Program Gizi Anak Sekolah Dasar Tidak Efektif

6:38:00 AM
Program Gizi Anak SD Tidak Efektif Program Gizi Anak SD Tidak Efektif

Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud) terus berupaya meningkatkan mutu pendidikan serta memperbaiki gizi bawah umur Indonesia. Salah satu misalnya Kemdikbud telah mencanangkan Program Gizi Anak SD (Progas) pada 3 kabupaten di Nusa Tenggara Timur.

Perhatian Pemerintah Pusat kepada wilayah Nusa Tenggara Timur sangat besar melalui aneka macam terobosan. Salah satunya pencanangan acara Gizi Anak SD (Progas) untuk anak SD di Kabupaten Manggarai barat, Belu dan Timur Tengah Selatan.

Progas ini menjadi satu suplemen acara anak dan merupakan satu motivasi untuk perkenalkan kepada kita yang tidak terbiasa dengan sarapan pagi alasannya yaitu itu sangat penting khususnya untuk generasi muda bangsa yang berada Nusa Tenggara Timur. Kepedulian ibarat ini mau membangunkan rasa sadar kita bahwa makan pagi itu tidak harus menjadi sesuatu kebutuhan untuk bawah umur biar mempunyai semangat dan kemampuan.

Baca: Anak Perlu Sarapan Sebelum Belajar di Sekolah

Progas ini untuk meningkatkan gizi bawah umur yang selama ini kurang sarapan pagi. Dengan demikian, bawah umur lebih berpengaruh dan mencar ilmu lebih giat. Kita harapkan pencanangan ini sanggup terealisasi dengan baik dan pertanggungjawaban lebih baik, sehingga di tahun mendatang bisa menyeluruh di wilayah Indonesia.

Jika dipahami, tujuan progas sangatlah bermanfaat bagi bawah umur di Nusa Tenggara Timur. Namun disisi Pelaksanaan dan Pertanggungjawaban Pengelolaannya masih belum efektif. Apalagi rencana pencairan di awal januari 2017 kemarin ternnyata Dana yang masuk pada pertengahan tahun 2017.

Dan ini sangat mengganggu kesibukan KBM guru dalam penyusunan Rencana Kegiatan dan belanja sekolah (RKAS) Progas. Apalagi Pemerintah menekankan biar Dana Progas semaksimal mungkin di habisi dalam tahun 2017 ini.

Dan pada tahap pelaksanaan kegiatan Progas tentu mengganggu kegiatan guru dan siswa dalam proses mencar ilmu mengajar, ini terbukti dengan acara sarapan anak anak yaitu 15 menit sebelum istirahat pertama. Timbul pertanyaan “ Apakah sarapan itu matang sempurna waktu yang acara masaknua Pkl 08.00 pagi sedangkan Istirahat pertama Pkl 09.00. Ketika sarapan itu dimakan pada pkl 11.00 apakah itu disebut sarapan?

Bukan hanya itu, Para guru sibuk dengan banyak SPJ yang nota bene bukan Jurusan Akuntansi melainkan Guru Kelas yang mengetahui sepintas wacana akuntansi pengelolaan keuangan.

Dan Kegiatan Progas 4 kali dalam seminggu, para guru dan beberapa pihak orang bau tanah yang nota bene akuntasinya kurang memadai sibuk dengan memasak, belum dihitung berapa usang kuliner itu matang.

Oleh alasannya yaitu itu diperlukan kepada Pemerintah Pusat di Bidang Pendidikan SD untuk diadakan Pelatihan Pengeloaan Keuangan Progas hingga pada tahapan pelaporan, bukan hanya sekedar klarifikasi singkat pada Juknis yang sudah Peroleh. Dan Pembayaran Pajak atas Penggunaan dana tersebut harus dijelaskan secara terinci untuk wilayah Nusa Tenggara Timur yang berada di wilayah yang terislir dalam memperoleh informasi.

*) Ditulis oleh FLORIANUS JONI, S. Pd. Guru Honorer SD Negeri Bambor, Manggarai Barat, NTT

Artikel Terkait

Next Article
« Prev Post
Previous Article
Next Post »
Penulisan markup di komentar
  • Untuk menulis huruf bold gunakan <strong></strong> atau <b></b>.
  • Untuk menulis huruf italic gunakan <em></em> atau <i></i>.
  • Untuk menulis huruf underline gunakan <u></u>.
  • Untuk menulis huruf strikethrought gunakan <strike></strike>.
  • Untuk menulis kode HTML gunakan <code></code> atau <pre></pre> atau <pre><code></code></pre>, dan silakan parse kode pada kotak parser di bawah ini.

Disqus
Tambahkan komentar Anda

No comments