility), serta kesejawatan (esprit de corps).

Menurut Mendikbud, ketiga aspek itu selaras dengan apa yang diungkapkan akademisi ternama Samuel Huntington. Untuk memenuhi aspek kompetensi mumpuni, lanjut Muhadjir, guru mesti dilatih seprofesional mungkin.

Untuk memenuhi unsur tanggung jawab sosial, kehadiran guru dibutuhkan memberi imbas bagi siswa maupun masyarakat. Terakhir, guru sebagai pekerja profesional mestinya bergabung dengan sesama rekan profesinya, supaya sanggup saling mengasah kecakapan.

Pergelaran lokakarya guru tersebut diselenggarakan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan untuk memperingati hari guru sedunia yang jatuh setiap 5 Oktober. Ajang untuk meyakinkan para guru bahwa mereka berperan penting untuk generasi muda.

Salah Merekrut Guru, Dampaknya Akan Dirasakan Puluhan Tahun

6:46:00 PM
Perbaikan kualitas pendidikan harus dimulai dari kelas.
Direktur Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) Hamid Muhammad mengungkapkan rekrutmen guru harus diperketat. Pilih guru yang berkualitas alasannya ialah sekali salah merekrut, akan dirasakan dampaknya puluhan tahun.

Ia menyampaikan ketika ini jumlah guru tidak seimbang dengan pertumbuhan siswa. Kemudian persoalan kualitas guru yang masih di bawah standar kompetensi. Ditambah lagi dengan kemudahan pendidikan ibarat gedung sekolah dan ruang kelas yang tidak memadai.

"Indonesia darurat kualitas pendidikan terutama daerah-daerah di perdesaan dan 3T (terdepan, terluar, terisolir)," kata Dirjen Hamid yang kutip dari JPNN (29/09/18).

Perbaikan kualitas pendidikan berdasarkan Hamid harus dimulai dari kelas. Banyak sekolah yang melaksanakan pembelajaran satu arah. Mestinya berguru yang berbasis kegiatan. Itu sebabnya rekrutmen guru harus diperketat.

Baca: Inilah Sistem Baru Rekrutmen Guru PNS

Dalam peluncuran aktivitas PINTAR (Pengembangan Inovasi Kualitas Pembelajaran) di Kantor Kemendikbud, Jumat (28/9) itu, Ia percaya aktivitas PINTAR akan membantu pengembangan kualitas para guru, kepala sekolah, juga para calon guru yang akan berdampak pada peningkatan hasil berguru siswa.

Kabupaten/kota yang masuk dalam aktivitas PINTAR dibutuhkan dapat menjadi pola bagi tempat lain dalam membangun praktik-praktik baik pembelajaran, administrasi dan kepemimpinan sekolah, mendukung pemerintah menyebarluaskan praktik-praktik baik. Juga mendukung Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan (LPTK) dalam pendidikan calon guru.

Guru Akan Diredistribusi Sehingga Ada Empat Kategori

12:32:00 AM
Guru akan Diredistribusi Sehingga ada Empat Kategori Guru akan Diredistribusi Sehingga ada Empat Kategori
Akan ada hukuman bagi guru PNS yang menolak redistribus.
Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhadjir menyatakan guru akan diredistribusi sehingga kategorinya ada empat. Pertama, guru negeri yang sudah tersertifikat. Kedua, guru negeri belum tersertifikat. Ketiga, guru tidak tetap tetapi sudah tersertifikat. Keempat, guru tidak tetap belum tersertifikat.

"Jadi empat kriteria itu harus merata di semua sekolah. Tidak boleh ada sekolah yang isinya PNS semua. Sementara ada sekolah yang lain PNS-nya hanya satu ialah kepsek," kata Menteri Muhadjir di kantornya.

Muhadjir menegaskan akan ada hukuman bagi guru PNS yang menolak redistribusi. Sanksi ini diubahsuaikan dengan PP 53/2010 perihal Disiplin PNS. Begitu pula dengan tempat dihentikan lagi melaksanakan itu.

"Namanya PNS kan harus siap dipindahkan ke mana saja. Redistribusi ini wajib sebab untuk pemerataan guru. Selama ini penyebaran guru tidak merata. Ada yang kelebihan guru PNS, tidak sedikit yang kekurangan," terang Muhadjir.

Baca: Pesan Mendikbud: Jangan Malas Kalau Sudah PNS

Pertengahan Oktober ini rencananya akan diadakan pertemuan dengan seluruh Dinas Pendidikan. Kemendikbud telah mempunyai peta kasar, peta awal masing-masing kabupaten/kota. Nanti akan dicocokkan dengan data masing-masing kabupaten/kota.

Langkah selanjutnya mengkoordinasikan pertolongan baik fisik maupun nonfisik yang harus diafirmasi sehingga tidak diecer-ecer. Muhadjir menyampaikan pihaknya akan mulai dari sekolah yang paling lemah sesudah itu diikuti dengan mutasi guru.

Sesuai pembicaraan dengan Menteri Keuangan Sri Mulyani akan ada sistem reward and punishment terhadap sekolah dan tempat terkait kebijakan ini. Pasalnya, ini menyangkut perintah presiden biar pendidikan merata dan berkualitas.

"Pemerataan ini berlaku untuk negeri dan swasta. Saat ini sudah jalan tapi belum maksimal makanya nanti diberlakukan reward dan punishment itu," kata Muhadjir yang kutip dari JPNN (31/08/18).

Mendikbud Minta Guru Tidak Lagi Beri Pr Ke Siswa

8:20:00 PM
Mendikbud Minta Guru Tidak Lagi Beri PR ke Siswa Mendikbud Minta Guru Tidak Lagi Beri PR ke Siswa
Mendikbud Muhadjir Effendy meminta seluruh guru di Indonesia untuk tidak lagi memperlihatkan pekerjaan rumah (PR) pada siswa.
Seluruh guru di Indonesia untuk tidak lagi memperlihatkan pekerjaan rumah (PR) pada siswa. Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhadjir Effendy meminta para guru diminta merampungkan pelajarannya di sekolah tanpa membebani siswa lagi.

“PR itu sejatinya memang jangan dibebankan lagi ke siswa. Kaprikornus sekolah-sekolah menyebarkan cara-cara berguru yang tuntas,” kata Mendikbud Muhadjir yang kutip dari JPNN (23/07/18).

Mantan Rektor UMM Malang ini menyebutkan PR yang dianjurkan presiden, semisal di rumah siswa harus membantu orang tua, menjenguk temannya yang sakit. Kaprikornus PR jangan dikaitkan dengan mata pelajaran, sebaiknya dituntaskan di sekolah.

Menurutnya jikalau terpaksa memperlihatkan PR, guru diminta meraci menunya biar sesuai dengan anak. Yang tujuannya untuk pengayaan maupun untuk penguatan atau pengulangan.

“Jadi PR itu ada tiga fungsi yakni pengayaan, penguatan, dan pengulangan. Terutama untuk hal-hal yang sifatnya simpel itu memang dibutuhkan, kalau di sekolah tidak cukup ya dilanjutkan di rumah," kata Mendikbud.

Baca: Pelajaran Selesai di Sekolah, Guru Dilarang Beri PR

Beberapa daerah, menyerupai Dinas Pendidikan Kota Depok dan Kota Blitar telah menerapkan kebijakan semua guru mulai dari TK, SD, SMP, untuk tidak memperlihatkan PR bagi siswa. Pemberlakuan hukum tersebut sesuai dengan Kurikulum 2013 (K13) dan lima hari sekolah.

Kebijakan ini dinilai membawa efek positif, di mana siswa mempunyai waktu luang di rumah untuk berinteraksi dengan keluarga dan bermain bersama teman-temannya. siswa sanggup berguru soal pendidikan abjad di lingkungan keluarga dan masyarakat.

Aplikasi Manajemen Guru Kelas 5 Kurikulum 2013

4:15:00 PM
Download Aplikasi Program Pembelajaran dan Administrasi Kelas  Aplikasi Administrasi Guru Kelas 5 Kurikulum 2013
Download Aplikasi Program Pembelajaran dan Administrasi Kelas 5 Kurikulum 2013.
Memasuki tahun ajaran, salah satu yang harus dipersiapkan guru ialah kelengkapan manajemen kelas. Ada banyak kelengkapan manajemen kelas yang harus dibentuk khususnya bagi guru kelas 5 Sekolah Dasar (SD).

Tugas guru di SD bukan hanya mengajar atau mendidik, melainkan juga melaksanakan acara manajemen kelas. Sebelum memasuki semester baru, guru harus mempersiapkan buku kelengkapan manajemen untuk kelasnya.

Dalam sebuah sekolah acara pembelajaran memang acara utama namun acara ini di dukung oleh kelengkapan manajemen kelas dan program. Untuk itu, guru harus melengkapi manajemen kelas yang banyak macamnya.

Saat ini guru sanggup memanfaatkan teknologi untuk menciptakan aplikasi manajemen kelas yang lengkap. Untuk mempermudah Aplikasi Program Pembelajaran dan Administrasi Kelas 5 Kurikulum 2013 (K13) ini berisi:


  • Data Siswa
  • Jadwal Pelajaran
  • Program Tahunan (Prota)
  • Program Semester (Promes)
  • Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM)
  • Pemetaan Kompetensi Dasar (KD)


Aplikasi Program Pembelajaran dan Administrasi Kelas 5 Kurikulum 2013 ini dalam bentuk excel. Format isian manajemen sekolah gampang digunakan, aplikasi manajemen kelas sanggup didownload melalui tautan berikut ini:


Program tersebut ialah salah satu kelengkapan dalam proses pembelajaran yang harus dibentuk guru di awal tahun ajaran. Kurikulum 2013 di kelas 5 SD/MI dilaksanakan dengan pendekatan metode tematik terpadu.

Pelajaran Tanggapan Di Sekolah, Guru Tidak Boleh Beri Pr

9:11:00 AM
 dibutuhkan siswa punya banyak waktu mencar ilmu pendidikan abjad di rumah maupun lingkunga Pelajaran Selesai di Sekolah, Guru Dilarang Beri PR
Dengan tidak adanya PR, dibutuhkan siswa punya banyak waktu mencar ilmu pendidikan abjad di rumah maupun lingkungan di sekitarnya.
Guru dihentikan memperlihatkan pekerjaan rumah (PR) untuk siswanya. Sehingga, siswa dapat mempunyai lebih banyak waktu mencar ilmu perihal pendidikan abjad dan kecakapan hidup di lingkungan keluarga dan masyarakat. Hal ini dilakukan Dinas Pendidikan Kota Blitar, Jawa Timur,  dengan mengeluarkan surat edaran (SE) perihal larangan memberi PR ke siswa.

"Kami akan menciptakan surat edaran (SE) untuk sekolah-sekolah soal larangan memberi PR ke siswa. Pelajaran sekolah kami harap tanggapan di sekolah. Siswa semoga punya waktu mencar ilmu di lingkungan keluarga dan masyarakat," kata Kepala Dinas Pendidikan Kota Blitar M Sidik yang kutip dari Kompas (18/07/18).

Kebijakan larangan memperlihatkan PR ke siswa sudah diterapkan semenjak tahun pemikiran kemudian semenjak diterapkan lima hari sekolah untuk siswa SMP. Namun, larangan itu berupa imbauan yang disampaikan secara verbal ke masing-masing kepala sekolah. Hasil evaluasi, masih banyak guru yang memperlihatkan PR kepada siswa.

"Siswa juga butuh mencar ilmu di lingkungan keluarga dan masyarakat. Sekarang banyak siswa yang tidak dapat membedakan mana daun salam mana daun kunyit. Pendidikan menyerupai itu hanya ada di lingkungan keluarga," ujar Sidik.

Menurutnya kalau tidak ada PR, para siswa mempunyai waktu banyak untuk berbaur dengan keluarga dan masyarakat. Siswa dapat memakai waktunya di rumah untuk mencar ilmu memasak, bertanam, berkesenian, maupun acara nyata lainnya. Siswa juga masih terus dapat melanjutkan mencar ilmu mengaji di TPQ maupun madrasah diniyah.

Baca: Hasil Penelitian Menyebutkan Anak SD Tak Perlu PR

Penerapan lima hari sekolah mulai berlaku tahun pelajaran gres ini bagi SD dan Sekolah Menengah Pertama di Kota Blitar. Setiap jam pelajaran sekolah berbeda tiap kelasnya. Tergantung dari mata pelajaran di tiap-tiap kelas. Tentu hal ini juga yang menciptakan berbeda jam pulang siswa di setiap tingkatan kelas.

Dinas Pendidikan Kota Blitar mengaku mengawali sistem ini sebab sangat susah seorang guru tidak memperlihatkan PR pada siswanya. Ia berharap ada tumpuan dari lingkup yang lebih tinggi, menyerupai Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) untuk memperkuat pendidikan karakter

Beban Kerja Guru Sesuai Permendikbud No 15 Tahun 2018

4:17:00 PM
Beban Kerja Guru Sesuai Permendikbud No  Beban Kerja Guru Sesuai Permendikbud No 15 Tahun 2018
Permendikbud No 15 Tahun 2018 Pemenuhan Beban Kerja Guru, Kepala Sekolah, Dan Pengawas Sekolah
Guru, Kepala Sekolah, dan Pengawas Sekolah melakukan beban kerja selama 40 (empat puluh) jam dalam 1 (satu) minggu. Ini sesuai dengan Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Permendikbud) Nomor 15 Tahun 2018 wacana Pemenuhan Beban Kerja Guru, Kepala Sekolah, Dan Pengawas Sekolah.

Beban kerja selama 40 (empat puluh) jam dalam 1 (satu) ahad sebagaimana dimaksud pada pasal 2 ayat (1) terdiri atas 37,5 (tiga puluh tujuh koma lima) jam kerja efektif dan 2,5 (dua koma lima) jam istirahat. Sekolah sanggup menambah jam istirahat yang tidak mengurangi jam kerja efektif

Dalam pasal 3 disebutkan Pasal 3 Pelaksanaan beban kerja selama 37,5 (tiga puluh tujuh koma lima) jam kerja efektif bagi Guru meliputi aktivitas pokok:

a. merencanakan pembelajaran atau pembimbingan;
b. melakukan pembelajaran atau pembimbingan;
c. menilai hasil pembelajaran atau pembimbingan;
d. membimbing dan melatih penerima didik; dan
e. melakukan kiprah pelengkap yang melekat.

Melaksanakan pembelajaran merupakan pelaksanaan dari Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP). Pelaksanaan pembelajaran sebagaimana dimaksud pada pada pasal 4 ayat (2) dipenuhi paling sedikit 24 (dua puluh empat) jam Tatap Muka per minggu dan paling banyak 40 (empat puluh) jam Tatap Muka per minggu.

Selengkapnya Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Permendikbud) Nomor 15 Tahun 2018 Pemenuhan Beban Kerja Guru, Kepala Sekolah, Dan Pengawas Sekolah sanggup didownload melalui tautan berikut ini:

Guru Kawasan Yang Berjihad

6:46:00 PM
 Guru ialah sosok yang di gugu dan ditiru Guru Daerah yang Berjihad
Guru yang berjihad, ditulis oleh Puryanto. Seorang Widyaiswara di BDK jakarta
Guru ialah sosok yang di gugu dan ditiru,dan guru merupakan aset Negara yang sangat berarti dan sangat penting dalam dunia pendidikan. Tanpa Guru suatu Negara tidak akan maju dan tidak akan berkembang, oleh akhirnya guru perlu diperhatikan dari mulai pendidikannya serta kebutuhan lainnya yang ada keterkaitan dengan diri maupun kemudahan yang diharapkan oleh guru tersebut.

Dari hasil kunjungan penulis ke tempat Maluku utara dalam kunjungan memperlihatkan pendidikan di wilayah kerja, kebetulan daerahnya ialah sebuah pulau yang ditempuh satu jam perjalanan maritim dengan memakai bahtera kayu yang dapat menciptakan sekitar 20 orang. Kunjungan ini terjadi pada beberapa tahun yang lalu, yaitu kami ditempatkan di pulau Moti , salah satu pulau yang bila dari pulau Ternate pulau ini Nampak jelas, yang mana lebih banyak didominasi penumpangnya ialah para guru yang nantinya akan berikan pembinaan yang rata-rata ialah para ibu guru. Kami berlayar mulai pagi hari sehabis melakukan shalat shubuh.

Di urutan paling depan Nampak seorang pengemudi maritim duduk dengan perkasanya, yang akan membawa kami menuju tujuan pulau Moti. Pas sekitar pukul setengah enam,mulailah mesin motor maritim itu dinyalakan dan dipanaskan, sehabis itu mesin bahtera itu mulai melaju dengan cepat membawa para penumpangnya. Saat itu ombak dapat dikatakan cukup bergelombang dan kami dalam berahu hanya dapat mencicipi terpaan ombak demi ombak menerjang bahtera kayu yang penuh penumpangnya. Perahu itu yang saya ingat tidak begitu besar, lebar bahtera itu dapat diisi cukup oleh 4 orang saja, duduk berjejer sehingga bila ada sekitar 7 baris di kali dua maka jumlah penumpang itu diperkirakan sekitar 28 orang saja.

Di samping kami ada seorang guru perempuan yang sempat kami intograsi pengalaman ia selama menjadi guru di wilayah Maluku utara. Selama perjalanan kami ngobrol menceritakan usaha para guru yang didominasi para perempuan itu,mengatakan kepada penulis perjalanan maritim ini merupakan perjalan keseharian melintas memakai bahtera kecil yang tidak dilengkapi dengan pelampung. Dan para ibu guru itu Nampak tegang di ketika bahtera mulai meleok-leok dan terombang ambing oleh terpaan ombak di luar.

Satu jam berikut sampailah kami di tepian pesisir pulau moti ,pulau kecil yang begitu indah dengan warna air maritim yang begitu jernih dan bersih, bebas dari sampah sampah dengan pasir dan bebatuan pantai yang begitu indah menghiasi dermaga pulau moti yang terbuat dari kayu yang membentuk jempatan kayu yang menghubungkan bahtera dengan pelabuhan kecil itu. Boleh dikatakan pelabuhan kecil dan darurat.

Dari hasil introgasi dari salah satu guru yang menyampaikan bahwa perjalan maritim itu merupakan perjalanan utama bagi para guru yang ada di seputaran kepulauan Maluku utara,dimana satu kali berlayar sebesar lima puluh ribuan, jadi jika pulang pergi guru tersebut harus merogoh kocek sebesar seratus ribu setiap harinya.

Penulis menanyakan kepada guru tersebut, ” Mengapa ibu tetap ingin jadi guru walau setiap hari harus keluar uang seratus ribu untuk membayar perjalanan dengan bahtera ini bu” kata beliau, “ saya merasa terpanggil untuk menjalankan semuanya ini pak demi anak bimbing walau honor saya habis oleh ongkos naik bahtera ini pak”, “Kesian juga yah bu! ,” apa ada perhatian dari pemerintah setempat untuk membantu para guru yang mengabdi khususnya para guru yang lokasi kerjanya melintas maritim dan antar pulau?. Tidak ada pak! “Yah supaya saja bapak dapat memberikan pesan ini kepada petinggi di Jakarta untuk memperjuangkan kami di daerah”.

Baca: Jangan Menjadi Guru Kalau Hanya Ingin Uangnya

“Ya insyaalloh, bila saya nanti di Jakarta bunyi hati ibu, saya akan sampaikan kepada para petinggi di kementerian agama untuk memperlihatkan tunjangan khususnya para guru yang lokasi kerjanya jauh dan harus melintas lautan, supaya yah bu!.

Demikianlah hasil usaha dari pembicaraan kami selaku pegawai tempat di tempat terpencil yang begitu penuh dengan pengorbanan dan butuh mental yang besar lengan berkuasa dalam menghadapi semuanya ini demi anak bangsa dan masa depan Negara Indonesia tercinta.

*) Tulisan ini dikirim ke oleh Puryanto SS

Setiap Tahun Pemerintah Akan Mengangkat 100 Ribu Guru

12:38:00 AM
Direncanakan setiap tahun pemerintah akan mengangkat sekitar 100 ribu guru untuk menutupi kekurangan guru.
Kekurangan guru di sekolah-sekolah di seluruh Indonesia menjadi permasalahan serius dalam dunia pendidikan di negeri ini. Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhadjir Effendi mengakui setiap tahun ada puluhan ribu guru yang pensiun, sehingga setiap tahun problem kekurangan guru semakin serius.

Angka niscaya penerimaan guru belum disetujui. Namun direncanakan setiap tahun pemerintah akan mengangkat sekitar 100 ribu guru untuk menutupi kekurangan guru. Paling usang sekitar tujuh tahun ke depan, tenaga guru sudah terpenuhi. Kemendikbud ketika ini memperlihatkan perhatian khusus kepada daerah-daerah terdepan, terluar, dan tertinggal (3T) di Indonesia.

Untuk mengejar ketertinggalan dengan bangsa lain, Mantan Rektor Universitas MUhammadiyah Malang (UMM) itu mengajak segenap pemangku kepentingan sanggup memahami pentingnya peningkatan standar pendidikan. Salah satunya diawali dengan kalibrasi kemampuan tenaga pendidik semoga setara dan semakin baik, serta peningkatan kualitas penilaian hasil mencar ilmu siswa.

"Standar yang kita gunakan untuk mendidik bawah umur kita itu di bawah standar negara-negara yang tergolong baik di PISA (Programme for International Student Assessment). Maka suka tidak suka, kita harus meningkatkan standar kita," kata Muhadjir yang kutip dari Republika (23/04/2018).

Pemerintah secara sedikit demi sedikit mendorong pembelajaran kala 21 yang salah satu cirinya yakni penalaran. Sejak beberapa tahun terakhir, guru-guru dilatih untuk bisa mengajar dan melaksanakan penilaian atau penilaian hasil mencar ilmu siswa dengan metode yang mendorong budi budi tingkat tinggi.

Baca: 4 Hal yang Mencerminkan Pembelajaran Abad 21

"Kita harus menyiapkan generasi muda kita semoga sesuai dengan zamannya. semoga mereka jauh lebih baik dari kita. Saya berharap para pemangku kepentingan pendidikan dan kebudayaan di Jawa Timur selalu bersinergi. Ada tiga hal yang perlu menjadi fokus bersama, yakni kompetensi, karakter, dan literasi," kata Mendikbud.

Kemendikbud Rekrut 100 Ribu Guru Dalam Tes Cpns 2018

8:57:00 AM
Jumlah guru di tanah air sudah banyak berkurang dan ini membahayakan jalannya operasional  Kemendikbud Rekrut 100 Ribu Guru dalam Tes CPNS 2018
Jumlah guru di tanah air sudah banyak berkurang dan ini membahayakan jalannya operasional pendidikan.
Plt Direktur Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) Hamid Muhammad menyampaikan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) akan merekrut seratus ribu guru dalam tes seleksi calon pegawai negeri sipil (CPNS/ASN) 2018. Jumlah tersebut sesuai hasil diskusi dengan Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (KemenPAN-RB).

"Dari hasil pembahasan dengan KemenPAN-RB, jumlah guru yang dapat kami rekrut yakni 1,5 kali jumlah guru pensiun. Guru PNS yang pensiun ada 62 ribu orang. Jadi, yang dapat direkrut sekitar seratus ribu orang," kata Hamid yang kutip dari JPNN (09/03/18).

Berdasar data Kemedikbud, kekurangan guru di Indonesia mencapai 988 ribu orang. Namun, sesudah dihitung kembali, kekurangan guru di sekolah negeri menjadi 733 ribu. Kekurangan guru itulah yang diselesaikan sedikit demi sedikit oleh Kemendikbud. Hamid mengatakan, seratus ribu guru CPNS itu tenaga pendidik di TK, SD, SMP, dan SMA.

Baca: Pendaftaran CPNS 2018 Prioritaskan Formasi Guru

Namun, Hamid belum dapat memastikan apakah lowongan seratus ribu guru itu sudah finalisasi atau tidak. Pasalnya, gugusan penetapan CPNS tahun 2018 gres ditetapkan pada Mei mendatang. Dia berharap kuota seratus ribu itu tidak dikurangi. Sebab, jumlah guru di tanah air sudah banyak berkurang dan ini membahayakan jalannya operasional pendidikan.

Pendaftaran Cpns 2018 Prioritaskan Deretan Guru

4:33:00 AM
 dibuka registrasi CPNS ke seluruh kementerian Pendaftaran CPNS 2018 Prioritaskan Formasi Guru
Tahun 2018 dibuka registrasi CPNS ke seluruh kementerian, forum dan tempat tapi khusus di bidang utama pendidikan.
Pendaftaran calon pegawai negeri sipil (PNS) untuk tahun 2018 akan dibuka. Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Menpan RB) Asman Abnur menuturkan bahwa registrasi CPNS akan diprioritaskan sektor pendidikan. Pemerintah akan memprioritaskan registrasi CPNS untuk gugusan guru.

"Tahun 2018 kami membuka ke seluruh kementerian, forum dan tempat tapi khusus di bidang utama, kesehatan dan pendidikan," ujar Asman yang kutip dari Kompas (04/03/18).

Menurut Asman, ketika ini sebaran tenaga pendidik tidak merata. Mayoritas guru misalnya, masih terpusat di kota-kota besar. Sementara daerah-daerah terpencil masih kekurangan tenaga pendidik. Oleh alasannya yaitu itu, nantinya tenaga pendidik akan diprioritaskan menurut daerah-daerah yang membutuhkan.

"Karena masih banyak guru yang terpusat di perkotaaan. Kaprikornus nanti kita fokus penyebaran guru di tempat terpencil," tutur Asman.

Pusat Data dan Statistik Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan tahun 2016 menyampaikan sebaran kepala sekolah dan guru di Indonesia belum merata ke seluruh wilayah, khususnya di wilayah terluar, terdepan dan tertinggal (3T). Selain itu, terdapat banyak kabupaten/kota masih kekurangan kepala sekolah dan guru.

Asman menyebutkan jumlah PNS yang akan pensiun sepanjang tahun 2017-2018 lebih-kurang mencapai 200 ribu orang. Sehingga proyeksi pendaftar CPNS yang diterima tidak akan melebihi angka tersebut. Namun beliau belum sanggup menyebutkan secara niscaya berapa banyak PNS yang akan diterima tahun ini.

"Tahun ini yang pensiun lebih 200 ribu, nanti yang akan direkrut tak akan lebih dari itu alasannya yaitu kita menganut ‘minus growth’. Itu juga merupakan perjuangan untuk menemukan angka ideal untuk jumlah seluruh PNS di seluruh Indonesia," kata Asman yang kutip dari Tribunnews (04/03/18).

Pembenahan proses rekrutmen CPNS sudah dimulai semenjak 2017. Asman menyampaikan 2018 merupakan tahun reformasi birokrasi alasannya yaitu sistem rekrutmen akan menjadi salah satu aspek yang akan dibenahi. Menurutnya, penerimaan CPNS harus melalui satu pintu, yaitu tes penerimaan, dihentikan ada lagi penerimaan PNS tanpa tes.

Seleksi Guru Cpns 2018 Prioritaskan Putra Daerah

7:07:00 AM
Kemendikbud akan memprioritaskan putra kawasan dalam penerimaan seleksi guru Seleksi Guru CPNS 2018 Prioritaskan Putra Daerah
Kemendikbud akan memprioritaskan putra kawasan dalam penerimaan seleksi guru, calon pegawai negeri sipil (CPNS) 2018.
Putra kawasan akan diprioritaskan dalam penerimaan seleksi guru, Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) di kawasan terdepan, terluar dan tertinggal (3T). Seleksi guru di kawasan 3T mempunyai kriteria khusus yang perlu dipatuhi, putra kawasan tersebut harus berkompeten untuk menjadi seorang pendidik.

Sekretaris Jenderal (Sekjen), Didik Suhardi menyampaikan sampai ketika detail seleksi CPNS tahun 2018 itu masih dibahas Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) dengan Kementerian Pendayagunaan Aparatur dan Reformasi Birokrasi (KemenPAN-RB) dan Badan Kepegawain Negara (BKN).

"Kami akan memprioritaskan putera kawasan yang memenuhi syarat untuk mengikuti seleksi guru di kawasan 3T," ungkap kata Didik yang kutip dari Republika (26/12/17).

Sebelumnya, Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (KemenPAN-RB) mengusulkan 250.000 kuota Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) di sentra dan kawasan pada tahun 2018 mendatang. Jumlah tersebut, akan diprioritaskan untuk profesi tenaga kependidikan dan tenaga kesehatan.

"Prioritasnya masih guru dan tenaga kesehatan. Untuk komposisi, lebih banyak untuk kawasan (pemda). Sebanyak 215.000 untuk pemda, dan sisanya ditempatkan di pusat," kata Deputi Bidang Sumber Daya Manusia (SDM) Aparatur KemenPAN-RB, Setiawan Wangsat.

Setiawan menjelaskan, tahun depan pemerintah akan tetap melaksanakan seleksi CPNS dengan sistem zero growth, mengingat Kementerian PAN-RB belum mencabut moratorium. Karenanya, pelengkap ASN akan di sesuaikan dengan jumlah pegawai yang memasuki masa pensiun di tahun 2018.

Jadwal Liburan Semester 1 Tahun Pelajaran 2017/2018

7:30:00 AM
 dilaksanakan kurang lebih selama dua ahad atau  Jadwal Liburan Semester 1 Tahun Pelajaran 2017/2018
Libur semester ganjil tahun pelajaran 2017/2018 dilaksanakan kurang lebih selama dua ahad atau 14 hari.
Libur Semester 1 (satu) tahun pelajaran 2017/2018 ditentukan sekolah menurut Kalender Pendidikan yang disusun oleh Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota serta provinsi masing-masing. Libur semester ganjil tahun pelajaran 2017/2018 selama dua ahad atau 14 hari.

Berdasarkan Kalender Pendidikan, libur semester 1 tahun pelajaran 2017/2018 ada yang di mulai hari Senin tanggal 18 Desember 2017 hingga dengan tanggal 31 Desember. Ada pula yang libur semester ganjil dimulai tanggal 23 Desember 2017 hingga dengan 6 Januari 2018.

Pada Kalender Pendidikan tahun pelajaran 2017/2018 ini, penyerahan Laporan Penilaian Perkembangan akseptor didik (raport) Untuk Semester 1 dilaksanakan sebelum libur semester 1. Ulangan selesai semester 1 telah dilaksanakan dua ahad sebelum liburan semester ganjil.

Kalender Pendidikan tahun pelajaran 2017/2018 sebagai pola untuk menyusun Kaldik di masing-masing sekolah. Secara prinsip Kalender Pendidikan disusun oleh sekolah yang bersangkutan dengan berdasar pada Kalender Pendidikan di Kabupaten/Kota serta provinsi masing-masing.

Ini Syarat Dan Cara Sanggup Nuptk Gres 2017/2018

11:01:00 PM
Inilah syarat dan cara untuk mendapat Nomor Unik Pendidikan dan Tenaga Kependidikan (NUPTK) gres tahun 2017/2018.
Nomor Unik Pendidikan dan Tenaga Kependidikan (NUPTK) diberikan kepada semua Guru baik PNS ataupun Non-PNS yg memenuhi kriteria serta ketentuan sesuai dengan surat Direktur Jenderal GTK Kemendikbud. Untuk mendapat NUPTK pada tahun 2017 ini lebih mudah, tidak ibarat dulu. Proses untuk mendapat NUPTK kini sanggup secara online. Namun, guru harus memenuhi syarat sebagai peserta NUPTK.

NUPTK terdiri dari 16 angka yang bersifat unik serta tetap. NUPTK yang dimiliki seseorang guru tidak akan berubah kendati guru yang bersangkutan sudah beralih daerah mengajar, perubahan riwayat status kepegawaian serta atau terjadi perubahan data yang lain. Untuk mendapat NUPTK baru, guru harus sudah menginput datanya dengan benar, lengkap dan valid di dalam aplikasi Data Pokok Pendidikan (Dapodik).

Setelah melalui verifikasi serta validasi (verval) GTK oleh Pusat Data dan Statistik Pendidikan, bagi guru yang belum memiliki NUPTK akan diusulkan dengan melengkapi dokumen-dokumen yang sesuai kriteria untuk di kirim ke Dinas Pendidikan Kab/Kota setempat. Sesudah lolos verifikasi oleh Disdik dan dinyatakan lulus verifikasi maka PDSPK juga akan menerbitkan NUPTK untuk guru tersebut.

Syarat Mendapat NUPTK bagi Guru PNS/CPNS


  • KTP
  • SK Pengangkatan PNS/CPNS Asli (Buka Foto Copy)
  • SK Penugasan
  • Ijazah SD
  • Ijazah SMP
  • Ijazah SMA
  • Ijazah S1


Syarat Mendapat NUPTK bagi Guru Non PNS


  • KTP
  • SK Bupati/Wali Kota/Gubernur
  • Surat Tugas dari atasan langsung
  • Ijazah SD
  • Ijazah SMP
  • Ijazah SMA
  • Ijazah S1


Cara Mendapatkan NUPTK Baru 2017/2018


  • Pastikan syarat-syarat dokumen diatas sudah dilengkapi, silahkan masuk ke Website resmi Verval PTK http://vervalptk.data.kemdikbud.go.id
  • Masukan user name dan pasword login dapodik yg sudah terdaftar di SDM Kemdikbud.
  • Pilih sajian “NUPTK” dan pilih calon “calon peserta NUPTK” maka akan muncul nama Guru yang akan didaftarkan sebegai penrima NUPTK gres 2017/2018.
  • Klik nama PTK tersebut dan pilih Upload dokumen dibagian kiri atas.
  • Sebelum mengupload berkas dokumen pastikan anda sudah men Scan file dokumen diatas dan format scan harus PDF.
  • Setelah dokumen-dokumen yang akan diupload sudah lengkap silahkan upload dokumen tersebut sesuai dengan nama file yang harus diupload.
  • Terakhir silahkan sahabat klik “Upload Dokumen” pada bab bawah. selesai kini anda tinggal menunggu hasil verifikasi kabupaten, kalau verval kabupaten disetujui maka ada impian besar anda mendapat NUPTK.

Manfaat NUPTK bagi guru  ialah untuk mengikuti Program Sertifikasi, untuk mendapat Tunjangan, sanggup mengikuti Uji Kompetensi Guru (UKG) dan berkesempatan memperoleh Beasiswa Pendidikan.

Hari Libur Nasional Dan Cuti Bersama Tahun 2018

6:29:00 PM
Hari Libur Nasional dan Cuti Bersama Tahun  Hari Libur Nasional dan Cuti Bersama Tahun 2018
Jumlah Hari Libur Nasional dan Cuti Bersama tahun 2018 sebanyak 21 hari.
Hari Libur Nasional dan Cuti Bersama tahun 2018 telah ditetapkan Pemerintah dan telah ditandatangani kementerian terkait. Keputusan tersebut ditandatangani masing-masing menteri, yaitu Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin, Menteri Ketenagakerjaan Hanif Dhakiri, serta Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Asman Abnur.

Keputusan Hari Libur Nasional dan Cuti Bersama tahun 2018 itu tertuang dalam surat Nomor 707 Tahun 2017, Nomor 256 Tahun 2017, Nomor:01/Skb/Menpan-Rb/09/2017 ihwal Hari Libur Nasional dan Cuti Bersama Tahun 2018. Keputusan tersebut diketuk sehabis melalui serangkaian proses pembahasan yang dikoordinasikan oleh Kemenko PMK dengan beberapa kementerian terkait.

"Penerbitan Keputusan Bersama ihwal Hari Libur Nasional dan Cuti Bersama Tahun 2018 yakni dalam rangka efisiensi dan efektivitas hari kerja serta memberi ajaran bagi instansi pemerintah dan swasta dalam melakukan hari libur nasional dan cuti bersama tahun 2018," tulis Kemenko PMK dalam keterangannya (10/10/2017).

Adapun jumlah Hari Libur Nasional dan Cuti Bersama tahun 2018 yaitu sebanyak 21 hari, dengan rincian Hari Libur Nasional sebanyak 16 hari dan cuti bersama sebanyak lima hari untuk Hari Raya Idul Fitri 1439 Hijriah dan Hari Raya Natal. Berikut rincian Hari Libur Nasional dan Cuti Bersama tahun 2018:

Hari Libur Nasional Tahun 2018

1 Januari, Senin (Tahun Baru 2018 Masehi)

16 Februari, Jumat (Tahun Baru Imlek 2569 Kongzili)

17 Maret, Sabtu (Hari Raya Nyepi Tahun Baru Saka 1940)

30 Maret, Jumat (Wafat Isa Al Masih)

14 April, Sabtu (Isra Mikraj Nabi Muhammad SAW)

1 Mei, Selasa (Hari Buruh Internasional)

10 Mei, Kamis (Kenaikan Isa Al Masih)

29 Mei, Selasa (Hari Raya Waisak 2562)

1 Juni, Jumat (Hari Lahir Pancasila)

15-16 Juni, Jumat-Sabtu (Hari Raya Idul Fitri 1439 Hijriyah)

17 Agustus, Jumat (Hari Kemerdekaan Republik Indonesia)

22 Agustus, Rabu (Hari Raya Idul Adha 1439 Hijriyah)

11 September, Selasa (Tahun Baru Islam 1440 Hijriyah)

20 November, Selasa (Maulid Nabi Muhammad SAW)

25 Desember, Selasa (Hari Raya Natal)

Cuti Bersama Tahun 2018 :

13, 14, 18, dan 19 Juni Rabu, Kamis, Senin dan Selasa (Hari Raya Idul Fitri 1439 Hijriyah)

24 Desember, Senin (Hari Raya Natal)

10 Perangkat Pembelajaran Yang Harus Dimiliki Guru

7:10:00 PM
10 Perangkat Pembelajaran Yang Harus Dimiliki Guru.
Siapkan peralatan tempur sebelum berperang, begitupun guru juga harus menyiapkan perangkat pembelajaran yang gunanya untuk melancarkan proses pembelajaran. Perangkat pembelajaran apa saja yang harus disiapkan?

1. Silabus

Perangkat pembelajaran ini berisi standar kompetensi dan kompetensi dasar yang harus dicapai. Untuk mencapainya diukur menurut indikator pencapaian. Silabus mirip ringkasan dari kurikulum sebab di dalamnya ada sasaran pencapaian, media, dan lain sebagainya.

2. RPP

RPP atau planning pelaksanaan pembelajaran merupakan langkah-langkah yang harus ditempuh oleh guru dalam rangka santunan pelayanan kepada peserta didik. Perencanaan yang dirancang mencangkup model, metode, pelaksanaan, penilaian dan instrument penilaian.

3. Prota

Program tahunan atau prota merupakan batasan materi yang harus diselesaikan dengan batas waktu yang tertera terang pada table kegiatan tahunan. Prota berisi distribusi materi selama satu tahun pelajaran yang terdiri dari dua semester, prota terbentuk dari kegiatan semester.

4. Promes

Program semester atau promes merupakan citra distribusi materi selama satu semester menurut SK dan KD yang telah dirumuskan dalam Standard Isi.

5. Buku Absen

Buku ini berisi sejumlah nama peserta didik dalam kelas yang kita bina. Buku ini fungsinya untuk mengontrol kehadiran peserta didik.

6. Buku Jurnal

Buku ini berisi beberapa catatan penilaian prilaku peserta didik selama pembelajaran dilaksanakan, mulai dari kedisiplinan, tanggung jawab, kerjasama, dan sebagainya.

7. Buku penilaian

Buku ini dipakai untuk menyimpan data-data hasil penilaian terhadap peserta didik.

8. Bundel portofolio

Tugas-tugas yang dikerjakan oleh siswa dikumpulkan jadi satu bundel, biasanya digabung perkelas bahkan per individu. Gunanya untuk mengetahui perkembangan kompetensi peserta didik, perubahan peserta didik terhadap penerimaan materi yang disampaikan sanggup diukur sehingga memudahkan guru memilih model dan metode yang akan diberikan. Melalui bundel ini, seorang guru sanggup menyimpulkan keberhasilan pembelajaran di kelasnya.

9. Bank Soal

Ini ialah buku yang berisi kumpulan dari sejumlah soal yang akan diberikan kepada peserta didik.

10. Media

Dalam menyajikan pelajaran, media menjadi faktor penentu keberhasilan pembelajaran. Tentang media, dibutuhkan penemuan dan kreativitas guru untuk memilih media-media yang diharapkan dalam kaitannya dengan pokok bahasan yang diberikan.

Guru Jangan Hanya Mengejar Karir Sebagai Pns

4:40:00 PM
Guru Jangan Hanya Mengejar Karir Sebagai PNS Guru Jangan Hanya Mengejar Karir Sebagai PNS
Guru harus terus berbagi metode pembelajarannya.
Banyaknya duduk masalah pendidikan yang masih dialami di Indonesia ini. Menurut konselor pendidikan Itje Chodijah salah satunya ialah rumitnya peraturan manajemen untuk guru memperoleh karir sebagai Pegawai Negeri Sipil (PNS). Hal tersebut mengakibatkan rendahnya motivasi guru untuk meningkatkan kualitas mengajar dan hanya mengejar karir sebagai PNS.

“Motivasi administratif yang sangat sederhana cuma pengin jadi PNS. Saya malah suka bilang, 'apa, sih, masalahnya? Kalau mau jadi guru jadi guru saja. Jangan kejar-kejaran hanya untuk jadi PNS, hanya untuk sanggup pensiun.'" kata Chodijah yang kutip dari Tirto.id (01/10/17).

Ia menyampaikan memang ada guru yang ingin jadi PNS dan memang berkualitas. Ketika masuk menjadi PNS, beliau mengajar dengan bagus. Namun menurutnya itu jumlahnya sedikit sekali. Dan ini faktor utama, kegagalan pendidikan kita ada di gurunya. Harus diakui bahwa ada masalah di lini ini.

Data hasil evaluasi Pendidikan dan Latihan Profesi Guru (PLPG) menyatakan bahwa setengah dari penerima PLPG dinyatakan tidak lulus. Guru juga masih banyak yang mengajar tak sesuai dengan bidang kompetensinya. Menurut data Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, hanya sebesar 22 persen saja yang mengajar bidang studi yang sesuai.

Tauhid Aminulloh, konseptor Sekolah Tani Muda sekaligus fasilitator di sekolah Wikikopi, Yogyakarta menyampaikan kualitas guru harus dibenahi. Guru, menurutnya, harus memahami betul mata pelajaran yang beliau ajarkan, serta menyampaikannya dengan metode terbaik. Guru kini jauh dari metode-metode pembelajaran.

“Sebagian besar tahunya mengajar itu berdiri di kelas, orasi di situ, mendikte pengetahuan ke murid. Mereka kadang tidak tertarik dengan metode-metode mengajar yang lain. Guru harus terus berbagi metode pembelajarannya. Kita seharusnya melihat yang terpenting sekolah itu bukan bangunan, bukan kurikulum, tapi guru. Guru yang memang suka belajar,” kata Tauhid.

Guru Honorer Yang Profesional Hanya Separuh

6:30:00 AM
Dari 773 ribu guru honorer hanya separuh saja yang memenuhi syarat sebagai guru profesional.
Pemerintah bersikap hati-hati untuk mewujudkannya harapan para guru honorer yang meminta diangkat menjadi PNS. Karena tidak semua guru honorer yang ada kini memenuhi pembagian terstruktur mengenai atau syarat sebagai guru profesional.

Dirjen Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) Kemendikbud Sumarna Surapranata mengatakan, jumlah guru honorer di sekolah negeri dikala ini mencapai 773 ribu orang. Dari jumlah itu, sekitar separuh saja yang memenuhi syarat.

"Kira-kira di angka 351 ribu orang guru honorer yang memenuhi syarat sebagai guru profesional," kata Sumarna yang kutip dari JPNN (25/07/2017).

Syarat paling dasar bagi seorang guru honorer yakni mempunyai ijazah minimal D4 atau S1. Syarat lainnya, menurutnya yakni guru tersebut mengajar sesuai beban minimal yakni 40 jam per pekan, dan persyaratan lainnya.

Pranata mengatakan, Kemendikbud sudah menciptakan hitung-hitungan kalau guru honorer yang memenuhi syarat itu diangkat menjadi CPNS baru. Diantaranya terkait dengan anggaran untuk honor yang harus disiapkan.

"Misalnya start di honor Rp 3 juta, itu sudah membutuhkan anggaran triliunan rupiah" kata pejabat yang hobi kuliner Sunda itu.

Sementara itu, Kepala Badan Kepegawaian Negara (BKN) Bima Haria Wibisana usai penyerahan NIP CPNS Guru Garis Depan (GGD) di Jakarta (24/07) menuturkan hingga dikala ini, belum ada rencana mengangkat CPNS guru kembali.

Namun, sesuai dengan Nawa Cita Presiden Jokowi yakni membangun Indonesia dari pinggiran, kebutuhan guru PNS di tempat khusus tetap jadi prioritas. Ia menegaskan harus dihitung terlebih dahulu kebutuhan riil guru CPNS.

Menurutnya secara umum rasio guru dengan siswa di Indonesia sudah cukup baik. Bahkan di tempat tertentu ada rasio yang mencapai 1:9. Itu artinya satu orang guru mengajar sembilan siswa.

Guru Wajib Penuhi Beban Kerja 40 Jam Per Pekan

6:24:00 AM
Ketentuan ini menurut Permendikbud Nomor  Guru Wajib Penuhi Beban Kerja 40 Jam Per Pekan
 Ketentuan ini menurut Permendikbud Nomor 23 Tahun 2017.
Tahun pelajaran 2017/2018 ini, guru sudah diwajibkan memenuhi ketentuan beban kerja 40 jam per pekan. Ketentuan ini menurut Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Permendikbud) Nomor 23 Tahun 2017 ihwal Hari Sekolah. Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Effendy menegaskan tetap menerapkan kebijakan sekolah durasi delapan jam per hari ditujukan untuk guru.

Mendikbud menegaskan, beban kerja guru dialihkan menyerupai beban kerja pegawai negeri sipil, di mana PNS jam kerja efektifnya ialah 37,5 jam per pekan lima hari kerja. Kemendikbud diminta untuk menyinkronkan hari libur sekolah dan pegawai biar ada waktu keluarga mendidik anaknya. Sehingga tidak sepenuhnya diserahkan ke sekolah.

"Kami diminta sikronkan hari libur sekilah dan pegawai biar ada waktu keluarga didik anaknya tidak sepenuhnya serahkan ke sekolah. Keluarga juga mempunyai tugas untuk tanamkan karakter. Juga dibutuhkan libur untuk berwisata, dapat menikmati keindahan alam dalam rangka membangun rasa kebhinekaan," kata Mendikbud.

Menurutnya salah satu syarat pedidikan huruf dapat berjalan baik ialah keberadaan guru di sekolah secara mutlak. Salah satu yang menjadi problem ketika ini ialah beban kerja guru. Masalah itu menimbulkan sejumlah guru yang tidak memenuhi jam mata pelajaran atau yang jam pelajarannya terbatas tidak mendapat santunan profesi.

"Jadi saya tegaskan di sini, sebenarnya lima hari kerja, delapan jam itu ialah merujuk pada beban kerja guru, bukan pelajaran di sekolah. Dengan guru sama dengan bekerja PNS pada umunya, beban kerja itu tidak harus terpaku pada jam mengajar kelas" terperinci Mendikbud yang kutip dari Republika (17/07/17).